Jakarta 15 Juni 2006
Sore ini sudah menjadi sore keenam untuk tidak lagi menikmati gugurnya matahari terik di camp pengungsian. Setelah sepekan berada diantara mereka dan membaur bersama banyak hal yang sudah direkam. Berikut potongan ceritanya.
Tanggal 27 May 2006
Waktu itu hari Sabtu, dan akan tetap diingat oleh sebagian orang. Dibelahan selatan pulau ini tanah bergoyang namun geraknya tidak sampai ke Jakarta. Seperti biasanya, ketika hari libur tiba, saya pun berhenti dari rutinitas pagi, saat itu saya meneruskan tidur sampai siang, hingga masuk telephone yang mengabarkan bahwa terjadi gempa di Jawa tengah dan Jogja. Saya Fikir gempa biasa,meneruskan tidur dan kembali ada SMS yang menyarankan untuk menghidupkan TV. Dan ternyata……..
Tanggal 28 May 2006
Ternyata itu bukan gempa biasa, itu seperti yang terjadi diAceh kemarin dalam benak saya, namun dalam hati semoga tidak separah itu keadaanya.
Angka Korban meninggal susul menyusul diberitakan, dari 2 ribuan kemudian mendekati angka 3 ribu lalu empat dan terus bertambah.
Saya sibuk mecari nomer telephone beberapa teman yang tinggal disana, tapi….
Saya ternyata teledor, beberapa waktu yang lalu sempat ganti simcard dan nomer nya itu tersimpan didalam kartu lama.Hmm..hanya bisa berdoa, berharap mereka tak ada yang terkena dampaknya apalagi sampai…..naudzubillah!!
Tanggal 29 May 2006
Kesibukan dimulai lagi di hari Senin itu, saya berangkat kekantor sperti biasa dan berita gempa ternyata sudah menjadi issue nasional.
Ternyata manajemen kantor sudah dulu bertindak. Mereka sudah koordinasi pada hari minggu dan mebuat rencana tanggap darurat, dengan usaha segera mengirimkan bantuan medis,obat dan juga peralatan kesehatan serta Ambulance ke sana.
Hari itu dilalui dengan upaya persiapan pengiriman bantuan tersebut. Sampai malam kita masih menunggu barang, packing dan membereskannya.
Jam 10 malam barang yang akan kita bawa melalui ambulance sudah siap. Dua irang teman medis dan Sopir ambulance siap berangkat ke Jogja malam itu juga.
Tanggal 30 May 2006
Ada rencana untuk menggalang donor darah seribu kantong untuk Jogja sebelumnya, dan hari ini Alhamdulillah semua rencana itu terlaksana. Darah yang terkumpul mencapai 650 lebih kantong dan segera dikoordinasikan dengan PMI pusat untuk di bawa ke Jogja.
Persiapan untuk pengiriman bantuan obat yang lainnya terus berlangsung, di kantor sudah berdatangan supplier obat yang mengirimkan pesanan. Malam itu satu mobil Pickup sewaan berisi obat obat menyusul untuk berangkat ke Jogja.
Sementara itu team medis yang akan dikirmkan ke Jogja juga telah diberangkatkan dengan 3 dokter dan 2 orang paramedic buat bergabung dengan team yang telah berangkat dengan Ambulance.
Tanggal 31 May 2006
Team Medis sudah memberikan khabar, bahwa mereka telah mendirikan posko kesehatan dan juga berfungsi sebagai camp di darah Bantul, tepatnya desa Sumbermulyo pedukuhan Bondalem didaerah kecamatan Bambanglipuro.Masih banyak hal yang mereka keluhkan.
Segala fasilitas dan bantuan logistic sudah sampai dan saya kembali mempersiapkan bekal obat yang terlewatkan untuk di bawa…
Menanti saat bergabung disana tanggal 2 Juni ……

Desa Sumbermulyo, Posko/camp didirikan didepan reruntuhan SD Bondalem ini