Just an Ordinary Human
|
 |
Thursday, March 15, 2007

“Al…lagi seneng ya hidupnya?” Seorang brother nanya hari minggu kemarin ketika saya berkunjung kerumahnya.
” Kunaon kang….”jawab saya, kebetulan yang nanya itu orang Sunda.
“Engga..udah lama aja gak liat tulisan barunya diblog…” kata si akang
Hehehe….(tersipu maluw) saya menanggapinya. saya jawab.
“ Bisa wae, iya nih….lagi gak tau apa yang mau di postingin..” saya berdalih.
“Alahh itu mah pasti lagi happy..pasti lagi gak banyak masalah…biasana mah..sok curhat wae itu diblog…huehuehue” dia menertawakan habit saya.
Dilihat dari sejarah per-postingan yang terakhir adalah 22 January 007 that’s mean sudah hampir 3 bulan euy saya tidak pernah memasukkan sesuatu ke entry postingan walau blognya sih sering didatangin. Kalo blog itu makhluk hidup pasti dia sudah mati alias is that, gmana gak mokat tiga bulan euy tidak dinafkahi lahir bathin, ibarat istri di datangi sih didatangi tapi tidak di nafkahi…hihihihi
Kok bisa ya…? ya ini buktinya tapi semua itu ada alasannya dan alasannya adalaaah…….. (mikir cari bahan buat ngeles).
Pertama

Laptop saya di bajak oleh ponakan saya yang lagi nulis skripsinya di tingkat akhir Kuliah kebidanannya, jadilah laptop dell tercinta yang sudah mulai jadul itu terbenam hampir lima bulan di pedalaman Banten Selatan.
Ketika keinginan untuk menulis (biasanya datangnya dirumah kalau malam mau tidur) si alat sudah tidak tersedia lagi, jadilah bahan tulisan itu mengendap terserap dalam mimpi dan kemudian terlupakan keesokan harinya.
Kedua
Sibuk..ceunah…katanya begitu…kata siapa..?ya kata saya. Memang lebih sibuk dibanding tempat kerja sebelumnya, ada banyak tambahan kerjaan, sibuk cari client, sibuk maintain dengan client baru, sibuk proposed yang memungkinkan untuk kita ajak kerjasama, sibuk bikin Mou dengan rumah sakit daerah, sibuk ngebenahin site yang mulai aktif dan yang paling nista, sibuk dimaki maki sama company lama.
Hehehe..kalau yang ini pastinya akibat saya pindah ke competitor, dan mereka merasa Si Nothing mulai menjadi Somethink…makanya buat para boss jangan suka ngerendahin anak buah ya. Bumi berputar, waktu berubah dan apapun bisa terjadi. Orang orang yang dipandang sebelah mata kalau mereka bersatu bisa jadi membelalakan mata lho….*kok jadi curhat..:p*
OK..apalagi ya buat alasan selanjutnya…Hmm…
Ketiga
Oh iya..mungkin semua berjalan on the track dan tidak banyak kejutan kejutan dalam hidup. Bangun pagi (cenderung kesiangan, siap siap berangkat kerja, seharian di tempat kerja mulai gelap dan pulang, melalui jalan yang sama, lewatin rute yang sama dengan kendaraan yang sama, bertemu dengan orang yang cenderung itu itu juga, sabtu-minggu kuliah dengan jalur dan orang yang dikenal itu itu juga, teman baik semua (walaupun ada yang sedikit menyebalkan akhir akhir ini, ya sudahlah). Semua lurus lurus aja dan Alhamdulillah membuat kering juga terhadap ide.
Kesimpulannya, semua yang ditulis diatas adalah pembenaran saja, tak ada satupun yang jadi mean reason, kalau ditanya dari lubuk hati terdalam alasan sebenarnya adalah saya males aja. Penyakit yang belum ditemukan obatnya.
Yang jadi korban adalah siblog tercinta ini, dia jadi jablai alias jarang dibelai, untung aja dia adalah benda mati alias tak bernyawa, kalau enggak..hmmm..sudah dijamin akan jalan kemana mana dia mencari tangan untuk membelai…seperti gambar dibawah ini…

Hiiiiiiiiii..!!!
Posted at 02:37 pm by alnash
Permalink
Monday, January 22, 2007
Minggu terakhir disini, ditempat yang selama lebih dari empat tahun saya berada, berkarier dan mencari rezeki. Selama itu pula sejarah hidup dengan orang orang yang ada didalamnya tercatat. Namun saat ini akan segera berakhir.
Saya bersyukur sekali dengan keadaan ini, lepas dari sini seperti lepas dari sebuah ikatan yang sebetulnya sudah dari sejak semula ingin segera disudahi namun ternyata baru sekarang itu terlaksana.
Bagi teman yang juga seorang pekerja seperti saya pastilah tau sebabnya apabila seorang pekerja ingin mengundurkan diri, minimal ada dua penyebabnya, mendapatkan tawaran yang lebih baik secara financial/jabatan atau sudah tidak nyaman lagi di tempatnya semula bekerja, tetapi didalam kasus saya kedua hal itu terjadi.
Saya sudah tidak merasakan kenyamanan bekerja semenjak dari bulan Augustus 2006 kemarin, hampir setengah tahun, diawali dengan pindahnya teman sekerja yang semua tugas dan tanggung jawabnya dibebankan kepada saya tanpa pengganti ataupun kompensasi apa apa.
Semenjak itu pekerjaan berubah menjadi beban, tumpukan pekerjan merubah kantor menjadi tempat yang tak lagi menyenangkan, semenjak datang hingga sore bahkan malam ketika istirahat dirumah seribu satu persoalan dan keadaan yang membuat saya harus senantiasa berfikir dan itu cenderung harus sendiri memutuskan, ketika dulu ada partner untuk sharing tugas dan pemikiran serta tanggung jawab, kali ini tidak, semua itu tertumpu kepada saya. Perubahan demi perubahan yang terjadi dalam perusahaan yang bisa disebut sebuah prestasi bagi mereka menjadikan beban buat saya. Ketika sebuah Mini Rumah sakit yang di ambil alih di Kalimantan Timur juga akhirnya menjadi tanggung jawab saya untuk me-manage karyawannya dalam level Medis.
Sampai dalam keadaan itu saya merasa cukup, saya sampai pada batas toleransi untuk mengalah dan diberika beban tanpa bisa menolak dan berargument.
Saya sampai pada kesimpulan bahwa “saya kerjakan atau saya keluar” karena untuk mengajukan argument sepertinya sudah sia sia.
Tibalah saatnya, menjelang tahun 2006 kemarin ditutup saya mendapatkan kesempatan dan kejelasan penawaran di tempat baru, segera saya setujui, tanpa banyak pertimbangan. Sebelumnya ada beberapa tempat lain yang juga mengajukan penawaran tapi belum sampai kepada pembicaraan final, sementara saya sudah seperti bom waktu berada di tempat ini. Sudah sangat ingin mengakhiri semuanya sesegera mungkin.
Alhamdulillah Tuhan menjawab resolusi tahun baru saya, INGIN PINDAH KERJA keluar dari situasi ini dengan baik dan mendapatkan tempat yang Insya Allah lebih baik.
Tanggal 26 Desember 2006 kemarin saya memasukan surat pengunduran diri dengan One Month Notice sesuai dengan aturan mereka dan saat ini adalah minggu akhir di Bulan January yang berarti hampir berakhir masa One Month Notice tersebut.
Saya akan pergi dari tempat yang sekarang dengan senyum terkembang dan semoga Tuhan memberkati jalan yang saya putuskan ini, memberikan kemudahan langkah saya kedepan dan dapat menjalankan semuanya dengan lapang dan tanpa banyak halangan.
Berada 3 tahun dilapangan dan setahun di back Office dengan team kerja yang lama memberikan banyak sekali pengalaman dan peluang, dari semua keadaan dan kesempitan dulu saya bisa mengambil hikmahnya, setidaknya tau bagaimana rasanya bekerja dalam keadaan tertekan.
Ternyata memang benar hidup adalah perubahan, yang abadi dalam hidup adalah ketidak abadian itu sendiri.
Dengan rasa syukur dan sejuta terimakasih saya menuliskan ini untuk orang orang yang menjadi saksi dan mendengar keluh kesah saya selama ini. Saya tak akan survive tanpa dukungan dan doanya.
Untuk Ibu di Serang dengan pertanyaan pertanyaan lugu ttng kondisi kerjaan saya.
Untuk TJ Curhatnya di CAVANA , Ade yang melihat setiap detik perkembangannya. Beib yang sempat menghilang lalu timbul kembali.Terimakasih untuk dukungannya.
Posted at 09:41 am by alnash
Permalink
Tuesday, November 28, 2006
Tahun berakhir ..harapan dimulai..
Iya..tahun boleh berakhir tapi harapan selalu harus dimulai..Apakah tahun ini sesuai dengan yang dikhayalkam tahun sebelumnya atau tidak, ENTAHLAH..tapi bukankah yang membuat kita tetap 'hidup' ber energi menghadapi hari depan adalah harapan. tak ada lagi arti hidup kita kalau harapan sudah padam.
tahun ini tinggal sebulan lagi dan saatnya melihat kebelakang sebentar, menatap kedepan, selamanya. Apa yang sudah dicapai dan apa yang masih tertinggal.
Dengan segala keterbatasan, baik dari diri dan keadaan, percaya bahwa masih ada setitik harapan. Cahaya dan titik harapan itu yang jangan dipadamkan...!!
Ini sebetulnya nasehat buat diri saya sendiri... karena hanya dengan cara menguatkan diri sendiri seperti ini, saya harap energy optimis ini bisa menular, memberikan tenaga lebih bersama sama menghadapi tantangan ke depan.
Sekali lagi manusia itu makhluk sosial..ketika dia lemah butuh penopang, ketika bersedih butuh pendengar, dan tidak salah juga ketika berpengharapan dan membagi energy POSITIVE dan optimis ini kepada yang lain.
Selamat menyambut tahun baru...(sebulan lebih cepat), takut nanti gak bisa nulis lagi....
Note : ketika email akses di kantor di banned, ketika sebetulnya kerjaan super duper numpuk, ketika BOSS meradang hampir setiap hari, ketika gaji hampir habis untuk bayar cicilan, ketika mendung pasti akan hujan setelah itu alam akan bersinar terang...Amienn!!!
Terimakasih Tuhan atas semua berkah ini.
Posted at 09:14 pm by alnash
Permalink
Wednesday, November 08, 2006
Sebentar lagi Ulang tahun, tapi sudah ada teman kerja yang memberikan kado. Karena tanggal ulang tahun jatuh di hari libur maka si teman kerja memberikannya kemarin. Waktu pulang kerja kita jalan ke pertokoan didekat kantor, dan saya memilih satu yang sekiranya cocok dan tidak juga terlalu mahal.
Siapa pun pasti senang mendapatkan hadiah, apalagi dari seorang teman kerja yang baik seperti ini. Tapi akan ada yang tergantikan dengan datangya sepatu baru itu, yaitu sepatu lama saya.
Saya menyebutnya mungkin sepatu usang walau dari segi penampakan belumlah terlalu usang, namun kalau dilihat dari usia sebuah sepatu itu pasti sudah usang (6 tahun). Sepatu yang memasuki masa purna bakti itu juga sebetulnya hadiah dari sahabat, bukan karena ulang tahun tapi sebagai rasa syukur karena (waktu itu) saya mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan. Pekerjaan pertama sya yang bias dibanggakan (dulu) dan akhirnya bias didapatkan setelah melaui proses yang panjang.
Kembali mengenang datangnya sang sepatu usang adalah karena kebutuhan, saya harus mempunyai sebuah sepatu resmi pantofel hitam untuk mengikuti segala prose situ, namun saya hanya punya 2 pasang sepatu kats yang keduanya tidak mungkin digunakan mengikuti sebuah kegiatan formal (training)
Lalu, dengan metode melodrama tanpa bumbu rasa malu, karena memang keadaan memaksa saat itu cerita ini disampaikan kepada teman baik tersebut. Singkat cerita, setelah berkeliling di beberapa toko sepatu daerah Blok Mal (yg dibawah terminal), dapatlah sang sepatu pantofel baru (kini sudah usang) siap digunakan.
Setelah beberapa tahun berlalu, ditambah dengan kerja kantoran yang mengharuskan memiliki beberapa sepatu sepatu kulit yang sama dirumah, plus saingannya yang baru ini (sepatu hadiah ulang tahun), tapi nilai si usang tetap tak terhingga.
Nilai historynya tak tergantikan, dia didapatkan disaat susah dan diberikan dengan ketulusan hati oleh sahabat yang kini mungkin sudah lupa pernah memberikan.
Namun walau kini sudah masuk dalam kategori usang, yakin bahwa didalam hati saya sepatu pemberiannya masih akan tetap baru.
Mungkin juga sepatu baru yang saya pakai hari ini akan bernasib sama suatu saat nanti, bila Tuhan berkehendak memanjangkan usia saya sampai nanti .
Happy birthday to me..:)
Posted at 02:36 pm by alnash
Permalink
Tuesday, October 17, 2006
Assalamu'alaikum,
Tuhan menurut al-Qur'an, adalah hakikat yang mutlak (al-Haqq), sementara semua bentuk ketuhanan yang lain adalah salah (bathil), mereka hanyalah nama. Ia bukanlah suatu bentuk proyeksi pikiran manusia, seperti diduga oleh Feurbach, juga Tuhan bukan produk kebencian orang-orang yang kecewa, seperti kata Nietzsche. Bukan pula sebuah ilusi orang-orang yang masih kekanak-kanakan, seperti pendapat Freud. Juga bukan seperti dugaan Marx, suatu candu masyarakat, suatu hiburan yang dipersembahkan demi keuntungan pribadi.
Tuhan menurut al-Qur'an adalah Dia yang selalu hidup (al-Hayy al-Qayyum), yang melampaui batasan tata ruang dan waktu, Yang Pertama (al-Awwal) dan Yang Akhir (al-Akhir), Yang Nyata (al-Zhahir) dan Tersembunyi (al-Bathin). Hakekat Tuhan yang pasti adalah tidak dapat diketahui, karena Ia melampaui semua pengertian.
Berulang kali al-Qur'an menyebut bahwa Tuhan selalu hadir dan dekat, bahkan dalam kenyataannya lebih dekat dari urat leher manusia. Apa maksudnya ? Tentu, ini bukan berarti pengertian fisik Tuhan yang berada atau dekat, meskipun dalam kenyataannya dekat dengan manusia. Ini mengimplikasikan, seperti ditunjukkan oleh konteks itu, bahwa Tuhan selalu sadar dan memperhatikan gerak hati dan tindakan-tindakan luar manusia, dengan harapan bahwa manusia akan menahan diri dari tujuan-tujuan yang tidak disukai oleh Penciptanya.
Seiring berputarnya waktu, bergantinya zaman dan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, banyak tuhan-tuhan baru yang tercipta. Manusia tidak lagi mengenal atau bahkan enggan mengenal Tuhan dengan "T" besar. Setiap keputusan yang dibuat dalam kehidupannya selalu menomer sekiankan Tuhan dan menomer satukan dirinya.
Teolog kontroversial Jerman, Hans Kung dalam bukunya Does God Exist ?, menceritakan kisah yang menunjukkan kesombongan hati sejumlah ilmuwan sekular. Ketika ditanya apakah ia meyakini adanya Tuhan, seorang pujangga dan tokoh filsafat besar mengatakan: "Tentu tidak, saya adalah seorang ilmuwan". Sedangkan filsafat al-Qur'an tentang alam semesta akan mendorong seorang ilmuwan menjawab, "Ya, tentu, meskipun saya adalah seorang ilmuwan".
Muhammad Iqbal dengan tepat sekali mengingatkan bahwa pengetahuan ilmiah yang tidak mempertinggi dan tidak dikaitkan pada agama adalah iblis. Ia menulis, "Akal yang diceraikan dari cinta adalah durhaka (seperti iblis), sedangkan akal yang disiram dengan cinta pastilah memliki sifat ketuhanan". Dan inilah yang akhir-akhir ini seringkali kita lihat atau dengar di lingkungan sekitar kita, tentang seseorang yang dianggap berilmu tetapi ilmu itu digunakan untuk melawan atau memutar balikkan perintah Tuhan sebagai Sang Pencipta alam semesta.
Semua ciptaan di alam semesta ini semisal malaikat, langit, semut dan bahkan petir adalah penting untuk secara spiritual, dalam arti bahwa ciptaan-ciptaan itu pun menyerukan pujian kepada Tuhan dalam kondisi yang melampaui pengertian manusia (QS 17:44). Walaupun begitu, semua alam semesta ini dijadikan untuk dimanfaatkan oleh manusia.
Pemanfaatan ini adalah untuk mempertinggi tujuan penciptaan manusia yang sebenarnya, yaitu untuk melaksanakan ibadah kepada Tuhan sesuai dengan surat Adz Dzaariyaat 56, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku". Tuhan sendiri tidak memerlukan balasan berupa pemberian dari manusia atas diciptakannya mereka beserta alam semesta ini (QS 51:57), karena Tuhan-lah Dzat yang selalu hidup (al-Hayy al-Qayyum) dan berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun atau apapun (QS 2:255). Sehingga apabila seorang manusia dalam seumur hidupnya selalu beribadah pun tidak akan menambah keagungan Tuhan itu sendiri, melainkan memberikan keuntungan dan kebaikan terhadap manusia itu sendiri secara lahir dan bathin, untuk di dunia dan terlebih lagi untuk di akhirat.
Sedangkan manusia sendiri mempunyai banyak kelemahan. Disebutkan dalam al-Qur'an, manusia adalah mahluk yang enggan dan kikir (QS 17:100), mahluk yang paling banyak bantahannya (QS 18:54), sangat sedikit dalam mensyukuri nikmat (QS 7:10), tidak sabar dan suka berkeluh kesah (QS 70:19-20), suka melampaui batas dan merasa kaya (QS 96:6). Disebutkan lagi, manusia adalah mahluk yang mencintai kehidupan dunia dan tidak memperdulikan akibat dari perbuatan mereka di hari akhir (QS 76:27) dan lain sebagainya. Maka terlihat jelas, manusia-lah yang membutuhkan Tuhan dan bukan sebaliknya. Manusia akan selalu membutuhkan Tuhan dalam segala aspek kehidupannya agar menjadi insan yang lebih baik.
Kebebasan manusia, akal dan cabang-cabangnya yang lain, begitu juga alam semesta yang besar ini, haruslah digunakan bukan semata-mata demi kenikmatan tetapi sebagai suatu bentuk beribadah. Dengan cara ini, dimensi spiritual terdalam semua mahluk yang dimanfaatkan manusia untuk beribadah akan mendatangkan keserasian dalam tujuan dan tatanan penciptaan, bukan lagi kekacauan.
Oleh karena itu, sudah saatnya setiap kita, manusia, saya dan anda, semakin memahami konsep Tuhan seperti yang dijelaskan dalam al-Qur'an dan selalu melibatkan Tuhan dalam setiap ruas kehidupan kita. Bukan untuk keuntungan Tuhan, tapi demi kita, manusia itu sendiri.
Manusia dilahirkan dari rahim seorang ibu yang mengandungnya selama 9 bulan. Kemana Tuhan ?
Manusia tumbuh besar dan dewasa Melihat dunia yang baru untuknya dan terpesona dengan keindahannya Lalu kemana Tuhan ?
Manusia bercanda tawa Manusia bergembira ria Menjadi manusia bertahta Kemana Tuhan ?
Manusia diberi akal untuk mencerna setiap ciptaan yang tak tertandingi setiap insan Lalu kemana Tuhan ?
Ketika seorang manusia tersungkur dalam lembah kesedihan yang dalam mencari makna hidup yang keras Tak terhitung airmata yang terkuras Sekali lagi, kemana Tuhan ?
Manusia lalu bertambah tua Uban tumbuh di setiap ruas kepala Tanpa tahu harus kemana berlari sampai akhirnya ajal menanti tanpa bekal amal yang berarti
Tuhan pun datang dan Dia bertanya, Fa-aina tadzhabuun ? kemana kamu sekalian hendak pergi?
Dari sebuah Sumber
Posted at 04:35 pm by alnash
Permalink
Friday, September 22, 2006
Bersama terbenamnya Matahari ini, Terbukalah pintu rahmat & Mohon ampunan diri.
Mari Kita sambut 1 Ramadhan 1427 H
MARHABBAN YAA RAMADHAN
Posted at 04:28 pm by alnash
Permalink
Friday, September 15, 2006
Kalau ada orang yang bertanya, kapan waktu yang paling membahagiakan buat saya saat ini?.
Jawabannya adalah saat pulang kerja jam lima sore setiap hari , dan lebih membahagiakan dari itu adalah pulang kerja di Jumat sore setiap minggu.
Uhh……lega rasanya!!
Memang hari hari belakang ini saya bekerja seperti extra. Extra sibuk, extra tanggung jawab dan juga extra waktu. Ini semua adalah sambungan dari episode kehilangan partner yang terjadi dalam hidup saya 2 minggu belakangan.
Sang partner menghilang dan partner pengganti tak kunjung juga datang. Saya sudah sudah sampaikan kepada atasan juga kepada HRD namun sampai saat ini belum bertemu dengan orang yang pas.
Sesungguhnya permasalahan nya bukan hanya itu, tapi mereka sedang sibuk dengan project baru di Kalimantan Timur sehingga masalah di back Office agak terabaikan.
Memang, so far masih so Good…tapi jujur saja saya ingin cepat keluar dari kondisi Rush Hours Everyday ini…dikejar pekerjaan, berpindah dari satu pekerjaan ke hal lain, dan mendapatkan hal hal yang harus diselesaikan dalam waktu yang hamper bersamaan tapi tak ada tempat untuk berbagi.
Sekarang saya jadi orang yang paling banyak property di kantor, dua meja dengan dua PC dan juga dua handphone jatah yang jadi tanggung jawab.
Pleaseeee….Bukannya enak tapi malah capek bolak balik dari satu computer ke compie satunya, karena datanya gak bisa di sharing semua.
Efek dari semua ini banyak, seperti gak sempat balas SMS, jarang Blogwalking apalagi browsing, gak bisa nelpon dengan tenang karena pasti telpon dari lokasi sering berdering, focus kekerjaan sehingga malah gak tau bisa fokus ke hal lain bahkan hidup sendiri. Pulang kerja , makan, mandi lalu ketiduran, tau tau pagi lalu siap siap untuk berangkat lagi. Typical manusia Robot.
Saya berharap ini cepat berlalu, saya takut kehilangan sense of human, takut kehilangan tali silaturahmi, takut di cap sombong walau sedikitpun gak bermaksud seperti itu.
Sudahlah, sekarang sudah jam 4 : 40 sore, hari Jumat pula, saat yang di tunggu!!
Posted at 04:50 pm by alnash
Permalink
Thursday, August 31, 2006
Pernah kehilangan teman sekerja? Partner kerja yang dirasakan cocok serta bisa diandalkan untuk saling membantu serta saling menutupi kelemahan. Partner kerja yang bisa jadi tempat bertanya dan mencari solusi permasalahan dalam pekerjaan bersama.
Memang tidak mudah menemukan sebuah kecocokam, dan ketika itu kita dapatkan dari seseorang rasanya tak ingin lagi ada perubahan.
Semua itu adalah suasan ideal yang setiap orang inginkan. Bekerja seperti sebuah kegiatan yang menyenangkan.
Saya pernah dua kali dalam keadaan itu dan keduanya berjalan dalam rentang waktu yang singkat.
Pertama.
Waktu itu saya bekerja didarah pedalaman banten Selatan disebuah Institusi kesehatan pemerintah, baru lulus dan baru berjalan lagi menapaki hidup. Disana Alhamdulillah mendapatkan seorang pembimbing yang baik dan sangat sabar, dokter PTT yang bekerja di tempat itu.
Sayangnya saat itu adalah 6 bulan terakhir dia bekerja ditempat terpencil itu. Awalnya saya tidak mengetahuinya, sampai pada bulan July menjelang kepergiannya (dia selesai PTT bulan August), saya kaget dan cukup shock karena sama sekali tidak menyangka dan tidak siap.
Tapi apa mau dikata, kontraknya memang sudah berakhir, maka bekerjalah saya ditempat terpecil itu seperti sendiri, walau ada staff yang lain.
Waktu itu saya betul betul kehilangan, dan merasa tidak sanggup meneruskan pekerjaan ditempat tersebut. Mungkin karena usia muda saya jadi sepesimis itu, namun dalam kenyataanya saya bisa melalui beberapa tahun kedepan tanpa ada dokter itu ditempat saya bekerja.
Kedua
Kemarin hari terakhir partner saya dikantor yang sekarang bekerja, sebenarnya dia sudah mengajukan re-sign beberapa minggu sebelumnya tapi kantor menahan. Namun waktu berjalan cepat dan saat kepergiannya tidak bisa ditahan lagi.
Dia bernasib baik, karena dapat posisi baru di salah satu oil company diJakarta. Demi sebuah kemajuan karier dan posisi yang lebih baik saya sebetulnya sangat mendukung. Tapi mengingat beban kerja dikantor dan waktu saya yang masih baru ditempat ini otomatis saya menjadi ketar ketir juga dengan keluarnya dia.
Dia adalah senior saya orang yang memperjuangkan saya untuk dapat posisi yang sekarang, dia sudah enam tahun diposisi yang lama sedangkan saya baru enam bulan lebih diposisi baru ini dan langsung menggantikan dia, ada rasa tidak percaya diri yang sangat besar dirasakan, mengingat kompleksitas permasalahan dan cara penyelesaian masalah diarea kerja kita diluar daerah yang juga beragam. Dia sudah tau celah dan solusi untuk menghadapai semua itu, sedangkan saya baru saja berjalan dengan lancar beberapa bulan ini di posisi yang sekarang dan harus meloncat keposisi yang lebih tinggi dan lebih kompleks lagi…..Ohh..God!!.
Namun hidup harus tetap berjalan, banyak yang mendukung, banyak yang berkata mungkin ini adalah chance buat saya, sebuah opportunity yang tidak di duga. Tapi yang jelas semua harus dihadapi karena saya tidak mungkin ikut ikutan keluar karena belum ada tempat baru yang menampung, yang lebih baik tentu saja.
Apalagi berbekal penglaman dimasa lalu, yang awalnya saat itu saya rasa tidak mungkin bisa survive tanpa bantuan dokter PTT itu ternyata saya bisa berjalan sendiri setelahnya.
Saya berusaha menegarkan diri, berkata seoptimis mungkin bahwa “ I can pass trough all this thing:”. Apalagi dia berjanji untuk tetap memback-up. Saya bisa menelpon dia anytime kalau saya butuh solusi atau ada pertanyaan. Bisa bertemu karena ternyata kantor barunya hanya beberapa blok dari tempat kerja saya.
Ditengah suasana mendung kemarin ada sedikit khabar gembira, tulisan saya tentang Sosok Paulo Coelho sang legenda pengarang Brazil itu yang saya tulis waktu Gramedia Book Fair dinyatakan menang.
Alhamdulillah saya bisa dapatkan Gift berupa 5 buah buku karya Paulo Coleho plus TANDA TANGAN Asli dari pengarangnya.
Yah,…Tuhan memang baik, selalu tersedia kejutan kecil dibalik rentetan kepesimisan saya hari hari belakangan.
Posted at 09:42 am by alnash
Permalink
Thursday, August 10, 2006
Mumpung sedang tidak terlalu banyak kerjaan, ingin menulis tentang keadaan yang sedang dijalani. Bukan aktifitas tapi lebih pada kondisi real yang sedang dijalani.
Semua berjalan dalam track yang diinginkan, ada beberapa yang melenceng sedikit namun lumayan tidak terlalu jauh bahkkan ada beberapa keadaan yang malah diluar yang diharapkan suatu blessing.Alhamdulillah.
Dalam kata lain saya masuk dalam zona nyaman dalam hidup, dan tak ingin terlepas dari situasi ini (untuk sementara). Kenapa untuk sementara ?
Karena dari beberapa literatur yang saya baca dan apa yang pernah saya rasakan bahwa zona nyaman alias comfort zone ini tidaklah menetap, karena pada dasarnya manusia bukanlah makhluk statis, manusia adalah insan dinamis yang inginkan perubahan baik perlahan maupun extrim.
Sekarang mungkin sedang betah betahnya dengan situasi ini, banyak alasannya;
Saya inginkan posisi ini dengan penantian yang cukup lama, almost 5 years dan baru awal tahun inilah doa saya dijawab Tuhan, setelah melalui banyak hal pahit terjadi dipertengahan tahun kemarin.
Saya hanya berusaha menikmati. Tawaran keluar negeri tidak lagi saya follow-up. Tawaran untuk pindah ke company lain tapi kembali keliling sebagai Paramedic juga disikapi dengan hal yang sama. Saya hanya mencari peluang dengan bentuk dan wilayah kerja yang menetap, kalau bisa tetap di Jakarta.
Bayak hal yang bisa dinikmati dengan kestatisan hidup. Tempat tinggal baru yang nyaman (menurut ukuran saya), kendaraan yang mulai dicicil, isi kamar yang saya usahakan untuk dilengkapi, serta bisa me-mantain kehidupan dengan lebih baik.
Tapi, tanpa saya sadari ada banyak hal yang tidak lagi dilakukan, ada beberapa orang yang dulu dekat sekarang jadi menjauh, bukan karena tempat atau kesempatan tapi karena hidup saya berkutat dari satu tempat dan satu kegiatan dengan statisnya dan keadaan itu tidak saya sadari.
Zona nyaman itu kemudian menjadi boomerang, dan menjadi alasan terbesar dari longgarnya sebuah hubungan silaturahmi.
Kenapa saya sekarang seperti merasa cukup dengan apa yang ada dan tak ada lagi waktu dengan orang yang biasanya ada bersama menghabiskan waktu.
Kembali lagi saya diselamatkan oleh keadaan, atau lebih tepatnya orang disekitar saya yang terabaikan itu memberikan cukup pengertian. Dengan segala kesalahan itu dia masih bisa mengingatkan dan saya cepat juga tersadarkan bahwa saya lah yang harus mengatur ritme hidup dan bukan hidup yang mengatur pergerakan diri kita. Kita lah yang menjadi object sekaligus subject tanpa harus merasa merugikan dan dirugikan.
Dalam zona yang tercipta dengan tidak sengaja ini, ternyata ada hati yang dikecewakan, ada manusia yang menjadi terkesampingkan, ada individu yang terabaikan.
Tanpa bermaksud seperti itu, saya hanya ingin menyampaikan rasa penyesalan dan mohon bimbingan dengan tegur dan kritiknya.
Ternyata memang benar, kesempurnaan memang bukan milik manusia.
Comfort zone memang nikmat, tapi terlena didalam nya juga tidak baik.
For : My late “lovely” Mother
and My “babe” in Bekasi
Posted at 11:29 am by alnash
Permalink
Friday, August 04, 2006
Pergilah bu dan biarkan aku disini
Kita sudahi saja urusan yang belum selesai ini
Atau mungkin urusan kita sudah selesai sedari dulu
Pergilah dan tinggalkan aku,
Muka pucat dan badan kaku yang kutemui
Tak adalagi sosok yang menjadi ibuku
Ibu yang sebenar benarnya bagiku
Rahim tempat 9 bulan aku didalamnya, kini pergi ditelan bumi
Pergilah bu…dan aku akan tetap mencintaimu
Akan tetap seperti itu, karena aku anakmu…
"Ya Allah yang Maha Kasih,
Sayangi dan lindungi ibu hamba seperti dia menyayangi hamba sedari kecil..Amin"
Posted at 12:03 pm by alnash
Permalink
|