Just an Ordinary Human
|
 |
Wednesday, September 12, 2007
Masih adakah tempat disini...?
Tadi pagi dan setiap pagi dalam perjalanan ke ke kantor saya melewati dua buah pekuburan besar namun baru tadi pagi ketika melintasi pekuburan kemanggisan Pulo di daerah Palmerah ada tanya dalam hati saya seperti judul tulisan ini. Tempat yang dimaksud adalah sebuah ruang yang mungkin tersisa sebagai jatah saya nanti.
Saya berfikir untuk hidup di Jakarta memang susah, dan demikian pula keadaannya untuk meninggal, sebagai orang pendatang saya berfikir apakah saya akan menempati salah satu bagian dari pekuburan itu ataukah saya akan dibawa ke tempat dimana saya lahir atau tempat dimana saya besar….
Aneh, tidak ada tanda apa apa saya berfikiran seperti ini, mungkin karena hari ini adalah hari terakhir bulan Sya`ban dan besok adalah satu Ramadhan dan saya rasa juga karena saya melihat banyak sekali pelayat di sekitar area kuburan itu.

Oiya, bicara tentang pelayat teringat dengan ucapan salah seorang teman yang di ucapannya beberapa waktu yang lalu,
“ Apa nanti kalau gw meninggal di Kremasi aja ya…” dia Muslim sama seperti saya, saat itu juga ucapannya saya sanggah..
” Hush, ngaco aja, mana boleh kalau muslim meninggal dikremasi…” dia menjawab dengan getirnya,
“ Ya, kalau di kubur ngerepotin orang yang hidup, lagi pula siapa juga yang akan ziarahin kuburan gw…” Untuk pernyataan yang terakhir saya terdiam, karena terus terang saya mempunyai kekhawatiran yang sama dengan dia…” siapa yang akan menziarahi kuburan gw”…Pertanyaan itu cukup menancap di otak saya.Karena dalam salah satu ayat yang pernah saya dengar bahwa amalan manusia akan terputus setelah dia meninggal kecuali tiga hal:
Pertama amal yang bermanfaat, dan untuk hal ini saya berharap bahwa beberapa anak yang dulu saya ajari mengaji ketika saya dulu tinggal di kampung masih bisa dan memanfaatkan ilmunya sehingga tindakan mengajari mereka dulu dapat di hitung sebagai amal yang bermanfaat.
Kedua Amal jariyah, atau amal yang di berikan untuk kemaslahatan umat. Nah, untuk yang satu ini mungkin masih kurang, Satu hal yang harus ditingkatkan, dan menahan rasa kikir dan saying harta serta sedikit mengesampingkan impian impian muluk saya tentang kebendaan.
Ketiga adalah Anak yang Shaleh, dan tentunya yang mendoakan orang tua nya. Disini letak permasalahannya karena sampai saat ini saya belum lagi menikah apalagi punya anak.
Setiap Ramadhan biasanya akan banyak sesuatu yang berbau religi di kedepankan, dan salah satunya lagu religi Bimbo, yang isi nya mengingatkan apakah bisa bertemu lagi Ramadhan di tahun depan, dan mohon di panjangkan usia, dan Here iam…Alhamdulillah saya dipertemukan lagi dengan Ramadhan dan ada jatah perpanjangan usia sehingga Bertemu dengan Ramadhan di tahun ini.
Ya..ya….fikiran saya kembali mengendap, setelah tadi mengawang awang ke alam yang mungkin nanti ditempati, sebelum terlalu jauh berandai andai lebih baik saya sudahi saja.
Lebih baik menyiapkan diri lagi untuk menjelang Ramadhan yang sudah didepan mata.
Buat semua saudara dan teman semuanya…”Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, semoga amal puasa kita dapat diterima sebagai amalan penghapus dosa kita.Amiennn..
Posted at 10:18 am by alnash
Permalink
Friday, September 07, 2007
"Uncu…bisa ikut ke Bandung gak tanggal 6 sept. Anna diwisuda di Sabuga. Usahain ya."
Itu SMS dari Ponakan saya beberapa hari YL, ternyata dia sudah menyelesaikan pendidikan Bidannya, dan dalam persiapan wisuda seperti yang di tulisnya. Selesai mebaca isi SMS nya saya merasa sangat senang, mulut saya menyunggingkan senyum kecil, segera saja saya balas SMSnya
" Alhamdulillah kalau memang sudah selesai, nanti uncu usahakan untuk minta cuti ya.Selamat ya Na.
Dan send…terkirim SMS balasannya.
Anna namanya, yang lebih dirasakan sebagai adik daripada kenyataannya bahwa dia adalah Keponakan. Beda usianya "hanya" 8 tahun, saya ingat ketika dulu ibu nya Anna -dan juga menjadi ibu angkat saya- melahirkan anak perempuan. Saya tau setiap perkembangan dan pertumbuhannya, dari mulai merangkak, belajar berjalan mengantarkannya dan menjemput di TK PGRI ditempat kita tinggal di Serang, menemani nya masuk SD, mengantarkan daftar Ulang ke SMP yang sama dengan tempat saya bersekolah, lalu mencarikan SMU swasta setelah dia menangis nangis karena tidak diterima di SMU negeri dekat rumah, menyemangatinya ketika gagal pertama kali SPMB, lalu mencarikan alternative pendidikan seperti yang dia inginkan salah satunya program pendidikan Bidan ini.
Waktunya ternyata berjalan cepat sampai saat ini tidak pernah terbayang bayi kecil yang bibirnya agak tebal sehingga sering nge-ces waktu kecil, sekarang sedang berdiri dalam rombongan besar setelah menyelesaikan pendidikannya.
Hari itu, saya akhirnya jadi ikut ke Bandung, ikut melihat acara tersebut walau hanya dari luar, karena jatah undangan hanya dua orang dan itu digunakan oleh orang tua nya, saya memilih untuk ke kolam renang dengan keponakan yang lainnya di kompleks Sabuga sambil menuggu acara itu selesai.
Melihat moment seperti itu saya merasa lega, dengan dua alasan: Pertama ikut sukses mengantarkan seoraang anak manusa menentukan jalannya dengan segala konsekwensi yang juga ikut saya tanggung (biaya dan bantuan untuk pendidikan dll) dan yang kedua laptop saya yang sudah di"culik" oleh Anna praktis setahun terakhir bisa saya minta lagi.
Beberapa hari sebelum keberangkatan ke Bandung dia SMS lagi
"Uncu kalau IP Anna diatas 3 , minta hadiah dibelikan HP apa aja yang penting ada kameranya yang bagus.Ya, janji ya."
Kali ini SMS itu tidak saya balas…
Dalam perjalanan pulang wisuda kemarin diperjalanan dia tagihkan isi SMS nya.
"Uncu kapan beli HP nya, IP Anna kan di atas3 .uncu kan udah janji....."
Spontan saya jawab…"Waduhh, siapa yang janji…? lagian memang pada diatas 3 semua kan rata rata kelulusan teman temannya."
Dalam hati saya berkata .."Honey…..Cukup dulu yaaa…."
Note :
Uncu = Paman (yang bungsu) dalam bahasa Minang.
Posted at 01:51 pm by alnash
Permalink
Tuesday, August 14, 2007

Hibernate, yes selama beberapa waktu belakangan ini saya tidak mengisi apapun atau memposting sesuatu ke salah satu blog saya. Hiatus atau menghilang selama beberapa saat. Alasan kenapa hal itu terjadi adalah lebih karena persoalan teknis, walau tidak ada juga yang peduli dengan ketidak hadiran tulisan saya, tapi saya sendiri seperti mempunyai tangung jawab (moral) *even ketinggian kalau ukurannya moral* untuk mengisinya.
Saya tidak bisa memenuhi keinginan *diri sendiri* untuk posting karena bulan Agustus 2007 ini adalah Moving month of the year.
Pindah kantor dan Rumah
Saya pindah kantor di bulan ini, tidak pindah pekerjaan tapi lokasi office yang semula di lantai 9 sekarang berada di lower ground, kemarin ada di atas tanah sekarang berada di dalam tanah * semoga tidak dengan rejeki saya..:p*.
Bulan ini juga saya pindah rumah, eh Kontrakan…. Semula hanya berjarak kira selemparan batu *mau pakai idiom selemparan kolor tapi takut saru* jarak kostan lama kira kira 3 KM dari kantor namun sekarang menjadi kira kira 15 kilo dari tempat.Berteman dengan kemacetan yang saya benci, ketidak sadaran aturan pengendara dijalan, panas, debu dan polusi.
Akibat Moving of the Month selain berakibat saya jadi Hiatus untuk Online, juga akibat yang lainnya jadi bermacam.
Nightmare on Busway
Gampang marah karena stress dijalanan, *bayangkan* saya pernah terjebak satu jam lebih di perempatan harmoni didalam Busway tujuan kalideres karena jalur buswaynya dipakai oleh mereka yang terhormat pengendara mobil pribadi dengan posisi berdiri pula.berdiri saudara saudara. Kalau lah Busway itu bisa dibuka sendiri pintunya, pasti saya sudah meloncat keluar karena kaki saya sudah tidak kuat lagi menopang beban badan.
Maafkan saya kalau untuk esok dan seterusnya akan setia penggunakan motor pribadi saya.
Kemacetan makin parah karena sore itu semua orang di Harmoni Buta Warna, mereka sudah tidak bisa lagi membedakan warna dari lampu lalu lintas. Ketika Hijau yang harus nya jalan jadi terhalang karena yang seharusnya berhenti karena *pasti* jalurnya lawan adalah merah, keukeuh tetap menyerobot.
Semua saling adu kecerdikan untuk menyalib dan mendahului, Polisi menghilang dan ketika munculpun yang dilakukan adalah proses penilangan yang parahnya negosiasi dilakukan juga di tengah tengah jalan.
Hmm…..Indonesia raya…banggalah diriku, banggalah bangsaku akan ketidak taatan hukum itu.
Intinya, saya kapok naik busway selain tujuan Kota-BlokM.
Side effect
Akibat Moving of the month lainnya adalah ketidak siapan mental saya tinggal di rumah, bukan kost2an, banyak hal yang dengan mudah kita selesaikan di kostan ternyata tidak begitu adanya dengan rumah. Everysingle trouble find the solution by your self.
Ketika dulu di kost2an, kalau ada kerusakan saya tinggal teriak, lampu ga nyala teriak bu kost, air gak nyala teriak bu kost, pokoknya bisa lepas tangan karena ada orang yang akan handle semuanya.
Sekarang tidak lagi, tinggal dirumah sangat sangat berbeda, banyak keadaan yang saya tidak siap untuk menghandlenya ditambah lagi ternyata tempat yang saya tinggali belum begitu familiar bagi saya.
Day by day
Hari pertama, energi saya terkuras dengan acara pindah pindahan dan angkut angkut barang.
Hari kedua saya capek dengan menata ulang, merakit barang yang dibeli baru, ada lemari baru, ada rak baru yang semuanya made in Olimpic yang harus di rakit sendiri, dan saya terus terang tidak menguasai.
Hari ketiga rumah saya tidak setetespun air mengalir, dan ternyata setiap rumah hanya dapat jatah air bergantian alias air tidak akan mengalir setiap hari.
Pemilik lama bilang, bahwa air akan mengalir setiap hari dari jam 11 malam sampe 4 pagi, dan malamnya saya tunggu sang air ternyata tidak muncul. Pagi hari saya kekantor tanpa ingat lagi bahwa semalamnya saya menuggu air mengalir dengan kran posisi terbuka, sepulang dari kantor saya baru dapat kenyataan bahwa pintu sudah ada yang menjebol karena air sudah menggenangi tempat saya plus tempat tetangga.
Semua perabotan basah dan saya sudah tidak punya tenaga untuk merapihkannya.Maaf seribu kali maaf.
Hari itu saya mengungsi sekaligus pulkam karena Jakarta akan mengadakan PILKADA keesokan harinya, hari libur bagi pendatang haram seperti saya, bekerja di Jakarta tanpa KTP Jakarta.
Jakarta oh Jakarta………..
Posted at 10:05 am by alnash
Permalink
Monday, July 09, 2007
Saya menemukan poto lama yang tidak sengaja diketemukan di file Photobucket, sewaktu saya jalan jalan dengan rombongan guru ke Jogjakarta, poto dengan salah seorang guru SD saya, bernama pak Tarson yang menurut informasi ibu di Serang *yang juga guru* beliau tahun ini akan memasuki masa pensiun.
Betapa cepatnya waktu berlalu, bapak yang dulu datang dari Tasik ke daerah Banten di SD saya dulu sekolah serta dulu mengajari saya, sekarang sudah pensiun.
Dulu pak Tarson mengajar dikelas 5, kelas dimana saya menjadi muridnya. Dia datang membawa perubahan yang agak ekstreem untuk anak kampung seumuran saya waktu itu, saya ingat sekali pak Tarson yang sering kita plesetkan nama nya jadi pak Tarsan tanpa basa basi lagi dihari pertama membariskan semua anggota kelas lima sebelum masuk, dia memeriksa semua kebersihan anak didiknya, hal yang jarang dilakukan oleh guru guru yang lain, biasanya kami hanya diperiksa kuku tangan dengan cara membentangkan tangan di hadapan guru dan hanya sedikit lecutan penggaris penanda bahwa kuku kuku kita sebetulnya sudah layak potong.
Metode pak Tarson ternyata bukan seperti itu, anak anak yang kedapatan gondrong, berkuku panjang dan hal hal lain yang menurut dia tidak layak dilarang dulu masuk kelas, setelah mereka berkumpul jadi satu mereka diberikan ceramah yang agak lama, saya tidak tau apa isinya, hanya bisa melihat dari dalam kelas karena kebetulan saya bukan termasuk golongan tidak bersih itu…(bangga).
Yang saya tau, semua nya menunduk bahkan ada beberapa anak perempuan yang siap siap akan menangis, setelah hal itu berlalu kita menanyakan keadaan interogasi tersebut, ternyata mereka cukup diberikan tugas yang membuat mereka kapot untuk berambut gondrong atau berkuku panjang, dengan cara membersihkan area sekolah, bukan hanya kelas 5.
Pak Tarson ini juga membawa seorang anak yang belakang saya ketahui adalah anaknya yang pertama dengan istri pertama pula, lelaki sekelas dengan saya , namanya Dede Baby Winata, untuk ukuran (again) kampung nama tersebut cukup fantastis, karena teman teman saya cukuplah bernama singkat dengan satu kata, seperti Jamsari, Amaliyah, atau Rahmani, pokoknya nama nama simple as usual seperti itu.
Dede akhirnya mengalami juga penyingkatan nama sehingga menjadi Dede BW, yang dibaca menjadi Dede Beweh, dan secara kebetulan ada kesamaan antara nama dan sifat, beweh didalah bahasa Sunda Banten artinya adalah cengeng, dan si Dede rupanya juga bersifat Cengeng
Imunisasi
Suatu hari ada petugas Imunisasi datang ke sekolah, saya dan teman teman yang lain sudah heboh, karena yakin itu adalah petugas Imunisasi yang kita sebut dengan Turihan, terbayang proses tangan disuntik atau di Turih dalam benak saya dan teman teman, beserta 3-4 orang teman yang lain saya kabur keluar kelas dengan berlari menuju ketempat pemandian di ujung desa dan bersembunyi di balik batu besar, persis seperti kepala kura kura akan masuk kebalik batu setelah melihat keluar apabila ada orang yang lewat lalu menakut nakut kami dengan kata kata " Hayo dia Dak…..jalema turihanna datang ka dieu…"
terj. "Hayo lo….orang yang Nurihnya dating kesini…"
Kepala kami lalu nyungslep lagi ke balik batu. Keadaan itu berlangsung bahkan sampai agak siang, sampai perut perih karena sebetulnya itu sudah masuk jam bubar sekolah dan perut waktunya untuk diisi, tapi karena ketakutan lebih baik bertahan agak lama karena takut di tunggu oleh petugas Turihan.
Tangisan
Kembali ke Dede Beweh, ternyata dia tidak lari, dia malah ada dikelas, dan ternyata itu memang hari Imunisasi disekolah, namun karena saya kabur dan balik lagi setelah acara selesai, yang saya dapat kan hanya anak anak perempuan yang bersimbah air mata dan seorang lagi adalah Dede dengan mata sembab serta sesunggukannya. Saya hanya bengong, tapi mensyukuri nasib tidak merasakan penderitaan itu, (terkutuk saya akhirnya jadi petugas Turihan setelah dewasa).
Dede menangis tidak keras, tapi matanya sembab dengan airmata tidak berhenti, saya bersyukur namun Dede menangis (tegaan ya..hehehe).
Kemana aja….
Keberuntngan lain dan kesialan lain namun juga membawa keanehan, karena suatu pagi pak Tarson, kembali membariskan anak anak untuk razia kebersihan, lalu terjaring lah anak yang dianggap jorok oleh beliau (again) saya tidak masuk dalamnya namun anehnya kenapa Dede juga di jaring oleh bapaknya sendiri dengan alasan rambutnya gondrong, pertanyaan yang baru sekarang saya sadari.….
Lah , kemarin kemana aja …waktu di rumah ngapain aja pakkkkkk? Kagak liat anaknya gondrong…?..hehehehe
Ini adalah poto ketika saya ketika berwisata gratis ke Jogja dengan rombongan Guru Guru jatah kursi dari ibu saya, dan…. surprise……… ada pak Tarson di dalamnya.
Apa khabar pakkk..??
Posted at 10:18 am by alnash
Permalink
Tuesday, June 26, 2007

Semalam baru saja Reuni kecil kecilan dengan teman teman Ex-Community project di lembah Arwanop Tembagapura dulu. Dari reuni kecil kecilan dan perbincangan antara kita banyak banget yang bisa dipetik dan jadi bahan untuk rasa syukur (Seharusnya), walau kadang sebaliknya, dasar manusia kadang lupa bersyukur....
Mencoba Flash back ingatan dari perbincangan tadi malam.
Kata kata sakti yang saya anggap paling utama malam itu terucap dari mulut teman saya bernama Wiro, bapak satu anak asal Kalimantan barat yang mengaku turunan Dayak. Dia bekerja di PT. Energy Sengkang di Sulawesi Selatan, ada di Jakarta dalam rangka training Pengelolaan Lingkungan. Kita juga berkumpul dihotel tempat Wiro menginap. Pertanyaan datang dari Dadan, teman saya satu daerah dan juga dikirm ke Lembah Arwanop Papua dulu di tahun 2002.
Dadan menanyakan resep sukses Wiro kenapa sekarang bisa menembus posisi di HSE Department di kantornya, padahal basic nya sama dengan dirinya yaitu paramedic.Lalu Dadan mencompare dengan situasi yang terjadi di perusahaannya yang hanya menjatahkan satu kali training dalam setahun karena issue atau program HSE bukanlah big issue ditempat dia bekerja.
Saya tersentak dengan Ucapan Wiro, " Bro, kita jangan mengharapkan orang untuk berfikir bahwa diri kita penting, tapi bagaimana kita memposisikan dan membuat bahwa orang lain percaya bahwa diri kita adalah penting , itu kuncinya "
Jadi, dalam terminology nya Wiro, penting disini adalah sesuatu yang harus kita upayakan, bukan sesuatu yang akan datang dengan sendirinya apalagi berharap orang lain akan mengupayakannya untuk kita. Image atau ke-PENTING-an itu merupakan hasil dari sebuah proses, dengan lugas dan simple Wiro menerangkan,
"Bahwa untuk meyakini bahwa program HSE itu penting yang akhirnya mengakibatkan persepsi orang terkait bisa berubah pikiran adalah menerangkan kepada mereka, memberikan informasi sebanyak banyak nya, sharing info , brain storming, memberikan saran contoh dampak dan sebab akibat dan kalau perlu menakut nakut (dengan maksud baik) bahwa akan ada dampak yang terjadi kalau sebuah perusahaan tidak melaksanakan Health, Safety and Environment program secara baik."
Ditambahkan lagi,
"Dengan terbukanya wawasan orang orang, terutama pemegang keputusan , mereka akan berfikir untuk mulai merubahnya, dan perubahan itu bisa di awali dengan memberikan pengetahuan yang lebih baik lagi kepada orang orang yang terkait dengan HSE diperusahaan, dan orangnya adalah kita"
Saya jadi pendengar yang baik, karena selain saya Wiro, Dadan serta Asep, orang Tasik yang juga mantan pasukan Arwanop yang sekarang mengambil gelarnya di FKM – UI jurusan Keselaman dan kesehatan Kerja. Mereka adalah orang orang HSE dan berminat terhadap hal itu, sementara saya adalah pembelot, saya tidak berminat dengan ilmu kesehatan Kerja malah kuliah di Komunikasi walau bekerja diperusahaan konsultan kesehatan kerja tapi saya bukan Praktisi-nya. Saya Sudah menemukan dunia saya sebagai tenaga penjual disini, walau yang saya jual ada hubungannya dengan hal itu tapi lebih baik saya mengasah kemampuan saya dalam hal ini, karena selain kesehatan kerja, perusahaan juga menjual jasa lain yang saya lebih kuasai.
Hal lain adalah senangnya bertemu lagi dengan teman teman lama, dan senang juga akhirnya semua ternyata bisa survive (karena belum masuk dalam tahap sukses), dan menemukan bidangnya sendiri sendiri. Berminat dalam hal yang memang disukai serta mencari jalan untuk mewujudkan mimpi masing masing, tidak ada satupun di antara kita yang jatuh atau jadi beban orang lain, masing masing dapat berjalan dalam track hidup dan mencoba membuat track yang lebih baik.
Kesimpulansaya adalah bahwa penting adalah kata yang menyangkut positioning, bagaimana kita memposisikan diri dan pekerjaan kita, sebagaimana kuatnya usaha kita menancapkan Personal Image (kalau untuk barang adalah Brand Image) ditengah tengah kompetisi dan keadaan yang cenderung selfish seperti sekarang.
Memang tidak mudah, seperti yang Dadan teman saya lakukan, bahwa kenyataan hampir 3 tahun dia bekerja didaerah Penajam Kalimantan Timur tanpa perubahan berarti. Dengan adanya sharing dalan reuni tadi malam bisalah membukakan sedikit kesadaran, terutama bagi saya juga bahwa kata kata penting pada akhirnya bukan tujuan untuk dibanggakan tapi proses menuju keadaan itu yang harus diusahakan untukdiri kita menjadi lebih baik ke depan.
Tentang saya sendiri, untuk membuat Image yang baik sebagai tuan Rumah karena selain Asep yang berdomisili di Bogor kenyataannya sayalah satu satunya yang tinggal di Jakarta, dengan sisa sisa uang di ATM saya karena malam itu pas tanggung bulan sekali tgl 25 Juni, saya diminta mentraktir mereka, bukan karena kesan penting tapi lebih kepada upaya tidak mengecewakan mereka yang sudah berkumpul dan hal seperti itu akan sulit lagi terjadi karena pekerjaan dan domisili yang berjauhan maka saya meng-iya-kannya.
Saya berfikir dimana saya harus men-service mereka lalu kemudian teringat Rumah Makan Sunda didekat Kostannya Bagus, sering saya kunjungi tidak terlalu mahal namun tempat dan masakannya enak. Bersama sama dari Hotel tempat Wiro menginap di daerah menteng kita kesana.
Mereka terkesan dan saya senang bisa menjamu serta menjadi tuan rumah yg baik, mereka berterimakasih dan saya lebih berterimakasih lagi atas kelanggengan persahabatan yang mereka berikan.
Malam itu 4 orang yang pernah bertemu dipedalaman Tembagapura bertemu kembali…
Posted at 12:42 pm by alnash
Permalink
Monday, June 04, 2007
No Tobbaco day (better late than Never)
Sehubungan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006, maka kami, penulis blog yang peduli dengan masalah ini, bermaksud untuk memperingatkan kita semua akan bahaya tembakau:
1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu... semuanya berbahaya.
2. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama dan rasa apapun sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM SAMARAN APAPUN. Mild, light, low tar, full flavor, fruit flavored, chocolate flavored, natural, additive-free, organic cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products), harm-reduced... semuanya berbahaya. Label-label tersebut TIDAK menunjukkan bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman dibandingkan produk lain tanpa label-label tersebut.
3. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera mungkin meratifikasi WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus bangsa. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani perjanjian Internasional ini. I
Jakarta, 31 Mei 2006
Tertanda,
-Aal-
Berikut adalah gambar perbandingan :
Paru dari Perokok aktif

Paru tidak merokok
bentuk paru paru dalam rongga dada manusia.
Posted at 02:25 pm by alnash
Permalink
Thursday, May 31, 2007
Apa khabar semuanya….??
Sekarang kita ngobrolin yang ringan aja ya, saya punya pertanyaan bodoh, "kenapa kebanyakan orang suka libur". Kalau diteliti mungkin angka yang setujunya mendekati 100 % karena akan terdengar aneh kalau ada yang benci dengan liburan. Mungkin dia pengidap workaholic tingkat tinggi, atau sedang dalam masa kiss boss a*s alias cari muka.
Kembali lagi, libur satu hari ditengah tengah hari kerja adalah sesuatu yang istimewa.
Apa yang istimewa? Ya karena ketika kita harusnya bekerja jadi tidak bekerja karena ada blessing si tanggal merah tersebut. Bahkan, saya pribadi tidak lagi memberikan attention hari apakah gerangan di tanggal itu sehingga merubah wujud tanggal dikalender jadi merah, cukup dengan melihat perubahan warna nya saya sudah senang.
Tidak perhatian lagi dengan moment nya.
Untuk setiap tanggal merah di tengah minggu saya ada feeling tersendiri dan kalau ada soundtrack yang cukup mewakili perasaan saya mungkin adalah lagu Tasya…
Libur telah tibaa..libur telah tibaa…*di nyanyikan dengan tempo sedang dan expressi riang gembira..*
Dulu, sebelum ada rutinitas saya di sabtu dan minggu untuk back to school, adanya hari libur di tengah hari kerja tidak terlalu membuat saya exciting. Karena toh week and nanti akan bisa rilex dan pergi ke tempat yang saya suka untuk berlibur.
Tapi tidak saat ini….everything will not be the same anymore. Sabtu dan minggu saya harus pergi ketempat yang sama atleast untuk beberapa waktu ke depan.
Essensinya apa sih dari tulisan ini, Hmm…saya hanya ingin share bahwa suatu masa atau moment dalam hidup ini harus kita nikmati, karena itu waktu itu PASTI akan berlalu..kata pasti with a capital karena WAKTU memang waktu tidak berlaku surut. Once it done is done.
Setelah semua berlalu hanya akan tinggal kenangan tersimpan dalam memory otak kita TIDAK PERNAH lagi akan terulang.
Lalu apa hubungannya dengan liburan, hubungannya adalah karena "si tanggal merah" itu jarang datang menghampiri maka lebih baik ketika dia tiba manfaatkan dengan orang yang anda sayangi, spent time together as much as you can do….
OK…have a nice vacation (again) everyone.
Posted at 03:21 pm by alnash
Permalink
Wednesday, May 16, 2007

Dari malam sebelum tidur sudah diingat ingat untuk menulis kan tentang hal ini besok pagi pagi di kantor, maklum ya laptopnya masih tersandera di kampus keponakan saya.
Bikin semua urusan tulis menulis jadi terpending dan akhirnya menguap atau batal.
Topik minggu ini adalah Runaway Vacation, mirip FILM luar ya judulnya. Tapi yang ini asli sebenarnya udah kepengen banget. Keluar dari rutinitas setelah *silahkan dibayangkan* 1,5 tahun bekerja di Jakarta sama sekali tanpa libur yang bener bener libur.
Memang sih selama itu ada libur weekand tapi itu akan dipakai dengan urusan kampus, pulang kampung dan urusan urusan lain.
Sementara dulu, saya akan berlibur setiap dua minggu sekali karena jadwal bekerja saya memang seperti itu. Masa masa keemasan saya bertravelling itu yang ingin saya ulangi lagi.Untuk hal itu saya ingin sekali lagi pergi dengan waktu yang tidak terlalu lama*perusahaan mana yang mau kasih 2 minggu cuti ya hari gini* namun juga tidak terlalu singkat.
Kebetulan minggu ini ada libur nasional di hari kamis dilanjutkan dengan cuti bersama di hari jumat dan libur akhir pekan di sabtu – minggu.
Nah liburan ini inginnya pergi ke suatu tempat outside Jakarta dan rileks disana, nemuin tempat tempat baru, jalan ke tempat yang belum pernah didatangi serta ngobrol serta ketemu dengan masyarakat yg memang tak pernah ditemui sebelumnya.
Sudah menentukan tempatnya, dan kebetulan ada teman juga disana, serta satu hal lagi saya agak fallin love dengan segala sesuatu yang bernama keramah tamahan Javanesse people di tempat asalnya...ingat, ditempat asalnya lho ya. Maka tidak salah lagi kalau saya memutuskan untuk Runaway vacation ke daerah Solo.
Teringat kejadian gempa kemarin dan katanya segala keramahan Jogja itu akan mendapatkan pembanding lebih baik dengan Solo, karena karesidenan Surakarta ini merupakan tempat yang relative lebih ramah dan masyarakat yang lebih jawa dari pada daerah jawa bagian manapun.
Dimulai dengan menghubungi teman yang di Solo dan sambutannya baik sekali dia katakan bisa spare waktu untuk menemani saya, senanglah saya, dimulai juga akhirnya liburan dan sesuatu yang saya tunggu.
Pergi ke Stasuin KA untuk Tanya tiket ternyata tanggal 16 May sudah penuh semua tujuan jawa adapaun yg tersisa adalah tiket dengan kelas executive ditanyakan harganya, Waauu….beda tipis dengan ongkos pesawat, mikir mikir saya putuskan pulang dulu untuk nanti telephone travel agent pesawat langganan kantor.
Belum sempet menanyakan dalam perjalan pulang dari stasiun KA ternyata ada SMS masuk, dibaca di rumah isi nya : SATU SATUNYA TEMAN DI SOLO MALAH MAU KE JKT KARENA ADA TUGAS KANTOR DI TANGGAL LIBUR ITU.
Speechless sih awalnya semua bayangan vacation menguap tapi kembali sadar, bahwa mungkin belum diberikan atau belum saat yang tepat untuk berlibur. Untungnya *yang ini untung beneran* tiketnya belum di issued atau dibayar, baru pesan aja.
Akhirnya….
Saya memilih untuk tidak kemana mana, selain kegiatan standard libur akhir pekan saya, kembali ke Serang dan menetap di rumah keluarga disana. Ternyata apapun ada dan kejadiannya keluarga memang menjadi tempat terbaik untuk pelarian..hehehe
Btw,
Liburan besok tetap akan saya nikmati, dirumah ataupun dimanapun atas nama liburan pasti akan menyenangkan. Bisa bertemu dengan orang orang yang mengasihi kita, bisa berbincang dengan waktu lama tanpa harus diburu buru untuk balik lagi ke JKT. Ditambah lagi sahabat kecil saya dikampung akan pulang dari Putusibau *masih wilayah Indonesia, yang ini pedalaman Kalbar* tadi pagi dia mengabari hal ini. Senangnyaaa….

PS :
Satu lagi, dana untuk tiket dan cost selama liburan sekarang menjadi sebuah HP CDMA baru, karena akhirnya saya alihkan budgetnya untuk membeli barang ini.
Memang…dibalik semuanya pasti ada hikmah baik yang bisa diambil.
Selamat Liburan semuanya……….!!!
Posted at 11:34 am by alnash
Permalink
Tuesday, April 24, 2007

Dan kelak. di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus kauambil, janganlah memilih dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatiamu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkan hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu...
Va' Dove Ti Porta Il Cuore-Susana Tamaro
Saya ingin bulan April ini segera berakhir, dan tulisan tentang pengakhiran bulan as soon as possible ini sudah mengendap di otak saya sejak lama, setidaknya sejak hitungan tanggal di bulan April masih satu digit saya sudah ingin cepat bulan ini berakhir.
Kok sebegitu kebeletnya saya ingin mengakhiri bulan ini ?? Timbul pertanyaan seperti itu, wajar karena orang akan santai menjalani satu hari habis dan dijalani satu demi satu sementara saya malah ingin cepat berakhir.
Saya punya alasannya, sedikit alasan tersebut adalah ternyata banyak hal penting versi saya akan terwujud dan bahkan akan di akhiri di bulan ini. Salah satu hal terbesarnya adalah masalah Finansial dan hal besar lainnya gift yang saya buat rancang untuk diri saya kalau seandainya saya sukses mengakhiri bulan ini. Tidak ada salahnya kan kita menghadiahi diri sendiri….
Last Kredit
Bulan April ini adalah bulan terakhir dimana saya harus membayar cicilan kendaraan yang saya cicil dengan PD berjangka waktu singkat, saya menyatakan akan sanggup melunasi cicilannya selama hanya 11 bulan , janji kesanggupan saya kepada sang dealer.
Walhasil..selama itupula saya menelan kenyataan gaji saya harus otomatis terpotong dengan alokasi yang tidak sedikit menutupi cicilannya yang cukup besar.
Dan itu semua akan berakhir dibulan April ini saudara saudara
Next Kredit
Nah belajar dari pengalaman kemarin, ternyata urusan kredit mengkredit ternyata belum ada kapoknya buat saya.
Berbekal kartu Kredit Pinjaman teman saya akan mencari bahan usaha sampingan dengan cara membuka Hmm..apa ya namanya…
Jadi gini…*curhat mode on* saya bli Kulkas yang Display..(kulkas dengan Kaca di depannya), nah si kulkas tak isi dengan semua jenis minuman,akandtitipin di wartel samping kostan, kebetulan yang jagain wartel semangat buat project patungan ini (dia patungan jasa saya patungan modal).
Nah Sang Kulkas idaman didapat dengan cara mencicil di salah satu supermarket electronic yang sedang menjanjikan program bunga 0 %.
Ingat….0 persen saudara saudara….
Next Gift
Nah ini yang ditunggu tunggu di akhir bulan, sekitar awal April Gramedia bikin sale barang di Jalan panjang dengan menjual banyak bukunya dengan harga diskon, saking semangatnya beli uang saya cukup banyak terpakai, tapi yang jadi hadiah utama bukan itu, waktu itu berkat rayuan si mbak sales majalah maka saya menyanggupi untuk langganan NATIONAL GEOGRAPHIC untuk satu tahun kedepan, dengan iming iming diskon serta hadiah travel bag (sebetulnya sh cuman tas pinggang doang) saya menyanggupi berlangganan dengan menggesekkan kartu debet (setelah saya Tanya ke si mbak…
"Mbak bayar pake kartu debit bisa.?
Ternyata dia bilang..BISA MAS…sh**t..padahal saya berharap ga bisa)*niat buat langganan gak sh sebenarnya??*
Nah..sekarang sudah akhir bulandan hadiah itu besok akan dikirmkan ke kantor saya saudara saudara….
Berkat proses bersakit sakit selama bulan April ini saya akan dapat hadiah setiap akhir bulan dengan kiriman majalah Favorit saya ke kantor …..
Pointnya adalah : hidup dimulai dari satu tindakan dan keputusan, setelah kita ambil keputusan tersebut bersiaplah kita menerima konsekwensinya, baik ataupun buruk. Tidak ada korelasinya dengan kata kata bijak di pembukaan postingan ini ya..???
Saya fikir ada….even sedikit….ya wess, selamat menikmati hidup.
What a wonderful life!!!........on May.
Posted at 05:40 pm by alnash
Permalink
Wednesday, March 28, 2007
 He met her on a party. She was so outstanding, many guys chasing after her, while he so normal, nobody paid attention to him. At the end of the party, he invited her to have coffee with him, she was surprised, but due to being polite, she promised. They sat in a nice coffee shop, he was too nervous to say anything, she felt uncomfortable, she thought, please, let me go home.... suddenly he asked the waiter. "would you please give me some salt? I'd like to put it in my coffee." Everybody stared at him, so strange! His face turned red, but still, he put the salt in his coffee and drank it. She asked him curiously; why you have this hobby? He replied: "when I was a little boy, I was living near the sea, I like playing in the sea, I could feel the taste of the sea, just like the taste of the salty coffee. Now every time I have the salty coffee, I always think of my childhood, think of my hometown, I miss my hometown so much, I miss my parents who are still living there". While saying that tears filled his eyes. She was deeply touched. That's his true feeling, from the bottom of his heart. A man who can tell out his homesickness, he must be a man who loves home, cares about home, has responsibility of home. Then she also started to speak, spoke about her faraway hometown, her childhood, her family. That was a really nice talk, also a beautiful beginning of their story. They continued to date. She found that actually he was a man who meets all her demands; he had tolerance, was kind hearted, warm, careful. He was such a good person but she almost missed him! Thanks to his salty coffee! Then the story was just like every beautiful love story, the princess married to the prince, then they were living the happy life... And, every time she made coffee for him, she put some salt in the coffee e, as she knew that's the way he liked it. After 40 years, he passed away, left her a letter which said: "My dearest, please forgive me, forgive my whole life lie. This was the only lie I said to you---the salty coffee. Remember the first time we dated? I was so nervous at that time, actually I wanted some sugar, but I said salt It was hard for me to change so I just went ahead. I never thought that could be the start of our communication! I tried to tell you the truth many times in my life, but I was too afraid to do that, as I have promised not to lie to you for anything.. Now I'm dying, I afraid of nothing so I tell you the truth: I don't like the salty coffee, what a strange bad taste.. But I have had the salty coffee for my whole life! Since I knew you, I never feel sorry for anything I do for you. Having you with me is my biggest happiness for my whole life. If I can live for the second time, still want to know you and have you for my whole life, even though I have to drink the salty coffee again". Her tears made the letter totally wet. Someday, someone asked her: what's the taste of salty coffee? It's sweet. She replied. Don't ever leave the one you love for the one you like, because the one you like will leave you for the one they love.
Posted at 11:13 am by alnash
Permalink
|