Photobucket - Video and Image Hosting




Just an Ordinary Human



PENGUMUMAN:
Jakarta daily Schedulle: Monday 2 Friday from Nine 2 Five.
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from albaransyah. Make your own badge here.


My FB

Muhamad Nasrun Albaransyah Yusuf | Create Your Badge

My Webs

My blogspot(Poem&fiction)!

My Personal Multiply!



Teman di blog

Blognya Rudy!
Blognya Luigi!
Blognya Beny!
Blognya Bang Enda-Guru blog!
Blognya Helly!
Blognya Ocan!
Blognya Rommy!
Blognya Rio!
Blognya Imponk!
Blognya Sist.Arida!
Blognya Mba Na!
Blognya FaNNie!
Blognya Kang Ide!
Blognya Wawan!
Blognya Kere Kemplu!
Blognya Adhy!
Blognya Ubuy!
Blognya ruli!
Blognya Kang dadan!
Blognya mas Wisa!
Blognya V-cemol!
Blognya Doel-NZ!
Blognya Isna!
Blognya Dika-Londo!
Blognya Supri!
Blognya Nauval-S`pore!
Blognya Linda!
Blognya Ben!
Blognya Mel-Singaparna!
Blognya Ipe!
Blognya Tobby!
Blognya Siberia!
Blognya Ficano!
Blognya Ifan-Serang!
Blognya Alid!
Angga.net!
Blognya Bram Qinkqonk
Blognya Bradley
Blognya Ullie Pohan
Blognya Yaya
Blognya Yoenoez
Blognya Momon
Blognya DQ Narcisst
Blognya Bunga
Blognya Jeng Lucy
Blognya Jeng Unai
Blognya Adek Nabilla
Blognya Apey
Blognya Ali
Blognya Hiking
Blognya Rani Jogja
Blognya Bagus!
Blognya Arik-Solo!

Recent Post

Photo Perjalanan

My Photobucket
Lido`s outbound and rafting
Field at night
My Team
Dibawah Tanker::The Picture::
Dari Sabang sampai Merauke

Blog ini listing di:

Listed on Blogwise
PT.Alnasdays TBK


"Terimakasih atas kunjungannya"


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, March 04, 2010
God .. I Love U so much!

I`m a such as a "lucky bustard"...

God so nice and gave me fully blessing.

Beside my ignorant and egoism attitude

He gave me so many present.

And today..Ive got my own Car.

Yes, this day is my 1st day to have my own car.

God..I love U so much!!

Posted at 07:33 pm by alnash
Comments (2)  

Wednesday, January 20, 2010
Sajak sajak dimasjid setengah jadi

Duduk hadap hadapan


Duduk disini, didalam masjid setegah jadi
diriku dan Tuhan hadap hadapan
Duduk disini, menunggu hujan berhenti
penyebab dari alam, sehingga aku dan Tuhanku duduk hadap hadapan


Tak seorangpun mau menyapaku
Tak juga ada yang  mau menemaniku
Satu persatu pergi, hingga akhirnya
tinggallah aku dan Tuhanku hadap hadapan

Tuhanku hanya diam, dan aku pun duduk terdiam
Kami tak sedang bermusuhan
hanya tak akrab seperti yang dulu dilakukan

Hujan diluar seakan Dia gelontorkan
agar langkahku terhambat untuk menghindar
karena biasanya, pertemuan dengan-Nya sekejap
bahkan terkadang sengaja aku batalkan.
kali ini....aku harus berhadap hadapan
              aku harus berpanjang panjang

       
Aku masih diam,
namun dadaku seakan ingin meledak menahan sesak tertahan
Tuhan, terlalu banyak yang ingin aku kadukan
Namun lidahku tercekat karena karena selama ini kerap membangkang

Aku dan Tuhanku duduk hadap hadapan
tanpa sepatah kata pun terucapkan...


Masjid setengah jadi
Jatiwaringin, 18 Jan 2010

================================================================


Diatas Tuhan Memandang


Diatas ada nama-Mu
Tuhan semesta alam
dan aku memandang dari kejauhan

Diatas ada Diri-Mu
melihat penghuni alam
dan aku kau pandangi tanpa henti

aku menghindar
aku sembunyi,
aku keluarkan banyak alibi

Wahai Tuhan yang  memandang
aku malu kau pandangi dengan cara itu
aku malu karena ulahku, bukan karena pandangan Mu itu...


Masjid setengah jadi
Jatiwaringin, 18 Jan 2010

================================================================


Aku ingin ada yang datang


Kuingin ada yang datang
mendekatiku dan berkata " Assalamualaikum, kenapa anak menangis?"
dan setelah itu, aku akan lancar berkeluh kesah

Aku ingin ada yang datang,
menanyakan resah hati, dan mendengarkan ke khawatiran diri

wahai yang Maha Pemurah
kirimkanlah utusan itu....
yang telinganya maha mendengar dan matanya maha melihat.

Aku ingin ada yang datang..


Masjid setengah jadi
Jatiwaringin, 18 Jan 2010

================================================================

Hidup


Hidup yang telah berjalan sejauh ini
sejauh jalan yang kau beri
sejauh jarak yang kau Ridhoi
sebanyak umur sebagai jatah diri

berjalan dan hanya kau yang sanggup
MEMBUATNYA BERHENTI.


Masjid setengah jadi
Jatiwaringin, 18 Jan 2010

===============================================================

Kangen


Saya kangen rumah,
rumah yang benar benar rumah saya

Saya kangen ibu,
ibu yang benar benar ibu saya

saya kangen cinta,
cinta yang benar benar cinta saya

saya kangen pulang,
pulang ke tempat yang sebenar benarnya


saya kangen Tuhan,
Tuhan yang benar benar Tuhan saya...

Maafkanlah saya Tuhan....Astaghfirullah!!


Masjid setengah jadi
Jatiwaringin, 18 Jan 2010

 

Posted at 11:44 pm by alnash
Comment (1)  

Thursday, December 31, 2009
Days in 2009


Photobucket

Pagi ini, pagi terakhir di 2009,  sebelum berpisah seperti tahun tahun sebelumnya saya biasanya membuat catatan tentang apa yang sudah terjadi di tahun yang akan segera berkahir ini. Mirip kayak acara TV, kalau mereka bilang kaleidoskop kalau saya katakan ini adalah catatan akhir tahun . Tahun 2009  yang sudah sama sama kita jalani.

 

Berikut catatannya:

 

January 2009

 

Bulan euphoria saya, karena setelah berjuang dengan maksimal di 2008 saya mendapatkan promosi dari  usaha sampingan yang awalnya tak terbayangkan akan bergerak cepat dan menjadi pekerjaan saya sepenuhnya. Di January 2009 saya dan teman teman di satu group penjualan mengadakan Goal Setting dan kita memilih Gunung Geulis Puncak sebagai lokasinya. Di bulan ini pula akhirnya group Mommy  resmi terpecah dan saya mempunyai selling group sendiri. Akhirnya.

 

February 2009

 

Pengukuhan saya menjadi Unit Manager, acara kick off dan Inagurasinya di Kemayoran Expo, dan datang juga teman agent saya dari Jogja dan Jakarta, kita mengikuti acara ini selama tiga hari. Menjadi panitia kecil di Jakarta bertugas menyediakan akomodasi dan sempat mentediakan hotel bagi mereka di jalan Jaksa.

Bulan bingung karena banyak aktivitas baru yang saya gak pernah bayangkan, Jadi pembicara di seminar keuangan yang diadakan kantor, jadi Trainer buat mereka yang baru bergaung dan aya di percaya membawakan materi product knowledge tentang Insurance, menjadi tempat bertanya tentang Insurance in syaria perspective ways, dari ilmu saya yang belum seberapa, bahkan juga jadi MC.

Im quite shocking with my brand new activity…*happily shocking actually*

 

Maret 2009

 

Tidak banyak yang berubah, dan saya harus segera bangun dari gegap euphoria, produksi penjualan group tidak maksimal dan saya limbung dengan kondisi baru serta banyak hal yang berubah. Pekerjaan di bidang kesehatan pelan pelan saya kurangi dan masa membuat pilihan dengan banyak sekali ke khawatiran.

Mencari pengganti alias replacer untuk posisi yang selama ini di perusahaan kesehatan dan akhirnya  dapatlah teman lama sebagai pengganti. Bullan ini saya masih bekerjasebagai karyawan dan masih ada dua pemasukkan yang membuat saya masih tidur di awan.

 

April 2009

 

Bulan terkahir saya sebagai karyawan di perusahaan kesehatan tempat saya 2 tahun terakhir bekerja, setelah melakukan training dan melakukan negosiaasi dengan teman saya tersebut, maka dia putuskan untuk masuk kerja di bulan depannya.

Bulan ini adalah masa persiapan mental menghadapi banyak perubahan lagi yang jauh lebih signifikan.  Mulai Hunting tempat fitness sebagai pengganti aktivitas pagi saya yang nanti akan sedikit berkurang.

 

May 2009

 

Saatnya saya mencopot gelar Bangsawan atau bangsa karyawan. Dengan Bismillah saya memulai hidup baru dan membeli kemerdekaan diri. Alhamdulillah mulai terlihat hasil dari focus kerjaan, Seperti yang di nasehatkan bahwa akan ada masa masa  dimana akan sedikit terpuruk dulu dari sisi keuangan namun itu sementara, dan ternyata mommy benar. Badai pasti berlalu, in fact, She is always right…..:)

 

Juni 2009

 

Masalah keuangan saya ternyata aman, karena sudah mengantasipisainya secara tidak langsung, dengan cara simple yang penting tidak ada kewajiban cicilan atau utang. Dan memang tidak ada  kecuali satu apartement. Untuk apartmenet itu cicilan nya bisa masih di tanggulangi dengan cas flow yang sudah saya persiapkan. Di bulanJuni hasil group belum maksimal dan baru bertemu dengan satu agent ajaib bernama Aminah Khu yang masuk melalui jalur tak terduga dan membawa khabar gembira.  Closingan terbesar nya.

 

July 2009

 

Saya pulang ke padang, uni saya satu satunya yang belum menikah akhirnya mendapatkan jodohnya di kota payamkumbuh, selama disana saya memantau perkembangan group dan berita gembira yang di dapatkan adalah group saya mendapatkan peringkat tiga penjualan di bulan itu. Alhamdulillah.

Pulang dari padang, membawa berita gembira dengan adanya closingan dari beberapa saudara saya, akhirnya ada juga saudara saya yang sadar akan manfaatnya. Saudara saya di padang terutama yang anak ke tiga dari bapaknya yang berstatus PNS masuk semua dan saudara yang berprofesi sebagai wirausahawan masuk sebagai client saya.

 

Agustus 2009

 

Di Agustus 2009 tepatnya tangggal 17 saya dan momy merayakannya di Bali. Akhirnya Kuta dan sekitarnya bisa di jejaki juga. Setelah sebelumnya hanya bisa transit di pulau dewata. Saya mendatangi sahabat saya tercinta TJ disana, dan mendapatkan kesempatan bersama keluarga Anis mengikuti upacara Mukur sebagai bentuk pelepasan arwah halus bapak Anis yang meninggal dan di Ngaben beberapa waktu yang lalu.

 

September 2009

 

Bulan puasa,  sibuk bekerja dan menjadikan puasa ini malah tidak ada yang di lewatkan drumah. Oiya, puasa ini juga bisa membuat saya menemukan tempat makan yang aneh dan lezat sekitaran Binus berkat kedekatan saya dengan tetangga kost yang sama sama sahur di luar. Bulan Puasa yang berjalan cepat, setelah episode masjid Muhamadiyah dan safarai taraweh ala saya sendiri lakukan, akhirnya menjelang ramadhan usai saya bisa pulang kampung. Lebaran di Ciomas seperti biasa, dan jalan jalan setelah shakat ied ke kelapa tujuh sekeluarga.

 

Oktober 2009

 

Setelah berlebaran, beberapa minggu kemudian musibah melanda Sumatera Barat. Berita gempa yang saya tidak tau sebelumnya, dapat pertanyaan dari teman yang asal Sumbar tentang kondisi keluarga saya, dan dengan becanda saya bilang keluarga aman saja, namun setelah buka situs berita…Wah…parahnya. Ambacang Hotel hamper rata dengan tanah. Bulan ini semua bangsa Indonesia menjadi prihatin, mirip dengan kondisi aceh dan Jogja pengumpulan dana di mana mana.

Keluraga di padang bisa saya hubungi 2 jam pasca gempa melalui telephone rumah dan alhamdulillah tidaka da korban jiwa hanya rumah retak namun tak ada yang sangat berarti kerusakaanya.

Saya bulan ini melakukan tour ke jawa lagi. Menemui teman saya yang menjadi klient atau mereka yang dulu sempat akrab baik selama di SOS atau ketika saya bekerja dluar kota, Sragen, Sukoharjo, Solo dan Jogja. Berbekal tiket ajaib harganya dari Air Asia kurang lebih seminggu saya di keliling jawa tengah dan Jogja.

 

November 2009

 

Bulan favorit saya sepanjang tahun, musim hujan namun tidak banjjir, produksi group saya memasuki tahap aman, seorang lagi agent terbaik saya sudah mulai berproduksi anak muda bintang masa depan, yang saya temukan karena refferensi dari teman blog yang awalnya saya tawarkan pekerjaan ini. Rizky memberikan nomer kontak Mahendra lalu beberapa waktu kemudian dia sudah bisa menunjukkan kwalitasnya, November 10 case sudah di dapatkannya. Banyak rintangan di awal awal namun dengan kedewasaaannya mahe bisa melewatinya. Makasih buat Rizky yang sudah menjadi perpanjangan tangan keajaiban itu.  Mahe akan d wisuda dua kali di 2010 seperti janjinya. Wisuda kampus dan  Wisuda di Pru.

 

Desember 2009

 

Masih fresh….banyak peristiwa seperti  Nonton Jiffest, nonton konser musik, dan jalan jalan,  banyak senang, banyak baca buku  lagi karena target sudah di penuhi.  Walau bukan target promosi setidaknya posisi produksi saya masih aman di tahun ini. Saya banyakmencari channel baru dengan bertemu dengan orang orang baru dari lingkungan yang juga baru. Melalui hadir di banyak acara sosial. Setelah hasil yang kurang signifikan di Serang yang saya rintis dari pertengahan tahun akhirnya saya mendapatkan team baru di group, di bulan ini sibuk dengan coaching orang baru dan mendaftarkan mereka ke kantor pusat. Hasilnya hampir 10 orang tenaga baru sekarang mengisi formasi d group . Sebagai penopang buat Unggul dan Mahendra yang akan menggantikan posisi saya di tahun depan.

Formasinya sudah siap dan semoga hasilnya juga kuat dan mantap.

 

Bismillah, dan  2010 besok kita mulai…..


Posted at 05:52 am by alnash
Comment (1)  

Monday, September 28, 2009
halif Khaelani

Akhir January 2009
Semua berawal dari sebuah telephone yang saya terima beberapa hari setelah acara Kick Andy itu ditayangkan, suara pria yang cemas menceritakan tentang kondisi kemenakannya. Saya Masih ingat, ketika itu saat menerima telephone dalam kondisi sangat tidak konsentrasi karena sedang berada di atas motor, di bonceng oleh teman pulang menonton pertunjukkan di Taman Ismail Marzuki.

Dari suara yang berhasil di dengar dan dapat mengerti karena bising oleh jalanan Jakarta, di ceritakan bahwa ada anak yang berstatus keponakan sedang terbaring sakit karena menderita Leukemia, penyakit yang membawa saya kepada acara TV itu dan perkenalan ini. Lalu, karena pertimbangan untuk penguatan mentalnya agar bertemu dengan orang yang pernah mengalaami hal yang sama, maka sang paman yang kemudian saya kenal bernama Tachir, meminta saya untuk menengok anak tersebut.

Saya menyanggupi, karena Insya Allah saya memang meniatkan agar kehadiran saya dapat memberikan semangat dan meringankan beban, walau saya tau bukan menyembuhkan. Faktor semangat dan daya juang untuk bertahan hidup sangat berkorelasi dengan proses kesembuhan seorang penderita kanker. Bertolak dari kesadaran tersebutlah saya menyanggupinya. Di buatlah janji unuk bertemu dan berangkat sabtu esok harinya.

Awal February 2009
Siang itu, ketika Jakarta sedang panas panasnya, saya berjalan di trotoar tepat di depan kedubes Australia, lagi telephone saya berbunyi, kali ini permohonan maaf dan maklum, karena janji untuk pergi ke Rawamangun *tempat ponakan Mas Tachir tinggal* untuk minggu ini di tunda. Saya menanyakan alasannya, dan di katakan ini karena permintaan Khalif *nama anak yang sakit tersebut sendiri*.

Hmm, sejenak saya bingung, namun akhirnya saya sadar bahwa saya lupa, yang sakit itu adalah anak kecil, masih usia Sekolah Dasar, mempunyai cara pandang dan pola piker yang berbeda dengan kita manusia dewasa. Dari apa yang di tuturkan oleh mas tachir saya menangkap alasan keberatan atas kedatangan saya karena Khalif belum bisa menghadapi orang asing, apalagi yang dterima olehnya adalah orang asing yang menengok karena pernah bernasib yang sama.
Saya Sangat dapat memahaminya.

Antara April dan Mei 2009
Selang beberapa bulan setelah komunikasi yang terakhir, saya mendapatkan telephone lagi, kali ini berita gembira. Khalif sudah mengalami perbaikan, kondisi badannya cenderung stabil, walau belum pernah melihat sosoknya, namun saya langsung membayangkan teman kemotherapi saya yang dulu juga berusia Sekolah Dasar, yang kemudian bisa ceria dengan kepala gundulnya, Ahh..semoga Khalif membaik seperti teman Saya itu dulu.
Saya tersenyum, berita ini saya anggap pertanda baik, karena motivasi dan semangat adalah obat terampuh untuk melawan kanker selain kemotherapi.
Semoga ya Allah…

Setelah berita yang menyenangkan itu, nyaris tak ada sama sekali informasi tentang Khalif, mas Tachir yang dulu sering mengabarkan kepada saya kondisinya kini tak lagi ada khabarnya. Saya sendiri pun, sibuk dalam irama kerja serta semua hal dalam hidup yang menjadi tanggung jawab membuat saya juga tidak sering mengecek kondisinya.

Pernah satu kali seingat saya, berusaha untuk menelphone, namun nomer CDMA satu satunya yang di pakai oleh pamannya Khalif untuk menelephone saya dari pertama tersebut tidak aktif, setelah itu tak ada lagi berita dan usaha saya.

Sampai malam ini…

25 September 2009 pukul 22.34
Libur lebaran saya berada dirumah ibu di Serang, setelah kembali ke kamar saya yang selesai d semproti obat anti nyamuk dari sejam yang lalu, seusai menunaikan shalat isya dan sempat *ada hubungannya atau tidak* menonton Kick Andy Episode Korban Lapindo, saya mencek HP yg tertinggal d kantong celana di dalam kamar , lalu mendapatkan SMS dari mas Tachir berbunyi demikian:
"Mas keponakan saya sudah gak ada, Terimakasih atas saran saranya dan mohon doanya untuk Khalif Khaelani.Thx.Tahir."

Saya kaget, terdiam sejenak, dan hanya bisa menuliskan Innalillahi….pada kolom kosong reply sms, tanpa tau apa yang harus saya tuliskan lagi. Cukup lama kursor di layer HP ber kedip kedip tanda meminta jawaban dan apa yang saya fikirkan…akhirnya saya
menyampaikan maaf yang sebesar besarnya karena tidak bisa maksimal membantu.

Teriring doa saya untuk Khalif, anak yang tak pernah saya lihat wajahnya, rekan saya yang akhirnya di panggil sang Khalik dan sudah menunaikan tugasnya di dunia, "semoga Khalif menjadi syuhada yang sebenar benarmya, berdiri dan berdiam di mimbar Illahi bersama para syuhada pendahulu, menjadi warga penghias syurga dan menunggu saatnya berkumpul bersama orang tua dan keluarga nya nanti."<i/i>
Amienn..


Posted at 01:58 am by alnash
Your Comment  

Wednesday, September 16, 2009
Selamat Hari Raya 1 Syawal 1430 H

Ramadhan yg mulia akan berlalu,
Idul Fitri yang agung akan segera tiba. 

Tiada kata yang bisa menggetarkan hati selain takbir akbar yang terucap.

Selamat meraih kemenangan, semoga kembali ke fitrah.


"Taqobbalallahu minna waminkum shiyamana wa shiyamakum

Taqobbalallahu minna wa minkum, Minal Aidin wal Faizin."

dari dalam lubuk hati terdalam saya ucapkan:

Mohon maaf lahir dan bathin


Posted at 01:57 pm by alnash
Your Comment  

Friday, July 17, 2009
Apa isi Fikiran orang orang itu...

Kamu tau kira kira apa isi otak orang yang meledakkan bom itu, apa yang mereka fikirkan ketika berniat untuk membuat sebuah gedung hancur dan orang yang tak tau menahu menjadi korbannya??

Tadi siang ketika mengikuti shalat Jumat Khatib yang menyampaikan khotbah sampai menangis, mengekspresikan keprihatinannya akan kondisi ini, beliau mengatakan bahwa setiap terjadinya peledakaan bom selalu akan diidentikkan dengan Islam, dan itu yang sangat sakit dirasakan oleh sebagian besar umatnya, disalahkan dan kemudian juga menjadi korban atas perbuatan orang orang yang mengtasnamakan agama nya sendiri., jadi korban sekaligus terdakwa.

Sebagai umat terbesar di negeri ini pasti kita akan merasa geram terhadap orang orang yang mengatasnamakan agama kita dengan menghancurkan tempat dan membunuhi orang tak bersalah yang mungkin pada hari jumat tadi korban yang terbunuh juga berniat shalat jumat di siang hari nya, tapi niat mereka tak pernah tersampaikan lagi karena sudah di cabut oleh tangan saudara mereka sendiri yang membunuh mereka dengan atas nama agama yang juga mereka yakini. Ironi!!

Apakah ada yang yang tau, paham sesat apa yang sudah merasuki otak orang orang iu, didikan seperti apa yang di cekoki kedalam otaknya sehingga tega membunuhi saudara saudaranya sendiri???

Sknario Tuhan di jumat pagi itu, menjadikan saya saksi kebiadaban itu, saya terbengong sendiri di tengah hiruk pikuk dan kepanikan orang. Deringan sirene, dan raungan klaksonAmbulance yang bolak balik membawa korban, tak terbayangkan perih rasanya jika yang berada dalam ambulance itu adalah salah satu dari Suami, istri,kekasih,orag tua, kakak, adik , kekasih,,sahabat , teman , tetannga, kolega kita sendiri…
Saya yang ada keperluan untuk datang kesalah satu gedung dekat lokasi, menjadi terkejut dan bingung, mencerna apa yang sedang terjadi. Lalu terdiam kaku ketika sadar apa yang baru saja terjadi beberapa menit berselang.

Apakah mereka, yang melakukan ini pernah membayangkan, jika yang ada didalam tempat yang mereka bom itu masih bertalian darah dengan mereka, bertalian emosi, lalu di kemanakan hadis dari Rasul Agung bahwa sesama muslim kita adalah bersaudara. Apakah sudah hilang semua itu karena tergerus oleh doktrin doktrin sesat dan menyesatkan atas nama Jihad salah kaprah yang mereka yakini sebagai kebenaran.

Jihad adalah ketika kita berjibaku didalam pekerjaan kita dengan sebaik baiknya demi mencari nafkah bagi keluarga, Jihad adalah ketika kita bisa menjadi bermanfaat dengan ilmu, amal dan harta bagi orang orang di sekeliling kita. aSama sekali bukan jihad apabila itu dilakukan dengan membunuhi siapa saja dengan sengaja…

Islam tak pernah dan tak akan pernah mengajari penganutnya berbut sedemikian itu…

Wallahualam bissawab…



Untuk Keluarga korban, bersabarlah karena kemenangan akan datang untuk pihak yang dapat bersabar dari cobaan besar.

*Innalillahi wa innaillahi Rojiun, semua berasal dari yang Kuasa dan akan kembali kepada Nya*

Posted at 11:58 pm by alnash
Comment (1)  

Sunday, June 14, 2009
Palmerah antara Maghrib dan Isya

Photobucket

Kamu tau hidup di kota besar terkadang ada bagian diri yang merasa di abaikan, kamu bisa merasakan ada kekeringan yang susah untuk didefenisikan namun sesaat kadang  rasa itu  meletup keluar dan kita merasakan ketidaknyamanan dalam hidup.


Kalau kamu tidak merasa, mungkin ini hanya symptom kota besar yang hanya saya saja merasakannya. Saya menamakan itu "kekeringan Ruhiyah"  sebuah keadaan yang timbul karena 99 % dari hati dan fikiran kita hanya tertuju kepada pemujaan terhadap benda dan harta. Kondisi yang timbul apabila nilai Illahiah sudah menjauh dan dia memanggil manggil dari dalam diri untuk di kembalikan.


Kamu tau…sebetulnya manusia dilahirkan adalah suci, dan setiap dari kita adalah insan yang mulia, makhluk terbaik ciptaannya. Kamu pasti meng-iya-kan apabila ternyata manusia tidak selama nya baik, namun harfiah  alias sejatinya seorang manusia tidaklah demikian. Dia menjadi jahat karena banyak faktor dan latar belakang yang menyebabkan dia berubah menjadi sedemikin , salah satu fator terbesarnya  adalah lingkungan.


Karena faktor terbesar dalam merubah pribadi dari seoragn anak manusia adalah lingkungan, dan kota besar adalah lingkungan tempat saya hidup saat ini, maka saya tidak ingin  fikiran dan isi otak saya menjadi berubah tidak benar  hanya gara gara saya tinggal dikota besar.


Dalam tulisan ini saya tidak sedang mencari  pembenaran dari  sebuah analisa awam bahwa lingkungan di kota besar dapat merubah isi otak manusia, hanya saya mencoba berfikir dan merenungkan bahwa ternyata dari apa yang saya alami, kesibukan dan semua  rutinitas di kota besar sangat berperan sekali menjauhkan manusia dari diri nya sendiri dan menjauhkan dirinya dari pencipta nya.


Memang benar, yang jahat tetap akan jahat dimanapun dia tinggal, pencuri mungkin saja ada di dalam pesantren, namun orang berhati mulia mungkin juga saat ini sedang terpuruk didalam penjara, namun sekali lagi dari apa yang saat ini di alami, kesimpulannya didapat adalah lingkungan dapat merubah pribadi dari yang baik menjadi jahat atau sebaliknya.

Keterasingan diri saya dari diri saya sendiri dan Tuhan kadang tanpa saya sadari, lalu pemberontakkan pemberontakan kecil akan aturan Tuhan saya fikirkan dan kemudian di lakukan, sebagai seorang Muslim Tuhan akan memaklumi saya untuk tidak shalat Isya karena saya sudah capek bekerja seharian dan baru pulang setelah larut malam, demikian salah satu contohnya.


Pemberontakkan yang kemudian menjadi rutinitas adalah habit saya untuk susah bangun pagi lalu subuh saya terlewatkan. Itu pemberontakkan saya yang lainnya, dan akan banyak lagi kalau tidak saya segera hentikan.

Pemberontakkan pemberontakan itu takutnya menjadi sebuah pembenaran atas sebuah kesalahan, dan lebih menakutkan lagi menjadis ebuah awal dari pemberontakkan yang lebih besar,  naudzubillah.


Padahal kalau di fikir fikir, apa hak saya sampai berani berani nya memberontak kepada  Dzat yang sesungguhnya tidak butuh dengan semua shalat saya itu, bukankah kewajiban shalat itu sesungguhnya adalah  hak saya untuk berdialog dengan Pencipta, Sesuatu yang menciptakann saya, sebuah hak yang istimewa namun saya abaikan malah berangapan itu adalah sebuah beban.


Manusia apabiila dilihat dari langit  ketika di atas pesawat sangat tidak ada  apa apanya, bahkan dia seperti amuba yang melat lata di atas permukaan luas bumi, benar kata Sang pencipta, manusia hanya bagai debu yang diterbangkan. Sangat tidak punya daya upaya, karena ketika kata "Kun" di ucapkan maka "Fayakun" akan terjadilah apa yang terjadi dan menjadi takdirnya. Hidup dan mati manusia bisa terjadi sekejap ibarat membalikkan telapak tangan saja.


Saya merasa sangat sombong saat ini, ketika menyadari telah melakukan pemberontakan pemberontakkan tidak penting itu setiap hari. Sombong karena ada rasa di hati bahwa Tuhanlah yang buth akan tunggang tungging saya dalam shalat bukan diri saya, yang maka Kuasa tidak lah membutuhkannya. Sekali lagi ,  sesungguhnya saya adalah manusia yang membutuhkannya.


Sangat tidak pantas untuk di tiru dan sangat sangat sebuah produk dari keadaan diri yang tumbuh di dalam masyarakat hedon  metropolitan. Sebaik baiknya manusia adalah yang bisa tumbuh berkembang di dalam kolam apapun namun tidak mengikuti arus deras menuju kesesatan di sekitarnya namun tetap mempunyai prinsip diri dalam menjalani hidup sebagai pribadi yang utuh, sebagai dirinya sendiri, makhluk Tuhan yang sudah sepantasnya hidup untuk menghamba kepada sang penciptanya.


Ini adalah kontemplasi untuk diri saya, namun semoga bisa bermakna bagi semua.


"Tulisan diatas Sajadah "

Palmerah Minggu 14 Juni 2009 antara Maghrib dan Isya


Posted at 08:50 pm by alnash
Comments (2)  

Sunday, May 17, 2009
Aku MEMILIH

choosing image
Aku memilih TIDAK menjadi INSAN BIASA, memang hak-ku untuk menjadi LUAR BIASA. Aku mencari KESEMPATAN bukan PERLINDUNGAN. Aku tidak ingin menjadi warga yang terkungkung, rendah diri dan terpedaya kerena dilindungi oleh pihak BERKUASA.

Aku siap untuk menghadapi RESIKO TERENCANA, berangan - angan dan membina untuk GAGAL dan SUKSES.

Aku MENOLAK menukar INSENTIF dengan DERMA. Aku memilih TANTANGAN HIDUP dari pada DERMA. Aku memilih tantangan hidup dari pada kehidupan yang terjamin, kenikmatan mencapai sesuatu, bukan utopia yang basi.

Aku TIDAK AKAN menjual KEBEBASANKU, tidak juga KEMULIAANKU untuk mendapatkan DERMA.

Aku tidak akan MERENDAHKAN DIRI. Pada sembarang ATASAN dan ANCAMAN. Sudah menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah dan berani. Untuk BERFIKIR dan BERTINDAK untuk diri sendri. Untuk meraih segala KEUNTUNGAN hasil kerja sendiri, dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata " INI TELAH KULAKUKAN !" Segalanya ini memberikan MAKNA SEORANG INSAN

Posted at 11:38 am by alnash
Your Comment  

Thursday, April 30, 2009
Silence Farewell

So many "last think" for today, sit on this chair inside my room.

May last day as an employee and last day to here as a person in charge for all kind of business related to me.

 

Hmmmhh…my ten years as an employee ended today, and tomorrow when the sun raise at 1st may everything will change, Ill wake up and going to another place, read my own journey as a self employee , people who have his own business and his own responsibilities.


For tomorrow, my life on my own hand, better or worst, sound quite spooky but that’s like a challenge to proof it especially for my own, how high that I could reach my own dreams.

 

For better future.. I was choose to leave everything here with so comfort situation inside, the comfort thing that would be kill me if  I choose to lets stay here.

This is an option that I am choosing with 100 % conscious mind. Just let’s give a time for me to work harder and smarter than before, and after that will more success than before. Amin

 

Silence farewell today, just me and this empty room,

Here on the empty quite big my *ex* room…

 

Jakarta , April 30, 2009


Posted at 12:42 pm by alnash
Your Comment  

Friday, April 17, 2009
They Dance Alone

    Dalam jiwa manusia ada sebuah tempat untuk mengedepankan rasa, dan me-nomordua-kan logika, tempat yang memberikan waktu bagi diri manusia tersebut melakukan kontemplasi , merenungkan tentang hakikat dirinya, menikmati hal yang indah bersifat seni dan disukainya, merasakan pedih yang ingin di kenang, merasakan memory yang sudah lama lepas dari bayangan.


   Setelah lama hidup di kota besar dan selalu mengedapankan logika untuk bertahan hidup, keinginan mendengarkan suara hati dari sudut yag lain itu kadang mengemuka,  terkadang bukan karena tidak mempunyai waktu namun karena waktu yang tersedia tidak selalu tepat untuk mendengarkan suara hati tersebut.

Waktu yang bagi saya sebut sebagai “Menari sendiri”. 

*Penamaan  untuk suasana seperti itu terinspirasi dari lagunya Sting “They Dance Alone”*

Waktu special milik diri kita pribadi tanpa campur tangan pihak manapun dan kita bebas memikirkan apa yang ingin di fikirkan, berandai andai, mengingat ingat lalu merenungkan semua yang ada lalu bagi saya menuliskannya dengan lancar , tulisan itu mengalir deras seperti air sungai mengalir mengikuti arusnya.

 

    Saat seperti itu juga akan membuat kita merasa lebih dekat dengan Tuhan, bentuk lain dari sebuah tahajjud, jika dalam tahajud ada gerak rakaat yang harus di implementasikan namun yang ini bagai sebuah doa setelah tahajjud, moment ini adalah saat Tuhan dan penciptanya begitu dekat, bisa berkomunikasi dengan segala cara, dapat berkeluh kesah dan mengadukan semua yang ingin di kadukan unuk kemudian mendapatkan pencerahan serta semangat baru kembali

 

Tanpa disadari jaman menjauhkan manusia dari dirinya sendiri, semua tuntutan dan keadaan yang di kondisikan agar dapat di penuhi sesegera dan secepat mungkin membuat manusia pontang panting untuk memenuhinya, lari secepatnya sehingga dapat membuat dirinya lari dari nilai kemanusiaan yang seharusnya tidak ikut di tinggalkannya.

 

    Kemanusiaan itu kembali mengemuka justru ketika disaat manusia tersebut terjatuh atau gagal, dia akan kembali kepada diri dan kepada penciptanya, berkeluh kesah dan menyalahkan apapun yang mungkin jadi penyebab situasi yang tidak menguntungkan tersebut, sebaliknya apabila sukses, dirinya akan semakin ditinggalkan, dan juga sang Pencipta yang menjadi penentu terlupakan, seakan tangan Tuhan tak bermain dalam percaturan hidupnya.

 

    Demikianlah hidup, nilai nilai kemanuisaan kadang sedikit terpaksa harus kita hidupkan kembali, untuk sekedar mengingatkan bahwa diri kita adalah manusia. Manusia yang tidak hanya membutuhkan kepuasaan dunia sebagai sumber pemuas dahaga satu satunya namun juga dahaga bathin yang  harus mendapatkan porsinya, sebelum hakikat kita sebagai makhluk ikut terserabut.

 

Saatnya menari sendiri ...

 


Posted at 04:13 pm by alnash
Your Comment  

Previous Page Next Page