|
Kembali keJogja Kembali kepada kenangan seminggu berada didaerah pasca bencana, kembali kepada tempat dan semua orang yang pasti akan berkaitan dengan memori ttg gempa. Ya …Weekand kemarin dengan bantuan beberapa teman akhirnya dapat terwujud keinginan untuk tetap eksis membantu walau dalam skala yang sangat kecil, memberikan sedikit dari sesuatu yang mungkin masih bisa di bagi. Jumat, 7 July 2006 Berrencana untuk naik flight tapi apa daya tangan tak sampai, berdua dengan salah seorang teman baik, mbak Etty yang saya jumpai dulu ketika kita sama sama bertugas didapur umum pasca gempa. Memang rencana untuk kembali ke Bondalem tempat kita pernah menjadi relawan memang sudah lama dibicarakan, dan sekarang bisa terwujud. Bertemu terlebih dulu dengan Bagus, yang ternyata sudah menunggu di Gambir, membawakan sekardus oleh oleh untuk anak anak Jogja. Setelah mencari Makan malam disekitaran Gambir berdua bagus , kita bercerita ngalor ngidul sambil menunggu mbak Etty datang. Malam itu kereta telat berangkat sampai satu jam, dari jam 08.40 malam menjadi hampir jam 09.40 cerita berlanjut ditingkat atas statsiun Gambir setelah mbak Etty datang. Capek juga berdiri sambil ngobrol akhirnya kita duduk lesehan di anak tangganya. Ketika kereta datang kondisi badan sudah capek banget, karena seharian kerja dan malamnya langsung berangkat. Setelah mencari dan mendapatkan tempat duduk sesuai dengan nomer saya tertidur pulas, sudah tak ingat lagi cerita mbak Etty yang duduk di kursi sebelah saya. Sabtu, 8 July 2006 Datang menjelang pagi, sampai diWates saya baru terbangun, Mbak Etty disebelah saya sampai terkagum kagum dengan kemampuan tidur saya di kereta, otomatis malam itu dia tidak ada yang menemani, buku yang saya siapkan untuk dibaca selama perjalanan masih tersimpan rapi dibagian depan ransel. Hari itu perjalanan menapak tilas dimulai, menghubungi MediaNet dan Teman teman diposko kesehatan yang hari itu kebetulan adalah hari terakhir mereka bertugas. Setelah mandi dan makan, dengan mengendarai motor, saya dan Mbak Etty diantar oleh dua orang teman dari Jogja. Sampai dilokasi sudah menjelang siang, barang barang sumbangan yang kita bawa kali ini adalah, buku gambar dan peralatan menulis serta crayon dan juga buku cerita anak yang jumlahnya cukup untuk sebuah posko. Berjumpa dengan teman diposko kesehatan, tampak wajah Homesick karena mereka sudah 2 minggu berada dilokasi. Berjumpa kembali dengan pak Pardi sesepuh desa Bondalem yang merasa surprised bisa melihat saya kembali, dan juga berjumpa dengan ibu ibu dari dapur umum yang mengatakan sudah lupa dengan nama saya. Diantar oleh pak Padi, kita pergi ke posko tempat bermain anak anak/trauma centre dan baru ditinggal beberapa hari yang lalu oleh kaka pengasuhnya dari ITB. Posko ini juga yang juga dipakai untuk belajar di siang hari, tempatnya didepan TK Bondalem yang masih berdiri beberapa bangunannya. Dikenalkan dengan Mbak Anna yang mengasuh tempat bermain, antusias sekali menerima kedatangan kita dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan siang hari itu. Kondisi Bondalem sudah sedikit berubah, bangunan SD yang runtuh dulu sudah dibersihkan, beberap tukang nampak sedang membuat pondasi baru untuk bangunan yang baru, satu rumah knockdown tahan gempa (katanya) sedang dibangun juga tepat dibelakang reruntuhan SD. Dikampung Bondalem dan Cepoko serta Bekelan, keadaan tidak banyak berubah. Rumah masih belum ada yang didirikan lagi, hanya Tenda sudah dibagikan untuk masing masing KK. Tak ada lagi pengungsi yang mendirikan tenda dipematang sawah atau ditepi jalan. Semua sudah menandai rumah mereka dengan mendirikan tenda diatas pondasinya. Entah kapan tenda itu brubah wujud menjadi rumah kembali. Aktiftas masih sepi karena siang hari, lalu saya menyempatkan diri untuk membelikan minuman tambahan dalam bentuk susu cair dan susu kedelai untuk anak yang akan datang belajar nanti sore. Semua bantuan itu akan dikelola oleh mbak Anna disana. Pulang sore harinya dan malam kita berkeliling mencari angkringan di Jogja, sempet SMS Unai dan jeng Isna, tapi mereka urung datang karena ada kepentingan lain. Akhirnya diputuskan untuk tetap ke angkringan dekat lapangan Pakualaman, lalu makan di Maharani daerah melati (something saya lupa). Setelah itu melajutkan malam di angkringan atau café daerah Timoho.. Minggu, 9 July 2006 Hari persiapan kepulangan, hari untuk membeli oleh oleh, mampir ke Malioboro, pilih sana sini di Mirota batik, dan Jeng Isna tercinta bisa nongol juga, walau agak telat karena harus nunggu masakan sayur asemnya matang dulu. Beli baju koko dan piyama buat ponakan serta satu baju batik buat ngantor hari Jum`at juga Tshirt dari Mirota. Bersama rombongan kecil kita menghabiskan siang di sekitaran Malioboro dan Beringharjo. Banyak lagi yang ingin dikunjungi tapi saya memilih untuk mapir dulu di Toko buku Togamas di jalan Gejayan, katanya disana selalu ada didiskon dan plus sampul untuk buku yang kita beli. Beli dua buku Kumpulan cerpen dan satu buku Biografi tokoh tokoh sastra pemenang Nobel. Jogja harus ditinggalkan malam itu, sekitar jam 9 malam, kereta Argi Dwipangga datang untuk berhenti sebentar di Jogja dan membawa saya ke realitas kehidupan di Jakarta. Terimakasih untuk :
Semoga dipanjangkan umur dan bertemu lagi dengan Jogja yang sudah bangkit dan jauh lebih baik dari hari yang saya lihat kemarin. Tak ada tulisan ini dan kedatangan kemarin tanpa bantuan kalian semua. TERIMAKASIH |
| Luigi July 17, 2006 08:37 PM PDT Aal, Menulis - biar otak gak buntu danbisa cari pelarian dari sengitnya bau kelek disini :D - gimana khabarnya? sok update nya ditunggu - tiasa chat via Ym!? | ||
| ranids July 17, 2006 06:59 PM PDT Cepoko? apakah cepokojajar?? Aal kesana?.... thanks alot ya Al :) btw, aktifitas di malioboro dah mulai bangkit kan, syeneng yaa.. | ||
| Aal July 17, 2006 12:14 PM PDT Thankyour for all coments and suport, such a blessing had a support and and kind relationship from all of my friends. Regards, | ||
| doel July 15, 2006 05:13 AM PDT Ke Yogya bawa oleh2, pulang dari Yogya bawa oleh2 juga :) Salut untuk usahanya membantu rekan2 di Yogya | ||
| Luigi July 15, 2006 02:06 AM PDT Dear Aal, May this shout finds you well, and allow me to renew my compliments to you and thanks for the friendship.. Keep up with your humanitarian endeavour - thepeople needs you. Kind regards from West Africa, indeed... | ||
| al July 14, 2006 11:56 AM PDT emang kerja dimana kok hari jum'at pake batik. btw salut buat kamu semoga amalanmu memdapat balasan yang setimpal dari ALLah SWT. | ||
| ario dipoyono July 14, 2006 07:08 AM PDT salam kenal aja deh... n turut berduka cit atas musibah Jogja | ||
| apey July 13, 2006 10:11 PM PDT Once again salut buat kerjakerasnya bantu temen2 d Yogya Al :) Semoga Allah Swt selalu memberi kekuatan untuk bisa membantu mereka yang membutuhkan yaa....Sementara gw disini tiap hari msh hrs denger issue2 seputar bencana lumpur lapindo yg entah kapan tepatnya bisa berakhir :) Doakan ya | ||
| isna_nk July 13, 2006 02:46 PM PDT ketika di Mirota aku bertanya : "kapan ke Jogja lagi?" semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali. Suskes bro :) makasih atas segalanya semoga menjadi amal ibadahmu..... ada salam dari Posko Satria, mereka sibuk, sebenarnya jg ingin menemuimu. | ||
| way July 13, 2006 01:30 PM PDT Good job Al.... semoga bantuan kalian disana bisa meringankan korban. 2 minggu lagi naik gunung *joged* | ||
| bagus July 12, 2006 04:37 PM PDT hehehe, gak perlu deh namaku disebut-sebut, scr bantuan blm berarti apa2. Insya Allah bisa membantu lagi di lain kesempatan | ||
| Bunda Farel July 11, 2006 04:25 PM PDT Wah..dah balik ya...makasih dah crita perkembangan disana. Semoga cepet pulih ya...gak sia2 deh usaha A'al...sukses selalu! | ||
| Leave a Comment: |