|
Ayah,bapak atau apapun namanya sosok yang memberikan jalan bagi kita untuk jadi manusia, Sosok yang SEHARUSNYA jadi pelindung, tempat penyelesaian sebuah permasalahan bukan sosok dimulainya sebuah permasalahan. Dia ada tapi seperti tak ada, atau lebih baik kalau dia memang tak ada? "Dia mulai lagi" Rino memulai pembahasannya sore tadi. setelah lebih dari setengah jam kita berdua ngobrol ngalor ngidul gak tentu arah. "Kenapa lagi bokap lo.." cukup lama juga dia tidak pernah lagi mengeluhkan ketidak cocokan dirinya dengan sang bapak
Rino hanya menghela nafas panjang, aku hanya membiarkan sahabatku itu bermain
dengan pemikirannya sendiri, nampak berat untuk memulai aku putuskan untuk diam, biarkan lah dia memutuskan buat bercerita
atau tidak. "Sudah
beberapa bulan ini suasana di rumah gw agak adem…tapi kemaren dia cari
gara gara lagi" aku mendengarkan tak memberi komentar. "Malam
kemaren waktu gw baru pulang, habis mandi gw
pergi ke kamar tengah buat nyalain TV, gw gak tau bokap belum tidur, gw lagi
asyik liat liputan pertandingan bola tiba 2 dia masuk ruangan TV dan dengan
entengnya dia ambil remote lalu TV di matiin, kayak ga` ada siapa2 diruangan itu".
"Tanpa basa basi dulu" tanyaku. '"Iya,sama sekali ga ngomong…..!!"nadanya mengencang menegaskan. "Gmana gw mau betah dan merasa comfort dirumah gw sendiri, bahkan buat nonton TV aja kayaknya udah gak ada hak". mukanya menunjukkan sekali guratan kekecewaan.
"Mungkin dia ngerasa terganggu " tukasku tanpa maksud membela aku coba buat menenangkan dia. "kencang
dari hongkong,gw tuh pasang mute TV ,malah gw nonton kayak maling gak
pake suara" Ups..suaranya meninggi, ternyata kataku untuk menenangkann dia salan.
"Trus lo cabut..jalan keluar rumah lagi…? "Enggak..gw
capek, sudah seharian gw diluar rumah, gw pergi kekamar aja dan tadi
pagi gw pergi sebelum dia bangun." dia berkata melihat keaah jendela.
Dibandingkan
denganku, Rino mungkin lebih beruntung,itu versiku dia masih punya bokap sampai
sekarang, sementara gw untuk inget wajah
bokap aja gw harus berupaya mengarahkan memory apalagi buat mengingat
moment apa yg pernah kita jalani bersama.
Bokap sudah "jauh" dari
aku kecil dan kemudian datang dalam kehidupanku lagi setelah beliau
sakit-sakitan dan beberapa tahun kemudian meninggal. "Masih mending kayak gw kali ya No ,dari pada kayak elo punya bokap malah nge-resein" aku tertawa memperbandingkannya. "Ya kali…gak ngerti deh gw" katanya sambil mengangkat bahu. ********** Sebetulnya ini bukan cerita pertentangan Rino dan bapaknya yang pertama kalinya aku dengar,
tapi setelah beberapa lama tak mendengarnya , aku berharap bahwa
segala permasalahan antara Rino dengan bokapnya sudah mencair, karena
aku tau Rino sudah berusaha sekali untuk jadi anak yang baik di mata
bokapnya . Dengan cara seperti bekerja di tempat yang dipilihin sama
bokapnya walaupun gw tau bahwa jenis pekerjaan itu bukanlah impiannya.
bahkan dia Kuliah di tempoat dan fakultas yang dititahkan oleh sang
bapak.
"Gw
hanya merasa di perlakukan gak adil Al…kenapa dia gak bisa bersikap
sama terhadap gw seperti sikap yg dia perlakukan terhadap adik adik gw. Kenapa
dia gak pernah bias bicara sama gw , atau sedikit menanyakan keadaan
gw.Gw butuh juga disapa ama diakan? ,gw anaknya bukan orang lain dirumah
itu". keluhkesahnya berlanjut. "Kenapa gak lo dulu yang coba nyapa dia,berbasa basilah…."saranku "Sudah, sudah capek gw tapi gak di anggap..gw pernah dimarahin setelah gw cuciin motornya...anehkan??" Waktu
gw minta uang kuliah dulu ama nyokap,dia juga marah..kenapa gak minta
langsung kedia alasannya,waktu gw minta langsung eh dia malah ninggalin gw saat
ngomong." "Gila kali bokap lo ya…?"jawabku sambil bercanda "Sekarang apakah gw salah kalau gw lahir saat dia gak ada?katanya."Emang dia kmana ..?" . Nah untuk yang ini kau baru mendengarnya. "Diakan
pergi buat ngelanjutin kuliahnya keluar ketika mereka baru nikah
sementara nyokap ngandung gw dan baru balik setelah gw berumur 5 tahun." Rino Menjelaskan. "Iya sih, tapi apakah dia gak merasa memiliki elo juga , walaupun lo lahir dia gak ada, Jangan jangan dia ngerasa lo bukan anaknya kali..?" jawabku masih becanda….. "Enak aja lo…"si Rino meninju bahu gw sambil ketawa. *********** Kalau aku perhatikan sepintas mereka sangat mirip sebagai anak dan bapak,
bentuk badan, cara berjalan bahkan bentuk suarapun agak mirip. Aku pernah salah panggil ketika bapaknya Rino berdri didepan
pintu , dari jauh malah gw teriakin gw sangka Rino yang berdiri karena
postur tubuh mereka dan cara mereka berjalan mereka yang mirip itu. Ayah,banyak
orang yang dengan bangga menceritakan sosok itu, namun tidak dengan aku
juga tidak dengan sahabatku Rino. Kita mengingatnya dengan ironi dengan rasa
yang berbeda. Seorang ayah bagiku adalah sebuah sosok tanda tanya, yang
menguras memory untuk mengingatnya sehingga akhirnya aku anggap hanya
sebagai manusia yang kebetulan menitipkan sperma kepada ibu dan
terjadilah aku. Hanya demikian hubunganku dengannya.
Kita tidak saling
membuka konsulat kasih sayang apalagi kedutaan Cinta.Kita tak mempunyai
perwakilan di Negara hati masing masing. Parahnya
adalah sahabatku, ayahnya masih ada, sehat, utuh dan segar bugar tapi
perjanjian bilateral anatara dia dan bokapnya tak pernah terwujud
bahkan untuk sebuah agreement atau kesepakatan saling memahami. Entahlah
siapa yang salah dalam kedua kasus itu dan kami berdua mencoba untuk
tidak memikirkannya.
Beruntunglah
kami berdua tidak terjerumus kepada obat obat an atau pergaulan bebas,
dapat menyelesaikan study masing masing tapi itu pun sedikit campur
tangan dan bukan atas
bimbingan sosok yang dinamakan ayah. Kami
berkembang karena alam menuntut kami untuk berkembang.kami tumbuh
,menghadapi permasalahan hidup dan akhirnya kami pecahkan sendiri. Ketika ada teory tentang anak laki laki yang akan lebih dekat pada
bapaknya disaat kecil dan akan dekat pada ibunya ketika dewasa, maka
teory itu termentahkan sebelum kami dewasa. ********* Lo sih enak,gak harus ngeliat muka yg sebal ama lo setiap hari….Rino suatu hari pernah membandingkan. "Lo gak ngeliat juga kenyataan, orang yang harusnya jadi teman lo malah berubah menjadi musuh lo dalam perang dingin." Ketusnya. Iya sih,tapi lo juga ingat lebih baik ada dari pada gak ada sama sekali…..kataku berterory Yang ada dia malah gak terima dengan teory gw …. "Kalo gw malah milih gak ada, dari pada ada juga gak pernah bisa menjadi bokap buat gw" "Ahh..udah lah pusing gw kalau disuruh pilih mana yang paling baik…."Akhir dari diskusi itu memang sering ngambang karena kita tak tau harus menyelesaikannnya darimana. Sekarang
kita berdua berdiri,diambang kedewasaan dan membutuhkan bentuk
perhatian yang lain dari seorang ayah, pelajaran untuk menjadi laki laki
seutuhnya, pelajaran untuk kelak juga menjadi seorang bapak.tapi
darimana sumber ilmu itu kita dapat kalau yang berhak menjadi guru
malah bermasalah. Sosok yang seharusnya meraih tangan kita ketika kita
membutuhkannya malah tidak tampil dalam hidup kita berdua,sosok yang
kita harapkan menjadi pelindung disaat kami berdua lemah, tak
menampakkna kehadirannya.Walaupun ada dalam kehidupan Rino tapi dia
membatu dan tak memberikan uluran bantuan itu. Bagiku sosok itu sudah mati dan memang kenyataannnya beliau sudah mati, tapi tidak
bagi sahabatku, ayahnya masih ada, bapaknya masih hidup dan bokap yang
seharusnya jadi teman kami berdua juga seperti membelakangi kami. Bila kami tumbuh dan menjadi sosok seperti ini, tolong jangan salahkan kami.
|