Photobucket - Video and Image Hosting




Just an Ordinary Human



PENGUMUMAN:
Jakarta daily Schedulle: Monday 2 Friday from Nine 2 Five.
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from albaransyah. Make your own badge here.

Yg Lagi OL

My Webs

My blogspot(Poem&fiction)!
My Multiply!
My Mobile Pict!

My Digest blog!

Kinja, the weblog guide
My Favorit blog!
My Friendster
!


Add blog ini ke Kinja kamu

Add http://alnasdays.blogdrive.com to your Kinja digest

Jalan Pintas ke Cerita lalu

Teman di blog

Blognya Rudy!
Blognya Luigi!
Blognya Beny!
Blognya Bang Enda-Guru blog!
Blognya Helly!
Blognya Ocan!
Blognya Rommy!
Blognya Rio!
Blognya Imponk!
Blognya Sist.Arida!
Blognya Mba Na!
Blognya FaNNie!
Blognya Kang Ide!
Blognya Wawan!
Blognya Kere Kemplu!
Blognya Adhy!
Blognya Ubuy!
Blognya ruli!
Blognya Kang dadan!
Blognya mas Wisa!
Blognya V-cemol!
Blognya Doel-NZ!
Blognya Isna!
Blognya Dika-Londo!
Blognya Supri!
Blognya Nauval-S`pore!
Blognya Linda!
Blognya Ben!
Blognya Mel-Singaparna!
Blognya Ipe!
Blognya Tobby!
Blognya Siberia!
Blognya Ficano!
Blognya Ifan-Serang!
Blognya Alid!
Angga.net!
Blognya Bram Qinkqonk
Blognya Bradley
Blognya Ullie Pohan
Blognya Yaya
Blognya Yoenoez
Blognya Momon
Blognya DQ Narcisst
Blognya Bunga
Blognya Jeng Lucy
Blognya Jeng Unai
Blognya Adek Nabilla
Blognya Apey
Blognya Ali
Blognya Hiking
Blognya Rani Jogja
Blognya Bagus!
Blognya Arik-Solo!

Recent Post

Photo Perjalanan

My Photobucket
Lido`s outbound and rafting
Field at night
My Team
Dibawah Tanker::The Picture::
Dari Sabang sampai Merauke

Blog ini listing di:

Listed on Blogwise
PT.Alnasdays TBK


"Terimakasih atas kunjungannya"


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:






Monday, May 12, 2008
Dont hurt me

Saya punya sifat buruk yang sulit saya hilangkan, kalau disakiti saya susah untuk melupakannya. Mungkin orang bilang saya type manusia pendendam, walau dendam yang saya rasakan tersebut tdk saya lampiaskan seperti dalam film film, saya cukup hanya diam dan berusaha tidak peduli dengan hal atau individu yang menyakiti hati saya tersebut. Namun, dalam konteks hidup yang mau tidak mau kita berhubungan dengan orang lain, terkadang saya harus kembali berhubungan dengan manusia yang pernah menyakiti hati saya tersebut. Dsinilah dilemanya.  Antara harus berpura pura lupa dan sudah  tidak bermasalah dengan kejadian dulu itu atau sama sekali tidak mau berurusan dengan dia.

Flashback
Waktu kecil dulu, ada sebuah keluarga yang menjadi tetangga saya, mereka mempunyai tiga orang anak laki laki yang usianya di atas saya. Mereka dulu adalah biang Onar, dan sering mejahili saya dengan tingkatan jahil yang lebih dari yang bisa saya terima dan toleransi. Keadaan itu membuat saya agak terbatasi bergaul dengan dunia luar, karena mereka adalah “penguasa medan” pergaulan anak anak waktu itu.

Muka mereka terrekam dalam memory saya secara dalam, kejadian berulang ulang tersebut membubuhkan cukup pegnalaman sakit hati yang membekas dan terbawa sehingga dewasa. Setiap kali pulang kePadang, secara tidak sengaja saya berpapasan dengan salah seorang dari “Trio Menjengkelkan” itu, saya ingat muka nya, namun dia tidak. Kelebatan peristiwa dulu membayang, padahal itu sudah berlalu lama sekali, seperti film tua dia diputar dengan memory yang hilang timbul.

Forgiven Not Forgotten
Memaafkan perkara hati, namun melupakan perkara memory atau otak, dua organ yang berbeda dan berfungsi dengan jalannya sendiri. Yang terjadi selama ini dalam diri saya mungkin hati sudah bertindak sesuai perintah, namun memory tersebut terrekam dan  pita
kasetnya tidak kunjung bisa saya deleate, walau sudah saya perintahkan berkali kali.

Orang lain meminta maaf atas sebuah kesalahan akan dengan cepet saya anggukan,  karena itu merupakan keharusan, apalagi kalau sudah mebawa dogma bahwa “Tuhan saja memaafkan kesalahan umatnya, kenapa saya tidak”, akan dianggap sombong sekali nanti kalau ternyata maaf itu tidak diberikan.

Berkali kali saya jejalkan perintah untuk meghapus memory itu, tapi berkali kali juga dia akan keluar, biasanya kalau saya diamkan dia akan menghilang seiring waktu, tapi akan berkelebat kembali kalau sang pembuat rasa sakit tampil didahapan saya.

Makanya..jangan sakiti hati saya ya..:)
Pliss........

Posted at 06:07 pm by alnash
Comments (9)  

Monday, April 28, 2008
Anak Panah

 Ada pemandangan aneh yang selalu saya pertanyakan dulu, ketika saya menghadiri upacara pernikahan. pemandangan yang saya maksud adalah ketika orang tua yang menangis ketika anaknya meminta restu ketika akan menikah. Waktu itu saya bertanya..."bukankah seharusnya orang itu berbahagia", walau kemudian saya sadar bahwa ada saat ketika seorang manusia betul betul berbahagia ia malah mencucurkan air mata.

Ternyata sekarang saya baru tau rasanya....bahwa melepaskan seseorang yang sangat kita sayangi untuk menjalankan hidup lebih jauh, menempuh perjalanannya sendiri tanpa mendapatkan pengawalan lagi dari diri kita juga membutuhkan kebesaran hati. melihat seorang manusia tumbuh dan kemudian menjadi indiviu mandiri adalah sebuah kisah sukses yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang menjadi pengawalnya itu, Sang orang tua yang memberikan restu ketika anaknya memilih calon pendamping dan akhirnya melangkah pergi pasti merasakan perasaan kehilangan yang menyesesakkan itu.

Airmata yang dia curahkan pasti bukanlah air mata penyesalan, tapi airmata syukur....air mata haru...air mata doa yang tercurah karena dia menyayangi makhluk yang siap berangkat pergi tersebut.

Rasa ikhlas lah menurut saya yang akan menjadi kuncinya....dengan legowo dia melepaskan kepergiannya, karena dia pergi untuk sebuah kebaikan, tujuan kepergiannya untuk keadaaan yang lebih baik untuk dirinya...ya untuk diri nya dulu, karena untuk diri kita memang belum tentu.
Tapi bukan kah essensi terakhir dari rasa cinta adalah ketika kita dapat ikhlas melepas orang yang kita sayangi untuk menjadi lebih baik lagi.

Seperti kata Pujangga besar kahlil Gibran, bahwa seoang anak manusia hampir serupa dengan anak panah, orang tua hanyalah busur dan suatu saat harus siap melepaskannya, dengan mengarahkannya kepada kebaikan, tapi sekali busur itu terlepas dia akan menjadi dirinya sendiri dan bebas melesat ke arah yang dia sendiri tuju.
Sang pengawal hanya menjadi busur,setelah anak panah melesat,  busur akan tergeletak danhanya dapat menyaksikan lesatan sang panah menuju puncak.

Iya..iyaa..
Akhirnya... kini saya baru dapat mengerti makna tangisan ibu di pernikahan tersebut.

Posted at 04:23 pm by alnash
Comments (2)  

Monday, April 14, 2008
Launching Novel:7 Hari Terakhir

Photobucket

Hari minggu kemarin (30/3/08) akhirnya acara itu berlangsung juga, launching dan Bedah Buku dari Novel yang selama ini sudah mengendap didalam perut laptop saya selama hampir 4 tahun. Atas kebaikan dan partisipasi teman teman dikampus dan teman angkatan yang mendorong terbitnya Novel tersebut.

Novel Pertama dan yang diharapkan dapat menjadi pembuka untuk karya yang lebih baik dimasa depan. Setelah mengalami masa masa penolakan dan juga masa frustasi akhirnya  Novel tersebut mentas juga. Benar seperti apa yang pernah saya baca, *dari tulisan Rio kalau ga salah* Bahwa proses lahirnya karya tulis itu seperti melahirkan seorang anak, setelah dia lahir nasiblah yang akan menentukan peruntungannya.

Novel yang berjudul “7 HARI TERAKHIR” masih diterbitkan dalam edisi terbatas, karena alasan klasik yaitu dana maka hanya di cetak untuk konsumsi kampus, menunggu tawaran dan ajakan serta minat dari penerbit sesungguhnya.

Untagmedia sebagai penerbit awal hanya memfaslitasi dalam beberapa puluh exmplar saja. Tetap bersyukur atas segala dukungannya.

Saya berterimakasih untuk teman angkatan saya, Anto, Annas, Rutma, Isna, Deasy dan yang lainnya. Jga dosen pembimbing Ibu eko yang memberikan supportnya.DQ for cover design. dan semua pihak yang membantu.

Semoga Novel ini mendapat peruntungannya yang lebih baik lagi.

Berikut photo photo yang merekam acara sederhana kami ketika melakukan acara tersebut.

Posted at 10:38 am by alnash
Comments (6)  

Thursday, April 03, 2008
Salak-Garut

Kantor sedang sepi sebagian besar penghuninya keluar untuk melihat calon lokasi baru. Saya mau bercerita….
Hati saya sedang senang saat ini (karena sesuatu yang baik harus dibagikan) maka saya akan membagikan kisahnya.
Jadi tulisan ini adalah perpaduan antara suasan hati yang sedang senang dan kantor yang sepi mendukung untuk membut sebuah tulisan.

Begini cerita nya…

Rabu malam, mbak boss tercinta mengirimkan SMS, untuk meminta saya untuk menggantikan posisinya menghadiri presentasi kesehatan terkait dengan peringatan TB day, yang jatuh [ada tanggal 24 kemarin, TB day alias Tuberculosa day diperingati untuk memberikan awarnss kepada kita semua bahwa bahaya TB sangat mengancam kehidupn kita yang tinggal dinegara dunia ketiga ini.

Lha..kenapa saya senang..karena saya bisa berkeliling ke berbagai pelosok lagi, seperti saat dulu dan kali ini walau hanya berlokasi di kaki gunung Salak-Sukabumi dan daerah Darajat-Garut dapat membayar sedikit kerinduan akan saat saat travel keliling Indonesia.

Alhasil..
Rabu siang saya sudah nongkrong di Starbuck TIS tebet menunggu client yang akan mengadakan acar tersebut sebagai penyedia jasa saya membawa seorang dokter paru yang cukup “gaul”.

Selepas dari Jakarta, sampai ke Salak sudah gelap, jam 7 malam sampai di masshall, dan (kembali) makan di meshall alias kantin perusahaan. Malam berisitrahat di Salak dan paginya kegiatan dilakukan..

Acara di salak dari jam 7 sampai 10 siang, sukses dengan peserta memenuhi ruang pertemuan client yang menjadi pemasok gas alam ke PLTU Salak.
Lanjut ke garut melalui jalan raya yang ditumbuhi oleh kebun the, melewati kota kota seperti Sukabumi, Cianjur dan beberapa daerah kecamatan kecil lain yang saya lupa nama nya.

Sesampai di garut jam 5 sore, hampir seharian kita diperjalanan, dan hanya berhenti sebentar di RM jalan raya Sukabumi Cianjur.
Didalam mobil dikabarkan oleh mbak Dwi sebagai fasilitator, bahwa kitaakan menginap di Sumber Aala, Cottage yang bagus di kota garut terletak di daerah Cipanas  Diceritakan bahwa nanti akan ada kolam pemandian air panas dan bisa berendam sepuasnya.

The Cottage Sumber Alam
Ternyata cottage nya sangat bagus, ruang atau kamar yag disediakan sangat luas dan private, terletak diatas kolam kolam yang didesain  dengan konsep pedesaaan. Saya betah disana. Kamar tidur terletak dilantai atas dan ada 1 kamar tidur utama dan 2 tambahan, di bawah ada ruang TV dan satu kamar mandi yang terdapat bathtub ukuran besar.
(ini yang dimaksud berrendam sepasnya, karena klau kolam renang umum nya hanya buka sampai jam 10 malam).

Dikamar yang luas dan besar itu  saya sendiri  bayangkan kita tidur diatas rumah pedesaan yang dikelilingi oleh sungai, terdengar gemericik air, ketikaq membuka jendela sudah akan terlihat bunga teratai dan tumbuhan air lainnya. Alhasil malam itu, setelah makan di Pujasega dan makan makanan sunda serta minuman aneh (es pasminah dll)  acara dilanjutkan dengan berenang dikolam umum sampai tutup dan dilanjutkan dikamar bathtub sampai bosan.

Pagi hari setelah segar dan sarapan, melanjutkan acar presentasi hari terkahir , kali ini dikaki gunung Darajat. Acara dari jam 9 sampai 11 siang, karena menyesuaikan dengan waktui shalat jumat kita harus buru buru ke daerah kota Garut.

Oleh oleh
Dalam perjalan pulang, sempat mampir beli oleh oleh seperti Batik Garut, modelnya kontemporer, bisa jadi kemeja kerja dan juga kain batik yang siap jahit buat nyokap.

Oleh oleh makanan juga tidak lupa. Dododl masuk dalam menu utama, dari dodol coklat, wijen, kentang ubi dll.Beli keripik kulit dan juga keripik bawang..

Begitulah cerita jalan jalan sambil kerja di Salak Sukabumi dan darajat garut kemarin. Poto dan gambar suasana lainnya ada di sini dan sini.

Posted at 12:37 pm by alnash
Comments (2)  

Wednesday, March 26, 2008
Everybody loves chocolate

Ya, semua orang kalau ditanya pasti akan menjawab “saya suka coklat”. Termasuk saya, saya sering merayakan sebuah moment dalam hidup dengan sebatang coklat. Sebagai rasa syukur atas sebuah karunia dan rejeki biasanya saya akan membeli coklat, pun ketika saya sedang tidak dalam keadaan yang baik, seperti sedang medapatkan masalah atau sedang kesal terhadap seseorang atau sesuatu, sebatang coklat cukup bisa jadi obatnya.

Coklat bagi saya adalah sebuah terapi, tempat untuk merayakan sedih dan senang dengan diri saya sendiri.

 

Hal ini saya ceritakan, agar mereka diluar sana yang membaca tulisan ini, dapat mengambil essensinya bahwa orang lain tidak selalu ada disamping kita dalam suka ataupun duka, karena bergantung kepada orang lain sebagai sumber pembangkit semangat atau kawan pembagi kesedihan tidak bisa selalu diandalkan. Saya tidak menganjurkan menjadikan benda mati sebagai teman setia, namun membuat suasan yang biru tidak menjadi tambah kelabu atau suasan riang bisa dirayakan dengan lebih tenang.

 

Coklat Jawabannya.

Secangkir coklat sering saya baw disore hari ketika melihat mentari senja siap masukan ke balik bumi, disana di ujung timur Indonesia, saat dulu ketika bermil mil saya dijauhkan dengan orang orang yang saya kenal dan cintai di pulau jawa.

 

Sebatang coklat saya akan bawa kepedalaman Kalimantan sebagai bekal kalori jaga jaga kalau support makanan untuk team ekspedisi datang terlambat ditengah pedalaman Kalimantan tengah, 3 hari dari camp terdekat dan tidur di fying camp yang kita dirikann bersama. Coklat yang karena persediaanya terbatas hanya saya makan sendiri dan dalam keadaan diam diam, sekotak untuk sehari dan sebatang coklat sebagai tanda bahwa sudah seminggu pula saya melewatkan hari ditengah hutan perawan Kalimantan itu.

Saat ini, coklat yang dapat saya temukan disetiap mall yang mengepung Jakarta, tidak lagi menjadi benda keramat yang harus saya makan dengan perlahan seperti yang saya lakukan  didalam hutan. Keberadaannya kadang sudah terlupakan digantikan dengan hal lain yang terkadang lebih menyita perhatian ketika euphoria hidup ada disekitar.

 

Sore ini kembali mata saya melihat teman sendiri saya tersebut. Ya sebatang coklat sore ini saya beli sehabis gajian. Gaji yang sudah jelas takaran dan peruntukkkannya, sore tadi disiishkan sedikit untuk beberapa batang coklat, dari tingkatan Silver Queen sampai beberapa kakak kelasnya yang agak lebih mahal, namun mata saya tertegun dengan bentuk coklat yang didalam bungkus dengan sangat bagus, namun niat saya tercekat, ludah saya telan karena melihat harga nya. Hampir seratus ribu rupiah untuk kurang dari 10 isi coklat didalam kotak tersebut yang masing masing ukurannya mungkin hanya sebesar ibu jari tangan saya. Dalam hati berkata  “Ah sudahlah, itu makanan untuk nanti ketika saya  sudah menjadi teramat kaya.

Harapannya, semoga ketika saat itu tiba, keinginan saya tetap sederhana.

Posted at 10:44 am by alnash
Comments (5)  

Thursday, March 06, 2008
Musibah

Kemarin mengalami musibah kecelakaan lalulintas di Jalan raya daerah cengkareng.
Hujan masih turun dan jalanan basah. Saya mau berbelok ke arah perumahan, dan tiba tiba  ban depan motor yang  saya kendarai ternyata tergelincir begitu saja di jalan raya itu.
Dalam kondisi kecepatan yang termasuk rendah, saya terjatuh karena belokan terlalu tajam dan jalanan yang sangat licin.

Hasilnya : telapak tangan kiri yang agak parah, kulitnya mengelupas, sedangkan kedua dengkul hanya lecet, terselamatkan karena saat itu saya menggunakan celana jeans yang agak tebal.

Hari ini masuk kerja siang,  dbadan saya sakit sakit semua, tangan berbalut, jalan masih terasa sakit. dan yang paling tidak enak. Keberangkatan saya ke Banjarmasin di cancel karena musibah ini. Ga enak sama client yang sudah janji dari minggu kemarin.

Duhh..musibah..ada ada aja...

Posted at 11:13 am by alnash
Comments (3)  

Wednesday, February 20, 2008
Future Perfect

"Terlahir miskin adalah takdir sebagian manusia, namun mati dalam keadaan miskin adalah hasil dari usaha yang tidak maksimal dalam menjalankan hidup"

 

Mempunyai masa depan yang terjamin..? Siapa yang tidak mau, namun itu bukan sebuah keadaan yang dapat begitu saja terjadi. Kata Orang bijak “ masa depan adalah sebentuk bangunan yang kita persiapkan semenjak dari kini ”.  Karena itu, dapat kita simpulkan disini bahwa kerja keras dan persiapan matang lah yang menjadi kuncinya. Apa yang kita lakukan sedari kini ketika kita masih kuat bekerja dan berpenghasilan akan sangat mempengaruhi bentuk masa depan dan keadaan yang nanti akan kita hadapi.

 

Seperti apakah masa depan yang ideal itu?, kalau bagi saya jawabannya adalah dapat memenuhi kebutuhan hidup, minimal seperti yang sudah dapat di penuhi ketika masih bekerja seperti saat ini. Dengan kata lain, di saat itu walaupun sudah tidak bekerja, kita masih tetap dapat hidup nyaman dan tetap mampu memenuhi kebutuhan kebutuhan hidup.

Jadi tidak ada yang berubah ? Tentu ada, bedanya adalah saat ini kita bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan tersebut, namun di masa tua Investasi masa depan yang sudah kita lakukan semenjak dari dini itulah yang akan memenuhi itu semua.

 

Si Pencuri

Sebagai seorang karyawan Swasta atau negeri,  banyak hal yang mempengaruhi persiapan kita dalam membangun sebentuk masa depan yang ideal,  PHK yang mengancam dengan berbagai macam sebab, perusahaan yang gulung tikar dan banyak hal lain diluar prediksi kita sebagai manusia. Juga sebagai Pemilik Usaha, tak sedikit faktor yang menghalangi dan merusak  indahnya harapan masa depan yang kita inginkan seperti, usaha yang pailit, penipuan rekan kerja dan seribu satu penyebab lain dengan versi yang berbeda.

 

Walaupun kita sudah menyisipkan dana cukup besar dari pendapatan kita dalam bentuk tabungan di bank,ternyata adalagi faktor X di luar ekonomi yang dapat menghabiskannya, dan itu biasanya diluar prediksi kita sebagai pemiliknya.

Faktor X = Penyakit dapat mencuri isi tabungan kita dengan bentuk biaya kesehatan apabila kita di rawat akibat penyakit atau kecelakaan. Kita tentu sama sama sudah mahfum, berapa besar biaya perawatan Rumah Sakit terutama Swasta di negeri ini, bisa bisa tabungan yang sudah kita kumpulkan bertahun tahun habis hanya dalam beberapa minggu ketika kita menjalankan proses perawatan di Rumah Sakit. Instrument biaya kesehatan tersebut meliputi biaya kamar, pemerikaan dokter dan banyak hal lain.

 

Nah, untuk menghindari penyakit dan biaya Rumah sakit yang “mencuri” tabungan masa depan kita sekaligus persiapan kita dalam membuat masa depan yang nyaman tanpa bergantung kepada secara financial kepada orang lain, Instrument Investasi dan Asuransi sudah saatnya kita lirik.

 

Pilihan ditangan kita

Saat ini sudah banyak pilihannya, salah satunya adalah paket Asuransi yang memadukan Investasi masa depan sekaligus nilai proteksi ketika kita mendapatkan masalah kesehatan baik sakit krisis maupun biaya perawatan di Rumah Sakit. Instrument ini Merupakan solusi bagi sebentuk permasalahan kehidupan yang kita tidak akan pernah tau seperti apa didepan. Oleh Karena itu masa depan mandiri mutlak kita persiapkan, karena bagaimana pun menjadi beban bagi orang lain apalagi secara financial jelas tidak mengenakkan.

 

Selagi kita masih muda, masih kuat bekerja dan masih mempunyai banyak waktu mempersiapkan rencana masa depan yang mandiri dan orang yang kita sayangi  mereka mendapatkan nilai lebih dengan keberadaan kita atau saat kita sudah tidak ada, mereka dapat kita wariskan:

Nilai Pertanggungan sebagai sesuatu yang tetap dapat membantu menjamin kehidupan finansial mereka.

Bukankah warisan yang kita persiapkan dapat menjadi kebanggan dan kenangan manis bagi orang yang kita sayangi setelah kepergian kita. 

Untuk sharing tentang Future Planning ini, silahkan menuliskan pengalaman, pertanyaan atau janji bertemu dengan anda ke alamat email saya: albaran@gmail.com

 

Dengan usaha dan niat baik, semoga masa depan yang nyaman dan mandiri  dapat mejadi sebuah keniscayaan bagi kita semua.

 

Selamat bekerja….

 

Posted at 01:30 pm by alnash
Comments (4)  

Monday, January 28, 2008
Akhirnya Sang Jenderal pergi

Hari minggu itu, ketika sedang berada dkampus, teman disebelah saya mendapatkan SMS, ada khabar bahwa Pak Harto sudah meninggal. Mendapat khabar seperti itu, kami menghentikan topic kuliah Human relation yang sedang berlangsung, diskusi menjadi pencarian kebenaran tentang berita tersebut dan lontaran pendapat tentang keadaan itu.

Beliau bagi saya
Saya mengingat sosok sang jenderal besar dengan perasaaan datar, saya bukan seorang pengagum beliau, namun juga bukan orang yang membencinya. Sosok beliau yang diluar jangkauan saya namun mengisi hampir seluruh waktu dalam perjalanan hidup. Photo beliau tergantung setia disetiap kelas yang saya masuki, mulai dari SD hingga SMU, hanya orang yang menjadi pendamping disebelahnya dalam poto yg terletak didepan kelas itu saja yang berganti. Seakan ada kesan bagi saya bahwa wakil presiden negeri ini boleh berganti, namun tidak bagi presiden nya.

Beliau dalam memori
Sosok beliau menjadi akrab dengan saya walau dalam dimensi yang berbeda, melalui media Televisi yang jaman itu dominasi TVRI sebagai satu satunya TV di negeri ini, mendekatkan dengan cara yang tidak biasa, acara musik atau film kegemaran saya harus berganti dengan pidato beliau, acara yang saya tunggu harus rela mengantri (mengalah) demi siaran langsung Lomba kelompencapir, Bina Tani dan Nelayan, dan acara kenegaraan sejenis, yang sekarang baru saya sadari begitu di aturnya pertanyaan pertanyaan yang diajukan sehingga saya hapal "kode etik " bertanya ala waktu itu yang biasanya selalui di mulai dengan pengucapan terimakasih oleh sang penanya, pujian atas dukungan, dan akhirnya pendapat atau "restu" yang diminta. Otak kecil saya merekam semua itu dan beranggapan "memang negeri ini gemah ripah loh jenawi".
Waktu berjalan dan saya juga tumbuh dengan kehadiran beliau Nun jauh di istana  Negara dan saya rakyat jelata yang tidak mempunyai akses atau prestasi apa apa yang mungkin bisa mendekatkan saya agar dapat melihat wujud nyata Sang Jenderal, namun hingga akhir hayatnya, hanya tabung bergambar itu saja yang menjadi medio perantara bagi saya dan sosok beliau.

Beliau dan rezimnya
Saya dan mungkin berjuta juta manusia lain di Indonesia bernasib sama, mengenal beliau dari pembicaraan dan kesan orang lain tanpa pernah mempunyai pengalaman pribadi yang bisa digunakan sebagai pembentuk opini sendiri. Opini yang terbangun sebelum reformasi bertabrakan dengan apa yang dinampak dan didengar akhirnya terbentuk ketika reformasi bergulir. Sehingga hari ini, Sampai pada akhir hayatnya , Seiring dengan tidak tuntas nya kasus hukum beliau, menggantungnya semua yang dulu sempat di tuduhkan bahkan akhirnya berhentinya semua kasusnya di pengadilan.
Akhirnya masing masing orang  dinegeri ini menyimpulkan sendiri opini dan sikapnya terhadap sosok sang jenderal.

Beliau bagi saya dan mereka
Saya bukan dari keluarga yang tersejaherakan selama orde baru berkuasa, kehidupan kita nyaris biasa biasa saja, kalau tidak bisa di sebutkan dibawah standard kehidupan orang sejahtera pada umumnya, buktinya? Setua ini saya baru bisa menyelasaikan gelar kesarjanaan saya karena ketidak mampuan financial orangtua saya dimasa itu.
Namun, kami juga tidak merasakan dampak represi atau perbuatan yang tidak wajar dari rezim tersebut. Tak ada anggota keluarga saya yang hilang, atau kerabat yang di tahan tanpa alasan, tidak juga cap sebagai anggota eks PKI menempel dalam keturunan kami, kita semua bebas dari hal hal yang menghantui di zaman itu.

Akhirnya..

Hari ini bapak pembangunan itu akan dikebumikan, tepat jam 11 siang nanti katanya. Saya sebagai seorang anak bangsa hanya dapat mendoakan, selayaknya ada berita kematian dari sesama muslim, selayak itu pula kita mendoakan.

Ina lillahi Wa Inna illaihi Rojiun, semua berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.

Semoga amal ibadah beliau di terima di-Sisinya, dan yang paling utama, semoga ada keikhlasan dari mereka yang tidak bernasib sebaik saya, yang mempunyai masalah dengan kebijakan beliau, yang ada luka dikarenakan tindakan beliau, membuka pintu maaf dan memberikan maaf setulus tulusnya agar jalannya di lapangkan.

Bukankah memaafkan adalah jalan penyembuhan terbaik untuk sebuah luka?
 
Wallahualam..

Posted at 12:42 pm by alnash
Comments (2)  

Friday, January 04, 2008
1st posting in 2008

Hei..ini tahun baru  dengan harapan baru, setelah selesai melewatkan masa pergantian tahun di Solo dan sempat mampir juga di Jogja sekarang kembali lagi ke dunia nyata. KEMBALI BEKERJA.

 

Hari ini merupakan 1st day in the office, hari dimulai dengan sedikit crowded, bangun agak telat dan terburu buru menyiapkan diri, jalan komplek kearah luar rumah terkena banjir sisa hujan yg mengguyur Jakarta secara terus menerus beberapa hari belakangan ini. Terpaksa harus berputar untuk sampai ke Halte Busway terdekat.

 

Sampai dikantor menghabiskan waktu hampir  satu setengah jam , dan sudah di tunggu oleh bu Boss untuk meeting presentasi di Wisma Mulia. Janji presentasi yang berkali kali tertunda itu akhirnya terlunasi tadi siang. Lega. Karena sisa hutang kerja tahun kemarin sudah di bayar. Ada beberapa rencana project yang bisa di prospect dari hasil presentasi tadi pagi.

 

Kembali ke Kantor dan sudah banyak sekali email pendingan yang mostly adalah laporan dari Lapangan selama libur kemarin.

 

Tahun 2008 sudah dimulai, dan saatnya sekarang bekerja lebih keras dan lebih fokus, dan mulai menata diri dan hari mewujudkan semua resolusi yang kemarin terucapkan.

Kerja keras itu ternyata bukan hanya dibibir, bukan hanya bisa di ucapkan , bisa di tuliskan dan bisa di niatkan, namun lebih dari semua itu harus di mulai, di awali.

 

Ya..ya….angan angan liburan, bayangan bangun siang terus masih males malesan di Solo kemarin harus disudahi. Jadwal hidup sudah harus di switch lagi, bukan lagi jalan jalan ke keraton tapi sudah harus dengan agenda kerja semingguan .

Bukan wedangan karena “Pengen”begadang tapi wedangan karena memang”harus”begadang.

Ada komitment, dengan orang lain, dengan diri sendiri dan dengan Tuhan untuk sebuah perubahan. Dan sekali lagi itu harus dimulai

 

Mari kita kembali bekerja…

 

Semangat!!!!

 

Posted at 05:17 pm by alnash
Comments (8)  

Friday, December 28, 2007
Final posting 2007

Photobucket

Ya ..saat ini Alhamdulillah sudah berada di akhir 2007. Setelah beberapa kali menulis dan beberapa kali juga tulisan itu masuk ke recycle bin karena saya anggap sangat tidak layak untuk sebuah postingan akhir tahun.

Seperti biasa, setiap pergantian tahun datang, saya seperti mengharuskan menuliskan sesuatu. Ritual ini berjalan semenjak saya punya akses web blog seperti ini. Lumayan..ini cara cara termudah untuk mengingat nya kembali kalau saja saya terlena dalam perjalanan setahun kedepan atau kalau saja diperjalanan itu tidak sesuai dengan apa yang terjadi dan tidak sesuai dengan apa yang ditulis di akhir tahun.

Dan juga lambang syukur dari saya kepada Yang Diatas, karena banyak nya Rahmat dan rejeki yang sudah di curahkan selama satu tahun berjalan.

Here we Go…

 

Flashback

Tahun 2007 is a blessing year in my career. Dimulai dari keputusan untuk pindah ke perusahaan yang sekarang ini dan mencoba bidang yang agak "baru" lalu seiring perjalanan waktu akhirnya saya bisa berkesimpulan INILAH BIDANG YANG COCOK DENGAN DIRI SAYA. Akhirnya ditahun ini semua impian impian dulu ketika saya kesepian waktu berada di Rig pengeboran bisa terwujudkan, dengan minus ilmu ekonomi dan pengalaman marketing, Tuhan Yang Baik melalui perantaranya yaitu "mbak" yang jadi boss saya sekarang membimbing sedikit demi sedikit. Akhirnya beberapa project sudah dilepas dan saya tangani sendiri. Alhamdulillah so far lancar, membuat saya jadi mengerti bagaimana, mencari client, melakukan pendekatan, melakukan lobby , presentasi product sampai akhirnya semua usaha itu membuahkan sebuah PO alias perintah kerja untuk kita.

 

Hmmhh….hidup sebuah perjalanan dan atas nama perjalanan itu membutuhkan waktu dan kesabaran, dan waktu yang tepat untuk segala sesuatu datang dalam hidup kita hanya yang Diatas lah yang berhak menentukan bila saatnya tiba.

 

Next year planning.

Banyak rencana dan tidak mungkin saya jelaskan satu persatu , alasannya malu saja kalau harus merincinya, walau listnya ada dalam salah satu file computer saya. Rencana buat kedepannya yang dibuat diharap tidak terlalu muluk atau jauh dari realisasi, karena  saya kerap berfikir realistis untuk semua hal, kalau yakin bahwa tidak akan terwujud atau nilai pesimis lebih besar dari optimis-nya, lebih baik saya tidak menuliskannya.

Pointnya kalau untuk karier sudah jelas, semakin banyak client dan project yang kita handle dan kerjakan.

Dan satu hal lagi, kita *saya dan mbak boss* bisa membesarkan satu perusahaan yang sudah dirintis sendiri. Alhamdulillah SIP, SK Kehakiman, NPWP dan semua surat yang berhubungan dengan administrasi sudah mendekati Final.

Untuk hal lainnya, diluar pekerjaan itu masih banyak  harapannya, termasuk bertemu dengan "keajaiban" dalam hidup ditahun depan.

 

Yah, semoga ditahun 2008 , Tuhan YME memberikan kemudahan hidup bukan hanya bagi saya tapi juga buat teman semuanya. Berkah dan rejeki yang melimpah, menghentikan semua bencana dan memberikan kedamaian bagi makhluk pengisi dunia, Saya kira itupun doa kita bersama.

Menatap dengan harapan ke masa depan itu lebih baik, dan berkaca dari pengalaman itu membuat kita lebih baik lagi.

 

Selamat tahun baru teman semua..

  

Posted at 10:26 am by alnash
Comments (5)  

Next Page