Sosok Raymond Simatupang pertama kali saya lihat di ruang kubikal kecil kantor GMS (General Medical Site) pada bulan Agusus di tahun 2001 sebuah divisi Medical site yang mengurusi penempatan dokter dan paramedic diluar daerah, namun tidak pernah berkenalan secara resmi, karena waktu itu saya bukan dibawah divisinya.
Raymond yang kemudian akrab disapa Abang, ketika itu membawahi paramedic yang ditugaskan ke project Oil and Gas, untuk anak baru seperti saya oil and gas adalah sebuah kemewahan, saya cukup bekerja di project explorasi di tengah hutan yang malah kemudian cenderung saya sukai. Walau tidak pernah berhierakhi langsung dalam sebuah hubungan kerja, si abang dan saya akhirnya kenal dalam lingkup kerja besar yaitu SOS international.
Anak baru seperti saya ketika itu melihat sosok seperti si abang sebagai sebuah sosok kesuksesan, sebagai seorang yang juga mempunyai backgrounds Paramedic namun beliau saya lihat pertama kali dengan wujud yang berbeda bagi kebanyakan teman medical saya dengan dasi dan baju serta pakaian yang necis, esmud mungkin istilah saat ini. Pernah berandai andai, kapan saya seperti itu, walau kemudian saya harus segera sadarkan diri karena saat itu diri ini berada dalam hierakhi terrendah dalam sebuah strata kelas pekerja di perusahaan itu.
Sampi akhirnya saya pindah setelah 3 tahun satu perusahaan dengan bang Raymond, tak pernah lagi kontak dan tak pernah lagi ada berita. Setelah kemudian dengan bantuan kebaikan Tuhan, ternyata rasa mengandai andai agar menjadi sosok seperti si abang mendekati juga kepada garis nasib saya, pekerjaan "mirip" si abang yang menjadi Liasion Officer alias orang yang menjembatani kepentingan paramedic dan dokter dan lapangan dengan perusahaan menjadi tanggung jawab saya, di perusahaan baru tempat saya bekerja yang kemudian mempertemukan lagi saya dan si abang, tak ingat bulannya hanya itu terjadi di tahun 2007,kurang lebih 4-5 tahun setelah tak lagi pernah bertemu, saya surprised karena ternyata si abang jadi karyawan di perusahaan yang juga adalah client saya.
Waktu itu saya sedang mengantarkan kandidat paramedic untuk di tempatkan di client, lalu terjadi obrolan membahas kekagetan kita masing masing. Intinya adalah "Kenapa lo ada disini, dan lo juga kenapa dsini".
Dalam percakapan yang cukup panjang ketka kami bertemu reuni un expected itu, beliau bertanya" Jadi marketing lo sekarang", saya menjawab.
" Iyah nih bang, yaaa sambil belajar lah...."
Lalu dia katakan lagi " Oh gitu, ya asal bener bener aja, jangan kayak yang lain, jadi maketing tapi akhirnya malah di reject-in sana sini"
Saya menanggapinya seperti sebuah nasehat, bahwa dia ingin melihat saya berhasil, karena ada beberapa teman dan kakak angkatan yang juga banting stir sebagai marketing namun tidak bisa fight.
Nasehatnya saya jawab" Ya, saya usahakan engak lah bang, lagian emang gw suka dengan kerjaannya".
Abang sosok yang humble, dekat dengan paramedic se kroco apapun, mengingat nama dan menghargai setiap individu di sekelilingnya, saya masih inget, dari sekian banyak orang di perusahaan lama yang mengurus tenaga lapangan, mungkin beliau yang paling jarang berkonflik, atau mungkin saya yang tidak pernah dalam jajarannya. Itu pengamatan saya.
Lalu obrolan panjang itu berlanjut membahas kenapa juga dia ada d perusahaan ini, yang kemudian saya tau beliau baru saja di hire langsung oleh perusahaan minyak itu lalu kembali menjadi paramedic.
Perputaran nasib dan garis tangan manusia tak akan pernah ada yang tau, setelah sempat bertemu lagi sekian bulan kemudian di tempat yang sama di sebuah gedung di senayan, saya tak lagi pernah mendengar khabarnya, sampai SMS yang masuk siang tadi, dari bang Sigit senior saya di SOS juga, yang isi nya " Saya mendapakan berita dari Sosmatrides *rekankita juga* bahwa
"Raymond Simatupang telah meninggal dunia,hari ini jenazah akan diterbangkan ke Jakarta untuk kemudian di makamkan di Bandung"
Saya langsung mengontak Ibu Dwi yang bekerja di perusahan yang sama dengan si abang, namun beritanya belum jelas, tapi beberapa jam setelah itu ternyataberita itu benar, bang Raymond memang sudah tidak ada.
Begitulah sebuah cerita tentang sosok senior bernama Raymond Simatupang dalam benak saya, bagi rekan rekan yang kebetulan mengenal beliau, mari kita doakan semoga amal dan jasa baik beliau melapangkan jalan bagi almarhum kembali ke sisi Tuhan YME.
Bagi keluarga yang di tinggalkan semoga di beri ketabahan dalam menghadapi keadaan duka ini.
Kita akan tetap mengenang sosok almarhum sebagai teman, sahabat dan senior yang rendah hati, dan selalu memberikan motivasi dengan caranya sendiri.
Doa kita untuk beliau.
Selamat jalan bang Raymond.....