
Terbayar sudah rasa kepenasaran terhadap sosok dan performance Beyonce, setelah di awali dengan berita mengejutkan namun membawa keberuntungan bahwa rencana konsernya di Malaysia dibatalkan karena aturan konser yg ketat dari pemerintah disana terutama menyangkut pakaian yang dikenakan diatas pentas, maka berita konsernya di Indonesia adalah surprising info sekali.
Jitec mangga dua didaerah Gunung Sahari saya datangi sekitar pukul 4 sore, masih agak lengan walau tanda tanda bakal ada pertunjukkan sudah ramai disana sini, pada hari H panitia ternyata masih membuka tempat pembelian karcis. Saya tidak tahu apakah harganya sama atau lebih mahal dengan yang saya pegang.
Terus terang itu pertama kali saya ke mangga Dua Square apalagi ke JITEC, tempatnya di lantai 8 dengan lift dan alur escalator yg membingungkan, sempat masuk ke salah satu escalator namun tombol lantai 8 malah tidak berfungsi.
Jam 5 waktu itu, terlihat masih sepi hanya beberapa sponsor dan fans Beyonce yg sepertinya dari luar kota (dari logatnya) menuggu di depan pintu.
Jam 7 malam pintu dibuka, dan penonton berhanburan masuk dengan tidak tertibnya, maklum yg belakang adalah kelas festival yang boleh berdiri dan tentu berebut posisi paling depan. Beruntung saya bisa masuk agak cepat sehingga dapat melihat dengan posisi lumayan enak, dengan badan yg tidak kedil dan tinngi yg cukup saya dapat melihat view panggung hanya sekali kali terhalang oleh mbak dan mas Bule penjaga sound dan lighting yg posisi nya pas didepan saya.
Menunggu hampir dua jam, panggung langsung dibuka Oleh Beyonce dengan lagu “crazy in love” tanpa ada kehadiran band pembuka, setelah itu berturut turut lagu dari dua albumnya juga tak ketinggalan disertakan lagu lagu lama ketika masih bareng dengan kelompok Destiny`s Child.
Lagu lagu dari soundtrack Film yg dibintangi oleh Beyonce juga tidak ketinggalan dinyanyikan seperti Listen dan lagu Dream Girl dari film berjudul sama sama dan satu lagu dari soundtrack film Pink Phanther.
Lagu lagu duet yang saya ingat semalam dinyanyikannya dengan bantuan backing vocal seperti Dejavu hits bareng Jay Z, lagu hits dengan Shakira Beautiful Liar, lagu lagu Destinys child yg dibawakan medley seperti Independent woman, survivor, soldier dan jumpin jumpin. Lagu album pertama seperti Say my name dan lagu dari album kedua selain Dejavu adalah Upgrade you.
Hanya dua lagu yang dibawakan secara penuh dan mendapatkan sambutan paling meriah dari penonton, lagu yang ditampilkan di akhir acara ini memang memberikan kesan klimaks pada penampilannya malam itu. Setelah hits soundtracknya Listen dibawakan secara penuh dan sempurna, malam itu konser ditutup dengan lagu yang sudah hapal disemua kepala penonton..to the left…to the left…irreplaceable....:)
Yup, beyonce memang irreplaceable, karena saya tidak tau apakah ada artis kita yang bias menampilkan performance suara, aksi panggung, profesionalitas seperti yang dilakukan, setelah tour panjang hampir di 90 kota seluruh dunia dengan jarak waktu tampil hanya 2-3 hari tiap kota, maka stamina dan kekuatan suaranya patut diacungi jempol. Tidak terdengar sekali nafas dan suara terengah engah dan selalu menyanyi dengan penuh expresi.
Akhirnya, setelah capek ikut menyanyi dan bergoyang bersama ribuan penonton malam itu konser harus ditutup, dengan segala kekurangan penyelenggaraan disana sini dan berita boikot dari media karena akses peliputan, sebagai penikmat musik malam itu saya merasa terpuaskan dengan penampilannya yg hampir dua jam.
Tata panggung, Sound, lighting Lumayan namun aksi pemain band yang semuanya perempuan serta sekali kali melakukan solo performance, 3 backing vocal yg negro abiss yang salah satunya saya kira tadinya Lakisha Jones –mantan American idol ternyata bukan,, dancer yang bersemangat dan mempunyai thema dalam setiap tarian serta kompak. Semuanya memberikan kesan memuaskan.
Sekali lagi, Beyonce memang irreplaceable…