Entry: Ayah [sebuah cerita] Thursday, June 29, 2006



Photobucket - Video and Image HostingAyah,bapak atau apapun namanya sosok yang memberikan jalan bagi kita untuk jadi manusia, Sosok yang SEHARUSNYA jadi pelindung, tempat penyelesaian sebuah permasalahan bukan sosok dimulainya sebuah permasalahan.

Dia ada tapi seperti tak ada, atau lebih baik kalau dia memang tak ada?

 

"Dia mulai lagi" Rino memulai pembahasannya sore tadi. setelah lebih dari setengah jam kita berdua ngobrol ngalor ngidul gak tentu arah.

"Kenapa lagi bokap lo.." cukup lama juga dia tidak pernah lagi mengeluhkan ketidak cocokan dirinya dengan sang bapak
Rino hanya menghela nafas panjang, aku hanya membiarkan sahabatku itu bermain dengan pemikirannya sendiri, nampak berat untuk memulai aku putuskan untuk diam, biarkan lah dia memutuskan buat bercerita atau tidak.

"Sudah beberapa bulan ini suasana di rumah gw agak adem…tapi kemaren dia cari gara gara lagi" aku mendengarkan tak memberi komentar.

"Malam kemaren waktu gw baru pulang, habis mandi gw pergi ke kamar tengah buat nyalain TV, gw gak tau bokap belum tidur, gw lagi asyik liat liputan pertandingan bola tiba 2 dia masuk ruangan TV dan dengan entengnya dia ambil remote lalu TV di matiin, kayak ga` ada siapa2 diruangan itu".
"Tanpa basa basi dulu" tanyaku.

'"Iya,sama sekali ga ngomong…..!!"nadanya mengencang menegaskan.

"Gmana gw mau betah dan merasa comfort dirumah gw sendiri, bahkan buat nonton TV aja kayaknya udah gak ada hak".  mukanya menunjukkan sekali guratan kekecewaan.

"Mungkin dia ngerasa terganggu " tukasku tanpa maksud membela aku coba buat menenangkan dia.

"kencang dari hongkong,gw tuh pasang mute TV ,malah gw nonton kayak maling gak pake suara" Ups..suaranya meninggi, ternyata kataku untuk menenangkann dia  salan.
"Trus lo cabut..jalan keluar rumah lagi…?

"Enggak..gw capek, sudah seharian gw diluar rumah, gw pergi kekamar aja dan tadi pagi gw pergi sebelum dia bangun." dia berkata melihat keaah jendela.

Dibandingkan denganku, Rino mungkin lebih beruntung,itu versiku dia masih punya bokap sampai sekarang, sementara gw untuk inget wajah bokap aja gw harus berupaya mengarahkan memory apalagi buat mengingat moment apa yg pernah kita jalani bersama.
Bokap sudah "jauh" dari aku kecil dan kemudian datang dalam kehidupanku lagi setelah beliau sakit-sakitan dan beberapa tahun kemudian meninggal.

"Masih mending kayak gw kali ya No ,dari pada kayak elo punya bokap malah nge-resein" aku tertawa memperbandingkannya.

"Ya  kali…gak ngerti deh gw" katanya sambil mengangkat bahu.

 **********

Sebetulnya ini bukan cerita pertentangan Rino dan bapaknya yang pertama kalinya aku  dengar, tapi setelah beberapa lama tak mendengarnya , aku  berharap bahwa segala permasalahan antara Rino dengan bokapnya sudah mencair, karena aku tau Rino sudah berusaha sekali untuk jadi anak yang baik di mata bokapnya . Dengan cara seperti bekerja di tempat yang dipilihin sama bokapnya walaupun gw tau bahwa jenis pekerjaan itu bukanlah impiannya. bahkan dia Kuliah di tempoat dan fakultas yang dititahkan oleh sang bapak.

"Gw hanya merasa di perlakukan gak adil Al…kenapa dia gak bisa bersikap sama terhadap gw seperti sikap yg dia perlakukan terhadap adik adik gw.

Kenapa dia gak pernah bias bicara sama gw , atau sedikit menanyakan keadaan gw.Gw butuh juga disapa ama diakan? ,gw anaknya bukan orang lain dirumah itu". keluhkesahnya berlanjut.

"Kenapa gak lo dulu yang coba nyapa dia,berbasa basilah…."saranku

"Sudah, sudah capek gw tapi gak di anggap..gw pernah dimarahin setelah gw cuciin motornya...anehkan??"

Waktu gw minta uang kuliah dulu ama nyokap,dia juga marah..kenapa gak minta langsung kedia alasannya,waktu gw minta langsung eh dia malah ninggalin gw saat ngomong."

"Gila kali bokap lo ya…?"jawabku sambil bercanda

"Sekarang apakah gw salah kalau gw lahir saat dia gak ada?katanya."Emang dia kmana ..?" . Nah untuk yang ini kau baru mendengarnya.

"Diakan pergi buat ngelanjutin kuliahnya keluar ketika mereka baru nikah sementara nyokap ngandung gw dan baru balik setelah gw berumur 5 tahun." Rino Menjelaskan.

"Iya sih, tapi apakah dia gak merasa memiliki elo juga , walaupun lo lahir dia gak ada, Jangan jangan dia ngerasa lo bukan anaknya kali..?" jawabku masih becanda…..

"Enak aja lo…"si Rino meninju bahu gw sambil ketawa.

 ***********

Kalau aku perhatikan sepintas mereka sangat mirip sebagai anak dan bapak, bentuk badan, cara berjalan bahkan bentuk suarapun agak mirip. Aku pernah salah panggil ketika bapaknya Rino berdri didepan pintu , dari jauh malah gw teriakin gw sangka Rino yang berdiri karena postur tubuh mereka dan cara mereka berjalan mereka yang mirip itu.

    Ayah,banyak orang yang dengan bangga menceritakan sosok itu, namun tidak dengan aku juga tidak dengan sahabatku Rino. Kita mengingatnya dengan ironi dengan rasa  yang berbeda. Seorang ayah bagiku adalah sebuah sosok tanda tanya, yang menguras memory untuk mengingatnya sehingga akhirnya aku anggap hanya sebagai manusia yang kebetulan menitipkan sperma kepada ibu dan terjadilah aku. Hanya demikian hubunganku dengannya.
Kita tidak saling membuka konsulat kasih sayang apalagi kedutaan Cinta.Kita tak mempunyai perwakilan di Negara hati masing masing.

Parahnya adalah sahabatku, ayahnya masih ada, sehat, utuh dan segar bugar tapi perjanjian bilateral anatara dia dan bokapnya tak pernah terwujud bahkan untuk sebuah agreement atau kesepakatan saling memahami. Entahlah siapa yang salah dalam kedua kasus itu dan kami berdua mencoba untuk tidak memikirkannya.

     Beruntunglah kami berdua tidak terjerumus kepada obat obat an atau pergaulan bebas, dapat menyelesaikan study masing masing tapi itu pun sedikit campur tangan dan bukan atas bimbingan sosok yang dinamakan ayah.

Kami berkembang karena alam menuntut kami untuk berkembang.kami tumbuh ,menghadapi permasalahan hidup dan akhirnya kami pecahkan sendiri.
Ketika ada teory tentang anak laki laki yang akan lebih dekat pada bapaknya disaat kecil dan akan dekat pada ibunya ketika dewasa, maka teory itu termentahkan sebelum kami dewasa.

 *********

Lo sih enak,gak harus ngeliat muka yg sebal ama lo setiap hari….Rino suatu hari pernah membandingkan.

"Lo gak ngeliat juga kenyataan, orang yang harusnya jadi teman lo malah berubah menjadi musuh lo dalam perang dingin." Ketusnya.

Iya sih,tapi lo juga ingat lebih baik ada dari pada gak ada sama sekali…..kataku berterory

Yang ada dia malah gak terima dengan teory gw ….

"Kalo gw malah milih gak ada, dari pada ada juga gak pernah bisa menjadi bokap buat gw"

"Ahh..udah lah pusing gw kalau disuruh pilih mana yang paling baik…."Akhir dari diskusi itu memang sering ngambang karena kita tak tau harus menyelesaikannnya darimana.

Sekarang kita berdua berdiri,diambang kedewasaan dan membutuhkan bentuk perhatian yang lain dari seorang ayah, pelajaran untuk menjadi laki laki seutuhnya, pelajaran untuk kelak juga menjadi seorang bapak.tapi darimana sumber ilmu itu kita dapat kalau yang berhak menjadi guru malah bermasalah.

Sosok yang seharusnya meraih tangan kita ketika  kita membutuhkannya malah tidak tampil dalam hidup kita berdua,sosok yang kita harapkan menjadi pelindung disaat kami berdua lemah, tak menampakkna kehadirannya.Walaupun ada dalam kehidupan Rino tapi dia membatu dan tak memberikan uluran bantuan itu.

Bagiku sosok itu sudah mati dan memang kenyataannnya beliau sudah mati, tapi tidak bagi sahabatku, ayahnya masih ada, bapaknya masih hidup dan bokap yang seharusnya jadi teman kami berdua juga seperti membelakangi kami.

Bila kami tumbuh dan menjadi sosok seperti ini, tolong jangan salahkan kami.

   6 comments

doel
July 8, 2006   12:16 PM PDT
 
Kalau niatnya cukup kuat untuk membina hubungan yang baik dan lebih baik, rasanya tidak perlu ada saat menunggu. Inisiatif memulai dan terus mencoba, meski gagal. Karena menyambung yang sudah putus lebih baik dari pada menunggu ada yang menyambungkannya :) seperti kabel dan listrik...
isna_nk
July 5, 2006   01:13 PM PDT
 
Bagaimana pun juga ... lelaki itu tetap menjadi pemimpin kang.... lakukan saja apa yang terbaik :) semaksimal yang kau mampu. bukan semaksimal yang kau mau ;)
tatari
July 4, 2006   10:25 AM PDT
 
sedih baca postingan ini..
kenapa yeh??

*komen gakmutu*
moi-meme
July 3, 2006   04:36 PM PDT
 
seems like a destiny we have to endure, mes amis....
al
July 3, 2006   04:34 PM PDT
 
katanya hidup itu adalah proses belajar, pengalaman diri dan orang lain adalah mata pelajarannya, semoga kita menjadi lebih baik :)

PA KABAR BOSS ??
Fannie
June 29, 2006   03:27 PM PDT
 
Makna yang lain adalah, kita sudah tahu (punya gambaran) seperti apa ayah yang baik jadi semoga ketika dirimu dan dirinya menjadi ayah kelak, kalian bisa lebih baik dari itu :)

P.S. Kapan ketemuan lage?

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments