Semalam saya bertemu dengan teman SMA (kalau sekarang sebutannya SMU ya?).
Yeup, betul sekali semalam kita akhirnya bisa ber-reunian kembali, menilik nilik masa masa ketika kita masih ABG dan tentunya segala cerita terhambur dari mulut kita masing masing mengenang masa lampau itu.
Dimulai dari telephone teman saya itu waktu saya lagi ketemu dengan procuretment salah satu perusahaan distributor alat safety di daerah Roxy mas.
“ Halo, apa khabar? “ saya masih dengan standard menjawabnya bahwa khabar saya baik. Lalu saya bertanya ini dengan siapa, lalu dia Jawab “ Ini Rus, temen waktu di Serang” dengan logat sunda yang kental dan intonasi suara yang pernah dulu saya akrabi saya langsung “ngeh” bahwa Rus yang telephone itu adalah Rustiana teman lama saya.
Rustiana? Eit, jangan salah sangka itu nama seorang bapak dua anak yang beristrikan seorang bidan yang juga merupakan teman sekelas saya. Jadi mereka nikah ketika berumur 22 tahun beberapa tahun setelah lulus dan sudah menghasilkan dua orang anak yang photonya saya lihat semalam di laptopnya. Dia di Jakarta dalam rangka Training HSE-Sucofindo untuk dua mminggu ke depan.
Semalam saya berusaha jadi tuan rumah yang baik, menawarkan Rus untuk jalan jalan di Jakarta. Sebelumnya saya ke hotel tempat dia menginap. Oiya, Bapak ini sekarang bekerja sebagai Kary. Perusahaan Jepang di Cilegon sebagai tenaga HSE (Health safety and Environtment) dept.
Setelah banyak bercerita tentang kemana diri kita menghilang setelah lulus SMU saya dan dia akhirnya membeberkan semua yang terjadi dalam hidup kita beberapa dekade belakangan, pekerjaan saya yang berpindah pindah kota mengikuti rig dan client di luar daerah, dan menetap 3 tahun belakangan serta kepindahan kerja dia dari perusahaan dia yang lama yang akhirnya sukses membiayai dia untuk mengikuti pendidikan K3 di Universitas Indonesia.
Terdengar lagi panggilan khas buat saya yang diberikan oleh teman teman dulu karena status ke-padang-an ini, maka panggilan Uyung dari kata Buyung yang menjadi trade mark saya dulu di sekolah terucap lagi setelah bertahun tahun tidak terdengar. Panggilan yang hampir menenggelamkan identitas saya yang sesungguhnya.
Dalam Obrolan tadi malam itu ada pertanyaan yang mengejutkan
“ Yung, kamu udah lama kan di Jakarta, tau dong daerah undercover Jakarta” Jederrr….saya ngerti banget maksudnya tapi berusaha pura pura bego untuk mencari penegasan arti under covernya. “ Maksudnya daerah daerah kayak buku under cover itu Rus..??”.
“Hehehe..iyah itu..” dia tersipu malu atas pertanyaan nya barusan.
Saya tertawa juga dan menanyakan apakah dia mau di antar ke daerah seperti itu, dengan gaya sok kenal saya beritahukan bahwa di daerah mangga dua dan sekitar Gajahmada banyak pijat dan jasa plus plus lainnya.
“Enggak Yung, aku cuman di tanya aja ama temen training ku , ngapain aja kalau di Hotel, aku ga bisa jawab nya karena aku emang gak ngapa2in selain nonton TV ampe malam”.
“Trus, mau lihat 2 tempat kayak gt, di daerah selatan juga ada, ABG kalau yg ini mah”, jawab saya berpromosi walaupun itu saya tau dari baca Koran dan artikel internet aja”
“Enggak atuh Yung lah…percuma atuh kita shalat, kalau masih begituan juga, lagian kasihan Nur (nama istri-nya) di rumah”.
“Hehehe..kirain Russs…eh, ngomong dong ama Nur” saya meminta dia menelephone dan ingin juga mendengarkan suara nya, tak berlama kemudian saya tersambung dengan ibu Bidan Nur diujung telephone, dan senangnya dia langsung mengenali suara saya.
Malam itu akhirnya kita jalan ke PH, makan dan nonton di sana juga, Film Lions for Lambs, berjalan lambat dan ternyata as our predicted before tidak begitu menarik.
Hmm…. Teman selalu menyenangkan kehadirannya.
Selamat training ya pak…semoga sukses dengan karier dan tetap Qana`ah menjaga cinta kepada keluarganya.