Photobucket - Video and Image Hosting




Just an Ordinary Human



PENGUMUMAN:
Jakarta daily Schedulle: Monday 2 Friday from Nine 2 Five.
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from albaransyah. Make your own badge here.

Yg Lagi OL

My Webs

My blogspot(Poem&fiction)!
My Multiply!
My Mobile Pict!

My Digest blog!

Kinja, the weblog guide
My Favorit blog!
My Friendster
!


Add blog ini ke Kinja kamu

Add http://alnasdays.blogdrive.com to your Kinja digest

Jalan Pintas ke Cerita lalu

Teman di blog

Blognya Rudy!
Blognya Luigi!
Blognya Beny!
Blognya Bang Enda-Guru blog!
Blognya Helly!
Blognya Ocan!
Blognya Rommy!
Blognya Rio!
Blognya Imponk!
Blognya Sist.Arida!
Blognya Mba Na!
Blognya FaNNie!
Blognya Kang Ide!
Blognya Wawan!
Blognya Kere Kemplu!
Blognya Adhy!
Blognya Ubuy!
Blognya ruli!
Blognya Kang dadan!
Blognya mas Wisa!
Blognya V-cemol!
Blognya Doel-NZ!
Blognya Isna!
Blognya Dika-Londo!
Blognya Supri!
Blognya Nauval-S`pore!
Blognya Linda!
Blognya Ben!
Blognya Mel-Singaparna!
Blognya Ipe!
Blognya Tobby!
Blognya Siberia!
Blognya Ficano!
Blognya Ifan-Serang!
Blognya Alid!
Angga.net!
Blognya Bram Qinkqonk
Blognya Bradley
Blognya Ullie Pohan
Blognya Yaya
Blognya Yoenoez
Blognya Momon
Blognya DQ Narcisst
Blognya Bunga
Blognya Jeng Lucy
Blognya Jeng Unai
Blognya Adek Nabilla
Blognya Apey
Blognya Ali
Blognya Hiking
Blognya Rani Jogja
Blognya Bagus!
Blognya Arik-Solo!

Recent Post

Photo Perjalanan

My Photobucket
Lido`s outbound and rafting
Field at night
My Team
Dibawah Tanker::The Picture::
Dari Sabang sampai Merauke

Blog ini listing di:

Listed on Blogwise
PT.Alnasdays TBK


"Terimakasih atas kunjungannya"


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:






Wednesday, March 26, 2008
Everybody loves chocolate

Ya, semua orang kalau ditanya pasti akan menjawab “saya suka coklat”. Termasuk saya, saya sering merayakan sebuah moment dalam hidup dengan sebatang coklat. Sebagai rasa syukur atas sebuah karunia dan rejeki biasanya saya akan membeli coklat, pun ketika saya sedang tidak dalam keadaan yang baik, seperti sedang medapatkan masalah atau sedang kesal terhadap seseorang atau sesuatu, sebatang coklat cukup bisa jadi obatnya.

Coklat bagi saya adalah sebuah terapi, tempat untuk merayakan sedih dan senang dengan diri saya sendiri.

 

Hal ini saya ceritakan, agar mereka diluar sana yang membaca tulisan ini, dapat mengambil essensinya bahwa orang lain tidak selalu ada disamping kita dalam suka ataupun duka, karena bergantung kepada orang lain sebagai sumber pembangkit semangat atau kawan pembagi kesedihan tidak bisa selalu diandalkan. Saya tidak menganjurkan menjadikan benda mati sebagai teman setia, namun membuat suasan yang biru tidak menjadi tambah kelabu atau suasan riang bisa dirayakan dengan lebih tenang.

 

Coklat Jawabannya.

Secangkir coklat sering saya baw disore hari ketika melihat mentari senja siap masukan ke balik bumi, disana di ujung timur Indonesia, saat dulu ketika bermil mil saya dijauhkan dengan orang orang yang saya kenal dan cintai di pulau jawa.

 

Sebatang coklat saya akan bawa kepedalaman Kalimantan sebagai bekal kalori jaga jaga kalau support makanan untuk team ekspedisi datang terlambat ditengah pedalaman Kalimantan tengah, 3 hari dari camp terdekat dan tidur di fying camp yang kita dirikann bersama. Coklat yang karena persediaanya terbatas hanya saya makan sendiri dan dalam keadaan diam diam, sekotak untuk sehari dan sebatang coklat sebagai tanda bahwa sudah seminggu pula saya melewatkan hari ditengah hutan perawan Kalimantan itu.

Saat ini, coklat yang dapat saya temukan disetiap mall yang mengepung Jakarta, tidak lagi menjadi benda keramat yang harus saya makan dengan perlahan seperti yang saya lakukan  didalam hutan. Keberadaannya kadang sudah terlupakan digantikan dengan hal lain yang terkadang lebih menyita perhatian ketika euphoria hidup ada disekitar.

 

Sore ini kembali mata saya melihat teman sendiri saya tersebut. Ya sebatang coklat sore ini saya beli sehabis gajian. Gaji yang sudah jelas takaran dan peruntukkkannya, sore tadi disiishkan sedikit untuk beberapa batang coklat, dari tingkatan Silver Queen sampai beberapa kakak kelasnya yang agak lebih mahal, namun mata saya tertegun dengan bentuk coklat yang didalam bungkus dengan sangat bagus, namun niat saya tercekat, ludah saya telan karena melihat harga nya. Hampir seratus ribu rupiah untuk kurang dari 10 isi coklat didalam kotak tersebut yang masing masing ukurannya mungkin hanya sebesar ibu jari tangan saya. Dalam hati berkata  “Ah sudahlah, itu makanan untuk nanti ketika saya  sudah menjadi teramat kaya.

Harapannya, semoga ketika saat itu tiba, keinginan saya tetap sederhana.

Posted at 10:44 am by alnash

Posted by Cun @ 04/01/2008 12:53 PM PDT
uhm, coklat...
cemilan buat jiwa dan makanan darurat.
cuma sayang, coklat yang benar-benar coklat sangat jarang, kebanyakan campurannya. yang impor mahal tapi juga coklat dengan rasa ini dan itu.
mendingan ngunyah biji coklat saja, lebih berasa. *kidding*
Posted by be samyono @ 03/31/2008 06:36 PM PDT
jujur aku gak suka coklat..bener... :) gak tahu napa pastinya mending yang lain deh
Posted by V @ 03/28/2008 01:39 AM PDT
saya malah tergila2 banget sama coklat.. sempet punya koleksi baju warna coklat semwah.. sampe dimarahin bonyok..

tp saya paling suka sama orang yang ngasih saya coklat...

*toel2 bang aal
Posted by poetra @ 03/27/2008 05:17 AM PDT
saya biasa-biasa aja, gak terlalu suka coklat :D
Posted by abak-papa @ 03/26/2008 11:45 AM PDT
coklat.. mmhh.. one of my fav as well..

jadi kapan nih aku dapat coklat dari papa??? :D

btw, coklat emang makanan yang paling tpat untuk segala suasana.. mau senang ataupun sedih, stress ataupun over-react.. coklat ttp jadi pilihan bagi aku.. palagi kalau lagi bad mood buanget.. wuah pelariannya hanya coklat kayaknya.. :)

PS. Jangan lupa oleh2 dr gunung salak yah.. :)

good luck papa..
hahahha..
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry