Photobucket - Video and Image Hosting




Just an Ordinary Human



PENGUMUMAN:
Jakarta daily Schedulle: Monday 2 Friday from Nine 2 Five.
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from albaransyah. Make your own badge here.

Yg Lagi OL

My Webs

My blogspot(Poem&fiction)!
My Multiply!
My Mobile Pict!

My Digest blog!

Kinja, the weblog guide
My Favorit blog!
My Friendster
!


Add blog ini ke Kinja kamu

Add http://alnasdays.blogdrive.com to your Kinja digest

Jalan Pintas ke Cerita lalu

Teman di blog

Blognya Rudy!
Blognya Luigi!
Blognya Beny!
Blognya Bang Enda-Guru blog!
Blognya Helly!
Blognya Ocan!
Blognya Rommy!
Blognya Rio!
Blognya Imponk!
Blognya Sist.Arida!
Blognya Mba Na!
Blognya FaNNie!
Blognya Kang Ide!
Blognya Wawan!
Blognya Kere Kemplu!
Blognya Adhy!
Blognya Ubuy!
Blognya ruli!
Blognya Kang dadan!
Blognya mas Wisa!
Blognya V-cemol!
Blognya Doel-NZ!
Blognya Isna!
Blognya Dika-Londo!
Blognya Supri!
Blognya Nauval-S`pore!
Blognya Linda!
Blognya Ben!
Blognya Mel-Singaparna!
Blognya Ipe!
Blognya Tobby!
Blognya Siberia!
Blognya Ficano!
Blognya Ifan-Serang!
Blognya Alid!
Angga.net!
Blognya Bram Qinkqonk
Blognya Bradley
Blognya Ullie Pohan
Blognya Yaya
Blognya Yoenoez
Blognya Momon
Blognya DQ Narcisst
Blognya Bunga
Blognya Jeng Lucy
Blognya Jeng Unai
Blognya Adek Nabilla
Blognya Apey
Blognya Ali
Blognya Hiking
Blognya Rani Jogja
Blognya Bagus!
Blognya Arik-Solo!

Recent Post

Photo Perjalanan

My Photobucket
Lido`s outbound and rafting
Field at night
My Team
Dibawah Tanker::The Picture::
Dari Sabang sampai Merauke

Blog ini listing di:

Listed on Blogwise
PT.Alnasdays TBK


"Terimakasih atas kunjungannya"


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:






Monday, January 28, 2008
Akhirnya Sang Jenderal pergi

Hari minggu itu, ketika sedang berada dkampus, teman disebelah saya mendapatkan SMS, ada khabar bahwa Pak Harto sudah meninggal. Mendapat khabar seperti itu, kami menghentikan topic kuliah Human relation yang sedang berlangsung, diskusi menjadi pencarian kebenaran tentang berita tersebut dan lontaran pendapat tentang keadaan itu.

Beliau bagi saya
Saya mengingat sosok sang jenderal besar dengan perasaaan datar, saya bukan seorang pengagum beliau, namun juga bukan orang yang membencinya. Sosok beliau yang diluar jangkauan saya namun mengisi hampir seluruh waktu dalam perjalanan hidup. Photo beliau tergantung setia disetiap kelas yang saya masuki, mulai dari SD hingga SMU, hanya orang yang menjadi pendamping disebelahnya dalam poto yg terletak didepan kelas itu saja yang berganti. Seakan ada kesan bagi saya bahwa wakil presiden negeri ini boleh berganti, namun tidak bagi presiden nya.

Beliau dalam memori
Sosok beliau menjadi akrab dengan saya walau dalam dimensi yang berbeda, melalui media Televisi yang jaman itu dominasi TVRI sebagai satu satunya TV di negeri ini, mendekatkan dengan cara yang tidak biasa, acara musik atau film kegemaran saya harus berganti dengan pidato beliau, acara yang saya tunggu harus rela mengantri (mengalah) demi siaran langsung Lomba kelompencapir, Bina Tani dan Nelayan, dan acara kenegaraan sejenis, yang sekarang baru saya sadari begitu di aturnya pertanyaan pertanyaan yang diajukan sehingga saya hapal "kode etik " bertanya ala waktu itu yang biasanya selalui di mulai dengan pengucapan terimakasih oleh sang penanya, pujian atas dukungan, dan akhirnya pendapat atau "restu" yang diminta. Otak kecil saya merekam semua itu dan beranggapan "memang negeri ini gemah ripah loh jenawi".
Waktu berjalan dan saya juga tumbuh dengan kehadiran beliau Nun jauh di istana  Negara dan saya rakyat jelata yang tidak mempunyai akses atau prestasi apa apa yang mungkin bisa mendekatkan saya agar dapat melihat wujud nyata Sang Jenderal, namun hingga akhir hayatnya, hanya tabung bergambar itu saja yang menjadi medio perantara bagi saya dan sosok beliau.

Beliau dan rezimnya
Saya dan mungkin berjuta juta manusia lain di Indonesia bernasib sama, mengenal beliau dari pembicaraan dan kesan orang lain tanpa pernah mempunyai pengalaman pribadi yang bisa digunakan sebagai pembentuk opini sendiri. Opini yang terbangun sebelum reformasi bertabrakan dengan apa yang dinampak dan didengar akhirnya terbentuk ketika reformasi bergulir. Sehingga hari ini, Sampai pada akhir hayatnya , Seiring dengan tidak tuntas nya kasus hukum beliau, menggantungnya semua yang dulu sempat di tuduhkan bahkan akhirnya berhentinya semua kasusnya di pengadilan.
Akhirnya masing masing orang  dinegeri ini menyimpulkan sendiri opini dan sikapnya terhadap sosok sang jenderal.

Beliau bagi saya dan mereka
Saya bukan dari keluarga yang tersejaherakan selama orde baru berkuasa, kehidupan kita nyaris biasa biasa saja, kalau tidak bisa di sebutkan dibawah standard kehidupan orang sejahtera pada umumnya, buktinya? Setua ini saya baru bisa menyelasaikan gelar kesarjanaan saya karena ketidak mampuan financial orangtua saya dimasa itu.
Namun, kami juga tidak merasakan dampak represi atau perbuatan yang tidak wajar dari rezim tersebut. Tak ada anggota keluarga saya yang hilang, atau kerabat yang di tahan tanpa alasan, tidak juga cap sebagai anggota eks PKI menempel dalam keturunan kami, kita semua bebas dari hal hal yang menghantui di zaman itu.

Akhirnya..

Hari ini bapak pembangunan itu akan dikebumikan, tepat jam 11 siang nanti katanya. Saya sebagai seorang anak bangsa hanya dapat mendoakan, selayaknya ada berita kematian dari sesama muslim, selayak itu pula kita mendoakan.

Ina lillahi Wa Inna illaihi Rojiun, semua berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.

Semoga amal ibadah beliau di terima di-Sisinya, dan yang paling utama, semoga ada keikhlasan dari mereka yang tidak bernasib sebaik saya, yang mempunyai masalah dengan kebijakan beliau, yang ada luka dikarenakan tindakan beliau, membuka pintu maaf dan memberikan maaf setulus tulusnya agar jalannya di lapangkan.

Bukankah memaafkan adalah jalan penyembuhan terbaik untuk sebuah luka?
 
Wallahualam..

Posted at 12:42 pm by alnash

Posted by ardhi nugraha @ 01/30/2008 01:08 PM PST
klo aku ya pokoknya maafin saja, lagian beliau juga udah berjasa buat negara kita...

idem wae mas...
Posted by Amel @ 01/29/2008 08:42 AM PST
setuju
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry