Photobucket - Video and Image Hosting




Just an Ordinary Human



PENGUMUMAN:
Jakarta daily Schedulle: Monday 2 Friday from Nine 2 Five.
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from albaransyah. Make your own badge here.

Yg Lagi OL

My Webs

My blogspot(Poem&fiction)!
My Multiply!
My Mobile Pict!

My Digest blog!

Kinja, the weblog guide
My Favorit blog!
My Friendster
!


Add blog ini ke Kinja kamu

Add http://alnasdays.blogdrive.com to your Kinja digest

Jalan Pintas ke Cerita lalu

Teman di blog

Blognya Rudy!
Blognya Luigi!
Blognya Beny!
Blognya Bang Enda-Guru blog!
Blognya Helly!
Blognya Ocan!
Blognya Rommy!
Blognya Rio!
Blognya Imponk!
Blognya Sist.Arida!
Blognya Mba Na!
Blognya FaNNie!
Blognya Kang Ide!
Blognya Wawan!
Blognya Kere Kemplu!
Blognya Adhy!
Blognya Ubuy!
Blognya ruli!
Blognya Kang dadan!
Blognya mas Wisa!
Blognya V-cemol!
Blognya Doel-NZ!
Blognya Isna!
Blognya Dika-Londo!
Blognya Supri!
Blognya Nauval-S`pore!
Blognya Linda!
Blognya Ben!
Blognya Mel-Singaparna!
Blognya Ipe!
Blognya Tobby!
Blognya Siberia!
Blognya Ficano!
Blognya Ifan-Serang!
Blognya Alid!
Angga.net!
Blognya Bram Qinkqonk
Blognya Bradley
Blognya Ullie Pohan
Blognya Yaya
Blognya Yoenoez
Blognya Momon
Blognya DQ Narcisst
Blognya Bunga
Blognya Jeng Lucy
Blognya Jeng Unai
Blognya Adek Nabilla
Blognya Apey
Blognya Ali
Blognya Hiking
Blognya Rani Jogja
Blognya Bagus!
Blognya Arik-Solo!

Recent Post

Photo Perjalanan

My Photobucket
Lido`s outbound and rafting
Field at night
My Team
Dibawah Tanker::The Picture::
Dari Sabang sampai Merauke

Blog ini listing di:

Listed on Blogwise
PT.Alnasdays TBK


"Terimakasih atas kunjungannya"


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:






Wednesday, December 19, 2007
Yu Timah

Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri. Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah.

Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.

Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.

Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta. Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.

Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.

Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.
"Pak, saya mau mengambil tabungan," kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.
"O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup. Bagaimana bila Senin?"
"Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa."
"Mau ambil berapa?" tanya saya.
"Enam ratus ribu, Pak."
"Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?"
Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.
"Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing."

Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.

"Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?"
"Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama Ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban."
"Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita."
Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.

Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya.

Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.

Lebih Baik memberi Dari pada menerima....

dicuplik dari RESONANSI - Republika Desember 2006/Ahmad Tohari)

"SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1428 H"

Posted at 02:13 pm by alnash
Comments (5)  

Tuesday, December 11, 2007
An Accident

Dua hari ini, secara berturut turut saya melihat kecelakaan lalu lintas, didepan mata. Kejadian pertama ketika berlokasi di Jalan Gatot Subroto arah ke Semanggi dari perapatan Slipi, antara Gedung MPR/DPR dan taman Ria Remaja, hari senin yang padat dijalan raya semakin padat. Didaerah itu  yang biasanya tidak pernah macet walaupun di jam jam sibuk, tiba tiba arus menjadi terpampat, lalu beberapa meter ddepan, saya mendapatkan sumber jawabannya, ternyata ada kecelakaan sepeda motor, pertama saya melihat anak laki laki usia SMP  duduk sambil menangis dan shock di atas trotoar, dengan banyak pengendara sepeda motor yg masih menggunakan helm, berusaha menenangkannya. Tangannya berdarah tapi sekilas nampak tidak parah. Lalu mata saya berpendar ke tengah jalan, dan Astaghfirullah….sesosok tubuh tergeletak ditutupi Koran, dengan darah tergenang, dan mungkin berjenis kelamin pria terlihat dari sandal yang terlepas dari pemakainya, Satu orang Polwan terlihat sibuk mengatur lalulintas dan orang memperlambat dan ada yg menghentikan perjalanannya.

Saya bergidik, lutut saya lemas, karena saat itu saya pun mengendarai sepeda motor. 

 

Kejadian kedua pagi tadi, dari atas busway jurusan kalideres – harmoni, karena hari itu saya menggunakan tranposrtasi kebanggan Jakarta itu dan memarkir sepeda motor di kantor dari hari sebelumnya. Dari atas bus itu saya melihat  ada orang yang dipapah, ada orang yang secara sukarela akhirnya mengatur jalan kendaraan, ada banyak pengendara sepeda motor yang menyemut karena jalur busway yang mereka ikut tumpangi terhalang oleh busway yang berhenti, mata melihat darah tergenang, dan pasti kecelakaan lagi, kali ini sepertinya busway yang bersenggolan dengan  sepeda motor, oleng dan pengendara sepeda motor akhirnya terjatus, kesimpulan saya berkata demikian.

 

Duh, Gusti….saya membathin, Jangan sampai saya yang mengalami hal naas itu, saya sadar tidak terlalu ahli dalam berkendara, cenderung maunya duduk atau berdiri tidak apa apa juga, daripada harus capek sambil memgang stang motor dan berusaha berkonsentrasi penuh serta menghisap debu serta asap jalanan Jakarta.

 

Saya kembali ke model transportasi umum, walau harus mengorbankan waktudengan berangkat lebih pagi untuk menghindari antrian dan pulang lebih malam juga untuk menghindari antrian yg panjang.

Bukan karena sok sokan ingin menyelamatkan bumi dengan ikut berlahi ke kendaraan umum berarti membantu menurunkan kadar emisi di kota ini, walau tidak bermaksud ternyata say telah berpartisipasi secara langsung, menyelamatkan bumi dan menyelamatkan nyawa saya juga.

 

Jalanan memang tidak akan pernah aman untuk pengendara amatir seperti saya.

 

Kembali saya membathin…..kapan ya saya punya sopir pribadi?J

 

Posted at 09:23 am by alnash
Comment (1)  

Thursday, November 15, 2007
Meet the old Friend

Semalam saya bertemu dengan teman SMA (kalau sekarang sebutannya SMU ya?).

Yeup, betul sekali semalam kita akhirnya bisa ber-reunian kembali, menilik nilik masa masa ketika kita masih ABG dan tentunya segala cerita terhambur dari mulut kita masing masing mengenang masa lampau itu.

Dimulai dari telephone teman saya itu waktu saya lagi ketemu dengan procuretment salah satu perusahaan  distributor alat safety di daerah Roxy mas.

 

“ Halo, apa khabar? “ saya masih dengan standard menjawabnya bahwa khabar saya baik. Lalu saya bertanya ini dengan siapa, lalu dia Jawab “ Ini Rus, temen waktu di Serang”  dengan logat sunda yang kental dan intonasi suara yang pernah dulu saya akrabi saya langsung “ngeh” bahwa Rus yang telephone itu adalah Rustiana teman lama saya.

 

Rustiana? Eit, jangan salah sangka itu nama seorang bapak dua anak yang beristrikan seorang bidan yang juga merupakan teman sekelas saya. Jadi mereka nikah ketika berumur 22 tahun beberapa tahun setelah lulus dan sudah menghasilkan dua orang anak yang photonya saya lihat semalam di laptopnya. Dia di Jakarta dalam rangka Training HSE-Sucofindo untuk dua mminggu ke depan.

 

Semalam saya berusaha jadi tuan rumah yang baik, menawarkan Rus untuk jalan jalan di Jakarta. Sebelumnya saya ke hotel tempat dia menginap. Oiya, Bapak ini sekarang bekerja sebagai Kary. Perusahaan Jepang di Cilegon sebagai tenaga HSE (Health safety and Environtment) dept.

 

Setelah banyak bercerita tentang kemana diri kita menghilang setelah lulus SMU saya dan dia akhirnya membeberkan semua yang terjadi dalam hidup kita beberapa dekade belakangan, pekerjaan saya yang berpindah pindah kota mengikuti rig dan client di luar daerah, dan menetap 3 tahun belakangan serta kepindahan kerja dia dari perusahaan dia yang lama  yang akhirnya sukses membiayai dia untuk mengikuti pendidikan K3 di Universitas Indonesia.

 

Terdengar lagi panggilan khas buat saya yang diberikan oleh teman teman dulu karena status ke-padang-an ini, maka panggilan Uyung dari kata Buyung yang menjadi trade mark saya dulu di sekolah terucap lagi setelah bertahun tahun tidak terdengar. Panggilan yang hampir menenggelamkan identitas saya yang sesungguhnya.

 

Dalam Obrolan tadi malam itu ada pertanyaan yang mengejutkan

“ Yung, kamu udah lama kan di Jakarta, tau dong daerah undercover Jakarta” Jederrr….saya ngerti banget maksudnya tapi berusaha pura pura bego untuk mencari penegasan arti under covernya. “ Maksudnya daerah daerah kayak buku under cover itu Rus..??”.

“Hehehe..iyah itu..” dia tersipu malu atas pertanyaan nya barusan.

Saya tertawa juga dan menanyakan apakah dia mau di antar ke daerah seperti itu, dengan gaya sok kenal saya beritahukan bahwa di daerah mangga dua dan sekitar Gajahmada banyak pijat dan jasa plus plus lainnya.

 

“Enggak Yung, aku cuman di tanya aja ama temen training ku , ngapain aja kalau di Hotel, aku ga bisa jawab nya karena aku emang gak ngapa2in selain nonton TV ampe malam”.

 

“Trus, mau lihat 2 tempat kayak gt, di daerah selatan juga ada, ABG kalau yg ini mah”, jawab saya berpromosi walaupun itu saya tau dari baca Koran dan artikel internet aja”

 

“Enggak atuh Yung lah…percuma atuh kita shalat, kalau masih begituan juga, lagian kasihan Nur (nama istri-nya) di rumah”.

 

“Hehehe..kirain Russs…eh, ngomong dong ama Nur” saya meminta dia menelephone dan  ingin juga mendengarkan suara nya, tak berlama kemudian saya tersambung dengan ibu Bidan Nur diujung telephone, dan senangnya dia langsung mengenali suara saya.

 

Malam itu akhirnya kita jalan ke PH, makan dan nonton di sana juga, Film Lions for Lambs, berjalan lambat dan ternyata as our predicted before tidak begitu menarik.

 

Hmm…. Teman selalu menyenangkan kehadirannya.

 

Selamat training ya pak…semoga sukses dengan karier dan tetap Qana`ah menjaga cinta kepada keluarganya.

 

Posted at 10:15 am by alnash
Comments (6)  

Wednesday, November 14, 2007
Amanah dan Musibah

Ada kata kata bijak yang mengungkapkan bahwa ujian yang diberikan oleh Tuhan Yang Kuasa itu bukan hanya berbentuk penderitaan, terkadang keberhasilan dan juga kesuksesan adalah sebuah ujian.

Nah, pada situasi ini lah kita seharusnya bisa memegang amanat dan juga kepercayaan yang telah dipercayakannya semua pihak kepada kita.

 

Didepan saya sekarang ada Purchase Order yang nilainya cukup besar untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan disalah satu perusahaan manufacture di daerah Bogor, diakhir bulan ini, dan yang mebuat saya exciting  ini merupakan project saya yang saya kerjakan dari awal, mulai dari penawaran, proses presentasi sampai kepada negosiasi hingga akhirnya Purchase Order tercinta mereka fax-kan sore ini.

 

Besok pagi 15/11/07 si mbak boss tercinta akan final meeting untuk pembicaraan agreement pelaksanaan management sebuah semi Rumah sakit incl. referral medical service-nya. Project ini terbesar yang pernah kita tangani, karena disana sudah terbentuk sebuah system yang dijalankan oleh kurang lebih 70 orang staff terdiri dari dokter, nurse, paramedic, lab dan tenaga tenaga medis atau non medis lainnya untuk kelengkapan sebuah rumah sakit.Project ini merupakan client dari coal Mining project di daerah Kalimantan Timur.

 

Hari Senin tgl 19/11/07 besok, saya dan boss akhirnya bisa presentasi secara menyeluruh di salah satu perusahaan oil and gas yg sedang menggarap project geothermal di Sumatera Utara. Setelah dulu sebelum lebaran kita sempat memperkenalkan jasa dan product kepada mereka. Ada satu hal yang mereka sekarang bisa berikan sebagai harapan, bahwa pintu yang dulu agak sulit untuk terbuka sekarang kuncinya mereka longgarkan dan kita dipersilahkan masuk, karena cerita dari competitor lainnya mereka susah untuk menembus perushaan yang satu ini walau hanya untuk presentasi awal.

 

Sekarang pertanyaannya adalah, apakah saya sanggup untuk menjalankan semua ini, dengan dititik beratkan bukan hanya sekedar menjalankan, tapi mengemban kepercayaan dan menjaga amanah tersebut secara benar. Benar dalam arti tidak banyak terjadi kesalahan, tidak banyak timbul complaint , tidak ada nada protes dan segala sesuatu yang mungkin bisa dihindarkan apabila kita bekerja secara baik dan professional.

Dalam irama pekerjaan disebuah Service company tak dapat dipungkiri nada protes dan ketidak puasan adalah sesuatu yang lumrah terjadi, tetapi dijaga agar tidak sampai kepada protes yang bersifat krusial dan melenceng dari perjanjian yg telah di tanda tangani.

 

Sampai saat ini saya masih dalam tahap belajar, sangat sangat belajar untuk berproses menjadi tenaga penjual yang baik dan dapat di handalkan. Ibu Boss yang juga guru saya tersebut sampai saat ini masih menjalankan perannya dengan baik sekali. Saya berharap proses belajar ini tidak hanya terhenti sampai disini.

 

Pengalaman kita berdua dulu diperusahaan sebelumnya mengajarkan bahwa kesuksesan merupakan pedang yang bermata ganda, dia bisa menoreh diri kita sendiri apabila tidak bisa menggunakannya, dan semoga kesalahan orang terdahulu diperusahaan yang lama tidak kita ulangi lagi, bukan hanya kesalahan dalam menata kontrak kerjasama, atau sesuatu yang bersifat tekhnis lainnya, namun juga kesalahan dalam bertingkah laku dan sikap, kesalahan dalam bertututur kata serta kesalahan dalam beretika dan memperlakukan orang lain sebagai sesama manusia.

Saya berdoa ..Ya Allah, semoga kesuksesan ini tidak menjadikan kami pribadi pribadi yang sombong pada akhirnya…Amien!!

 

Kembali kepada Kata bijak diatas, bahwa kesuksesan juga merupakan sebuah ujian, saya berdoa dan berharap semoga amanah ini tidak berubah menjadi musibah nantinya.

Semoga….

 

Note : Lagu pengiring tulisan ini "Tuhan ada dimana mana "-by - January Christie -

 

Posted at 04:45 pm by alnash
Comments (4)  

Friday, November 09, 2007
Happy November

Saya selalu menyukuri setiap kali bulan November datang, November  mendapat julukan sebagai "The Month of love", saat dimana saya lebih bersyukur setiap kali bangun pagi.

Everyday is blossom session for me in November …, Walaupun sepertinya bulan ini masuk kedalam musim hujan dan musim semi itu tak pernah terjadi dinegara dua musim seperti Indonesia. Bagi saya bunga mekar dan daun berkembang dimana mana di bulan cinta ini. Suasana nya mirip mirip gambar berikut..

 

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

 

November memberikan arti khusus dan begitu romantis mengalahkan February, dan banyak penyair dan film maker yang setuju, buktinya ada dan  tercipta lagu November rain dari Guns n Roses dan juga film Sweet November yang dibintangi Keeanu Reeves dan Charlie Theron.

 

Terserah kalau ini dikatakan ini postingan mellow dan mehek mehek, karena dibalik bertambahnya macetnya Jakarta karena ulah pembangunan jalur busway yang tanpa rencana matang itu, dibalik bahaya banjir yg mengancam karena bulan ini (tumben) sudah masuk dalam musim penghujan lagi. Saya butuh release….karena saya jadi korban macet jalur busway dan (mungkin) korban banjir nanti karena saya bertempat tinggal di wilayah yg rawan banjir saat. Bulan November akan keukeuh saya syukuri kedatangannya dan jadi bahan agar saya bisa tetap tersenyum ditengah macet dan banjir yg mengancam itu.

 

Kembali ke November, saya ingin berada di lingkungan keluarga saat tanggal itu  datang dan diwaktu memasuki pertengahan di bulan ini, pada tanggal itu ibu saya akan masak ketupat dengan sayur tauco atau gulai nangka plus daging tetelannya sebagai hidangan ketika saya bertambah usia, dan U know what..ibu saya tidak pernah mengucapkan kata " Selamat Ulang tahun ya" tapi dia menerjemahkannya dengan gantungan ketupat di dekat meja makan dan satu panci besar gulainya. Untuk kita nikmati bersama sama.

Hmmm….nikmatnya!!

 

Weekand besok masih tanggal 10 -11 November tepat sehari menjelang pengurangan jatah usia saya, rencana nya akan pulang kampung di Serang lalu bertemu dengan keluarga saya terutama pemilik senyum itu yang juga tangannya pintar sekali meracik bumbu gulai agar hari minggunya dapat kita nikmati hidangan ulangtahun ala ibu saya.

 

God. Hope this not my last November…Cause I'm still love my life…

 

Happy November everyone…..!!!:J

Posted at 10:01 am by alnash
Comments (4)  

Friday, November 02, 2007
The Experience Concert

Terbayar sudah rasa kepenasaran terhadap sosok dan performance Beyonce, setelah di awali dengan berita mengejutkan namun membawa keberuntungan bahwa rencana konsernya di Malaysia dibatalkan karena aturan konser yg ketat dari pemerintah disana terutama menyangkut pakaian yang dikenakan diatas pentas, maka berita konsernya di Indonesia adalah surprising info sekali. 

Jitec mangga dua didaerah Gunung Sahari saya datangi sekitar pukul 4 sore, masih agak lengan walau tanda tanda bakal ada pertunjukkan sudah ramai disana sini, pada hari H panitia ternyata masih membuka tempat pembelian karcis. Saya tidak tahu apakah harganya sama atau lebih mahal dengan yang saya pegang.

Terus terang itu pertama kali saya ke mangga Dua Square apalagi ke JITEC, tempatnya di lantai 8 dengan lift dan alur escalator yg membingungkan, sempat masuk ke salah satu escalator namun tombol lantai 8 malah tidak berfungsi.

 Jam 5 waktu itu, terlihat masih sepi hanya beberapa sponsor dan fans Beyonce yg sepertinya dari luar kota (dari logatnya) menuggu di depan pintu.

Jam 7 malam pintu dibuka, dan penonton berhanburan masuk dengan tidak tertibnya, maklum yg belakang adalah kelas festival yang boleh berdiri dan tentu berebut posisi paling depan. Beruntung saya bisa masuk agak cepat sehingga dapat melihat dengan posisi lumayan enak, dengan badan yg tidak kedil dan tinngi yg cukup saya dapat melihat view panggung hanya sekali kali terhalang oleh mbak dan mas Bule penjaga sound dan lighting yg posisi nya pas didepan saya.

Menunggu hampir dua jam, panggung langsung dibuka Oleh Beyonce dengan lagu “crazy in love” tanpa ada kehadiran band pembuka, setelah itu berturut turut lagu dari dua albumnya juga tak ketinggalan disertakan lagu lagu lama ketika masih bareng dengan kelompok Destiny`s Child.

Lagu lagu dari soundtrack Film yg dibintangi oleh Beyonce juga tidak ketinggalan dinyanyikan seperti Listen dan lagu Dream Girl dari film berjudul sama sama dan satu lagu dari soundtrack  film Pink Phanther.

Lagu lagu duet yang saya ingat semalam dinyanyikannya dengan bantuan backing vocal seperti Dejavu hits bareng Jay Z, lagu hits dengan Shakira Beautiful Liar, lagu lagu Destinys child yg dibawakan medley seperti Independent woman, survivor, soldier dan jumpin jumpin. Lagu album pertama seperti Say my name dan lagu dari  album kedua selain Dejavu adalah Upgrade you.
Hanya dua lagu yang dibawakan secara penuh dan mendapatkan sambutan paling meriah dari penonton, lagu yang ditampilkan di akhir acara ini memang memberikan kesan klimaks pada penampilannya malam itu. Setelah hits soundtracknya Listen dibawakan secara penuh dan sempurna, malam itu konser ditutup dengan lagu yang sudah hapal disemua kepala penonton..to the left…to the left…irreplaceable....:)

Yup, beyonce memang irreplaceable, karena saya tidak tau apakah ada artis kita yang bias menampilkan performance suara, aksi panggung, profesionalitas seperti yang dilakukan, setelah tour panjang hampir di 90 kota seluruh dunia dengan jarak waktu tampil hanya 2-3 hari tiap kota, maka stamina dan kekuatan suaranya patut diacungi jempol. Tidak terdengar sekali nafas dan suara terengah engah dan selalu menyanyi dengan penuh expresi.

Akhirnya, setelah capek ikut menyanyi dan bergoyang bersama ribuan penonton malam itu konser harus ditutup, dengan segala kekurangan penyelenggaraan disana sini dan berita boikot dari media karena akses peliputan, sebagai penikmat musik malam itu saya merasa terpuaskan dengan penampilannya yg hampir dua jam.

Tata panggung, Sound, lighting Lumayan namun aksi pemain band yang semuanya perempuan serta sekali kali melakukan solo performance, 3 backing vocal yg negro abiss yang salah satunya saya kira tadinya Lakisha Jones –mantan American idol ternyata bukan,, dancer yang bersemangat dan mempunyai thema dalam setiap tarian serta kompak. Semuanya memberikan kesan memuaskan.

Sekali lagi, Beyonce memang irreplaceable…

Posted at 12:09 pm by alnash
Comments (5)  

Tuesday, October 30, 2007
Pesta Bloggers : Pesta nyata komunitas maya

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Akhirnya berkumpul juga para penggiat situs pribadi di dunia nyata. Setelah sebelumnya beredar khabar bahwa akan diadakan kumpul kumpul akbar dan beberapa postingan dari teman teman bloggers yang mengabarkan hal ini juga berita dari penggiat dan pengagasnya sempat saya lihat dalam postingan mereka.

Sebelum lebaran saya sempat mendaftarkan diri dalam situs resminya dan 2 hari menjelang tanggal penutupan pendaftaran saya mendapatkan email untuk confirmasi, namun karena saya tidak membaca dengan seksama maka  terlewatlah tanggal batas akhirnya (25 October 2007).

Hmm..dalam keputusaasaan saya memberanikan diri untuk menelephone sang Chairman langsung, dengan penjelasan bahwa ad email invitation sebelumnya hanya telat untuk konformasi saya akhirnya mendapatkan entry code-nya.

 

Sabtu pagi bangun seperti biasa, setelah berpanas panas dan sempat terkena macet akibat pemotongan jalur busway didaerah jalan panjang kebun jeruk dan habis bensin dan keliling cari ATM saya sampai ke blits setengah sebelas, waktu yang di umumkan sebagai awal acara. Tempat itu sudah penuh dengan para bloggers, saya sempat kebingungan mencari tempat registrasi, salah masuk ke barisan registrasi pers, akhirnya menemukan juga barisan peserta registrasi by entry code. Ditanya, dicocokkan dan berpindahlah sebuah goody bag ke tangan saya. Isinya cukup lengkap, mulai adri T shirt sampai ke tempat CD dan kartu nama tersedia.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

 

Celingukkan mencari nama dan muka yang mungkin saya kenal, berniat buat telephone mas Sam namun sebelum sampai ke urutan namanya di daftar HP saya, muka mas Sam ini sudab nongoldi depan saya, sedang berbincang dengan teman yg kemudian saya ketahui bernama Miko dan mas Tom dari blogfam.

Lalu lewat Yaya menyapa saya, bersama rombongan Blogfam nya itu sang Ratu Kopdar kali ini jadi anggota kopdar akbar..sempet berfoto bersama sama didepan studio 1 blits sebelum acara dimulai, dan acaranya sendiri telat hamper setengah jam.

 

Untuk acaranya saya tidak akan mendeskripsikannya panjag lebar, selain Hebat dan seru. Banyak link, link yang lebih acngih dalam mendeskripsikan kerapihan dan banyaknya sponsor acara tersebut.

 

Point penting dalam acara tersebut adalah: saya bertemu banyak tokoh hebat yang sebelumnya hanya dapat di jumpai dalam dunia maya tapi kemudian dapat melihat sosoknya. Mulai dari Sang guru Blog, yang memutuskan berhenti kerja buat hidup sebagai bloggers, yang rajin nulis hal 2 terbaru, yg juga pinter teknik ngeblog, juga selebriti yg juga ngeblog.

 

Semua itu kumpul dalam satu wktu and kesempatan,  keterbatasan waktu dari penyedia tempat (sebuah bioskop yang tentu terikat dengan jam tayang) makanya kita hanya bisa perpesata sampai pukul 3 sore saja. Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Sessi break di ikuti oleh beragam tema yang disediakan sesuai dengan keinginan dan minat peserta. Dalam sessi itu say malah asyik di ruang computer sedikit update dan berkenalan dengan banyak bloggers laam dan pemula, salah satunya adalah komunitas bloggers payakumbuh * tetep yaa Padang, cari sodara* ada Benny dan kang tutur yg tulisannya bagus banget, serta juga mr. bambang serta Adhit yg bantuin ambilin photo kita ketika sedang nge-net.

 

Saya juga melihat antusias dari teman yang berasal dari luar daerah seperti  Poso, Makasar dan Bandung, Cuma sayang saya tidak banyak berkenalan, sifat pemalu saya tiba tiba kambuh kalau dikeramaian.:D

 

Sekilas laporan pesta Bloggers 2007 versi saya….photo lengkap ada di Link ini

 

Semoga 27 Oktober tetap jadi hari bloggers nasional dan saya telah jadi saksi sejarah penetapannya.

 

Selamat nge-blog semuanya…!!!

Posted at 11:46 am by alnash
Comments (4)  

Wednesday, October 24, 2007
Harta Karun untuk Semua by Dee

Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari amazone.com datang. Ada satu buku yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya: "Stuff - The Secret Lives of Everyday Things". Buku itu tipis, mhanya 86 halaman, tapi informasi di dalamnya bercerita tentang perjalanan ribuan mil dari mana barang-barang kita berasal dan ke mana barang-barang kita berakhir.

Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan waktu ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila mana yang mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa penggunaannya hanya dalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang hanya bertahan sepuluh detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru hancur setelah si pemakan permen menjadi fosil.

Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa deterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion. Dan sebagai konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantai pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi telah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke mana kemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak pohon yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi-buta.

Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kita sendiri?

Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk mencuci secangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis daging burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar 2,400 liter air. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas meja kerja kita menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan mengonsumsi listrik 2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja di dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk memproduksinya 4,500 kali lipat lebih berat daripada berat chip itu sendiri.

Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa menimbulkan berbagai reaksi.Kita bisa frustrasi karena terjepit dalamketergantungan gaya hidup yang tak bisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis karena tidak mau pusing.

Yang jelas, sesungguhnya ini adalah pengetahuan yang sudah saatnya dibuka. 
 
Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun dan membedah jantung katak, dapat dibuat lebih empiris dengan mempelajari hulu dan hilir dari benda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung jawab akan alam ini telahdisosialisasikan sejak kecil.

Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedungFO empat lantai, PasarBaru, atau berjalan-jalan ke Gasibu pada hari Minggu di mana ada Lautan PKL: tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupan penduduk satu kota ? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada habisnya diproduksi? Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang menggelontori pasar. Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki hypermarket dan melihat ratusan macam biskuit, ratusan varian mie instan, dan ratusan merk sabun: haruskah kita memiliki pilihan sebanyak itu?

  Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh melebihi apa yang kita butuhkan?
 
 Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan lima pasang baju dalam setahun, bahkan lebih. Atas nama fashion, jumlah itu menjadi tidak berbatas. Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa pilihan panganan dalam sehari. Atas nama selera dan  nafsu, seisi Bumi tidak akan sanggup memenuhi keinginan satu manusia.  

Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kaca mata. Seorang ekonom mungkin akan menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi. Seorang sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan. Tapi jika kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan negara, negara adalah kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan individu,permasalahan ini akan kembali ke pangkuan kita. Dan kesadaran serta kemauan kitalah yang pada akhirnya akan memungkinkan sebuah perubahan sejati.

Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi sangat menentukan. Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protocol Kyoto, tidak perlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap, setiap langkah kita-memilih merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-adalah pilihan  politis dan ekologis yang menentukan masa depan seisi Bumi.
 
 Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah instrumen saya bekerja, tapi saya bisa lebih awas dengan jam penggunaan dan mematikannya jika tidak perlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan akan informasi,  tapi saya bisa memilih membaca berita lewat internet atau membaca koran di tempat publik ketimbang berlangganan langsung. Bagaimana dengan fashion? Di dunia citra ini, dengan profesi yang mengharuskan banyak tampil di muka publik, saya pun belum bisa mengorbankan keperluan fashion (baca: membeli busana lebih sering dari yang dibutuhkan), tapi saya bisa membuat komitmen dengan lemari pakaian, yakni baju yang saya miliki tidak boleh melebihi kapasitas lemari saya. Jika lebih, maka harus ada  yang keluar. Dan setiap beberapa bulan saya dihadapkan pada kenyataan bahwa ada baju yang tidak saya pakai setahun lebih atau baju yang cuma sekali dipakai dan tak pernah lagi. Bukan cuma baju, ada juga buku, pernik rumah, alat dapur, bahkan sabun dan sampo yang utuh tak disentuh.

  Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti 'harta karun', yang berisikan barang-barang yang harus keluar dari peredaran, karena jika dipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi  unsur manfaat. Harta karun ini lantas harus dicarikan lagi outlet untuk penyaluran.
 
 Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar. Para warga menyewa stand untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dan sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang-baru baru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas dengan harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga

 kompleks, tapi juga dari kampung sekitar. Hari pertama, saya sudah kehabisan dagangan. Terpaksa saya mengontak saudara-saudara saya yang barangkali juga punya barang  bekas   untuk disalurkan. Sama dengan saya, mereka pun punya timbunan harta karun yang entah harus diapakan. Stand saya menjadi salah satu stand paling laris selama bazaar berlangsung. Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilan yang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah dianggap sampah.

  Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara kreatif lain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga disumbangkan ..

  Namun yang lebih sukar adalah memulai membuat komitmen-komitmen pembatasan diri. Berkomitmen dengan rak buku, dengan lemari pakaian, dengan rak kamar mandi, dengan laci dapur, dan pada intinya... dengan diri sendiri. Siapkah kita menentukan batasan dan berjalan dalam koridor itu?

  Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri dari awal bersua aneka pilihan yang membombardir kita setiap hari, lalu sadar dan mawas akan rantai sebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka diri untuk info dan pengetahuan ekologi adalah salah satu cara  pembekalan yang baik. Walaupun sekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantong kresek yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir, dan hamburger yang kita makan tidak dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai barang-barang itu tidak akan hilang hanya karena kita menolak tahu.

   Banyak orang yang berkomentar pada saya, " Aduh , Wi . Kamu bikin hidup tambah susah saja." Dan mereka benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu kita justru harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup yang lebih sederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahan kesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi juga membantu Bumi ini dan jutaan manusia yang dijadikan alas kaki oleh industri demi pemenuhan nafsu konsumsi kita sendiri.

  Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah. 
 
Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnya kita cari.

by: Dewi Lestari

Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan. 
 

PS : saya mempunyai 2 bundel majalah National geoghraphic edisi October 2007 yang terdapat bonus bahasan tentang pemanasan global, daerah yang berpotensi untuk terkena dampaknya dengan segera, pencegahannya dalam bentuk poster dan leaflet. Bagus sekali untuk para Guru atau penyuluh untuk membangun awareness bahwa issue pemanasan global dan kerusakan lingkungan bukan lagi hal yang bisa dianggap sepele, terutama kesadaran bagi generasi muda

Bagi yang bergerak di bidang pendidikan (Guru) atau NGO (penyuluh, Volunteers) sayang ingin menyumbangkan kedua edisi tersebut.
Please email me....

Terimakasih


Aal(albaransyah@yahoo.com)

Kalau bukan kita yang selamatkan bumi, siapa lagi??

Posted at 11:27 am by alnash
Comments (4)  

Monday, September 24, 2007
Ramadhan oh Ramadhan....

 

Setiap bulan suci ini datang disetiap hati muslim tentu ingin melakukan yang terbaik dalam mengisinya, karena tentu saja ini adalah kesempatan langka yang datang setahun sekali dan tidak semua amalan akan di ganjar  seperti ketika dilakukan di Bulan ini.

Begitu juga saya, dalam hati berkeinginan agar dapat memaksimalkan ibadah di bulan ini namun dalam kenyataannya, sudah mendekati paruh kedua Ramadhan namun kwalitas ibadah tidak mengalami tanda tanda peningkatan.

 

Ketika Tarawih pertama, sama seperti ummat yang lain saya terkena euphoria menyambut Ramadhan, dengan tergesa gesa saya memacu kendaraan meninggalkan kantor di jam 4 sore, demi mendapatkan berkah Kepala tarawih pertama.Di masjid malam harinya umat berjubel, saya sampai harus shalat di pelataran halaman masjid dengan alas sejadah di bawahnya rumput.

 

Sahur Pertama juga demikian, saya bangun jam 3 malam untuk menyiapkan santap sahur dan  shalat subuh sesudahnya. Keadaan itu tidak berjalan lama, hari kedua saya tarawih di rumah, hari ketiga saya malah tidak tarawih juga dengan hari hari berikutnya. Bahkan, malam kedua dan beberapa malam setelah Sahur pertama itu saya tidak lagi berpuasa dengan menjalankan sunnah makan sahur.

 

Kembali kepada Suasana tarawih, setelah beberapa hari saya sempat ke masjid lagi dan ternyata tak ada lagi ummat yang bertarawih di lapangan masjid, mereka semua sudah tertampung didalam sebuah pertanda masjid tak lagi di jubeli orang.

 

Makin ke sini keadaan tidak membaik, saya kadang buka puasa di mall, bahkan pernah sekali ngabuburit sambil nonton dan harus menanyakan jam buka  lewat SMS kepada sahabat saya Miss Bekasi.

Hmm…metode ngabuburit yang salah….

 

Iyah..yah…..anggap saja tulisan ini seperti pengakuan dosa saya dalam menjalankan Ramadhan tahun ini, saya menceritakannya dengan malu hati sebenarnya tapi tak apalah kadang contoh yang buruk harus di ungkapkan agar menjadi pembelajaran bagi saya dan orang lain agar tidak menirunya. Dan semoga ada yang ter-inspirasi untuk tidak menjadikan contoh buruk ini sebagai panduan dalam berpuasa. Yang tadinya terlena dengan kegiatan hura hura tanpa ibadah di bulan puasa jadi tersadar lagi ingatannya..

“Hey..sekarang ini bulan puasa lho…” mungkin seperti itulah bunyi statement warning-nya.

 

Flash back ke masa lalu, mengingat Ramadha paling indah dalam hidup saya, adalah ketika saya habiskan dengan komunitas pengajian di kampung. Dengan mereka Ramadhan betul betul menjadi bulan penuh dengan tabungan amalan buat saya, sebulan waktu yang penuh dengan kegiatan yang tak hanya seremonial buka bersama tapi lebih dari itu. Semua kebaikan ada dalam hari hari kita.

 

Adakah masa itu dapat berulang kembali..Wallahualam

 

Kapan Ramadhan paling berkesan buat teman semua..???

 

Posted at 01:15 pm by alnash
Comments (3)  

Wednesday, September 19, 2007
Printer dan Puasa

Pagi ini kantor dimulai dengan sedikit kehebohan, boss VP marketing yang siap siap mau presentasi tidak bisa nge-print bahan presentasi hard copy-nya. Semua mesin print dikantor saya mendadak ngambek untuk bekerja. Pertama mesin printer yang ada diruangan dia dan juga ruanagn saya yang sering kita pake bareng bareng tidak mau baca cartridge yang baru saja dig anti, lalu pindah ke printer resepsionist yang di coba untuk di pinjem jasa nya, namun hasilnya sama saja. Berpindah ke printer Finance yang juga tidak mau bekerja sama dengan laptop si bos yang sudah di ususng kesana kemari.

 

Semua sibuk membantu, sementara saya… setelah melihat suasana jadi sedikit rame dan semua pihak memberikan bantuan (maklum boss yang punya kesulitan)… memilih untuk anteng di meja saja, bukan karena tidak mau memberikan bantuan, tapi tenaga pemberi bantuannya sudah kebanyakan dan berkas di meja saya sendiri yang harus dikoreksi juga menumpuk…Pagi tadi jadi penonton eh, pendengar yang baik(karena mata saya tidak tertuju kepergerakan mereka.

 

Akhirnya semua pihak menyerah dan jasa print SUBUR jadi pilihan yang diambil….See?

 

Alasan lainnya mengapa saya tidak ikut membantu karena saya lemas, eh, tulisannya LEMAS atau LEMES ya..

Jadi begini, sudah beberapa hari terakhir ini saya menjalankan puasa tanpa sahur, dan saya kalau tidak salah hanya pernah sahur dipuasa pertama dan ketiga dan sekarang sudah ke ….6-7 puasa Ramadhan tahun ini.

Perjalanan dari rumah ke kantor yang cukup jauh dan tanpa ada sumber energy cukup waktu sahur membuat stamina juga loyo.

 

Akhirnya, setelah selesai memeriksa berkas yang tadi saya ceritakan, saya memilih membuka word dan menuliskan postingan ini.

Lumayan sebagai killing time menunggu waktu berbuka puasa, lalu mata saya reflek melirik Icon jam di kanan bawah monitor komputer….ternyata masih jam 10.31 pagi….Lama nya!! 

Posted at 11:38 am by alnash
Comments (2)  

Previous Page Next Page