Photobucket - Video and Image Hosting




Just an Ordinary Human



PENGUMUMAN:
Jakarta daily Schedulle: Monday 2 Friday from Nine 2 Five.
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from albaransyah. Make your own badge here.


My FB

Muhamad Nasrun Albaransyah Yusuf | Create Your Badge

My Webs

My blogspot(Poem&fiction)!

My Personal Multiply!

My Business Multiply!!


Add blog ini ke Kinja kamu

Add http://alnasdays.blogdrive.com to your Kinja digest

Jalan Pintas ke Cerita lalu

Teman di blog

Blognya Rudy!
Blognya Luigi!
Blognya Beny!
Blognya Bang Enda-Guru blog!
Blognya Helly!
Blognya Ocan!
Blognya Rommy!
Blognya Rio!
Blognya Imponk!
Blognya Sist.Arida!
Blognya Mba Na!
Blognya FaNNie!
Blognya Kang Ide!
Blognya Wawan!
Blognya Kere Kemplu!
Blognya Adhy!
Blognya Ubuy!
Blognya ruli!
Blognya Kang dadan!
Blognya mas Wisa!
Blognya V-cemol!
Blognya Doel-NZ!
Blognya Isna!
Blognya Dika-Londo!
Blognya Supri!
Blognya Nauval-S`pore!
Blognya Linda!
Blognya Ben!
Blognya Mel-Singaparna!
Blognya Ipe!
Blognya Tobby!
Blognya Siberia!
Blognya Ficano!
Blognya Ifan-Serang!
Blognya Alid!
Angga.net!
Blognya Bram Qinkqonk
Blognya Bradley
Blognya Ullie Pohan
Blognya Yaya
Blognya Yoenoez
Blognya Momon
Blognya DQ Narcisst
Blognya Bunga
Blognya Jeng Lucy
Blognya Jeng Unai
Blognya Adek Nabilla
Blognya Apey
Blognya Ali
Blognya Hiking
Blognya Rani Jogja
Blognya Bagus!
Blognya Arik-Solo!

Recent Post

Photo Perjalanan

My Photobucket
Lido`s outbound and rafting
Field at night
My Team
Dibawah Tanker::The Picture::
Dari Sabang sampai Merauke

Blog ini listing di:

Listed on Blogwise
PT.Alnasdays TBK


"Terimakasih atas kunjungannya"


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Tuesday, April 25, 2006
Negeri dan Swasta

Membaca beberapa tulisan tentang pelayan di tempat publik seperti rumah sakit dan Toko buku saya kembali teringat peristiwa ketika sedang menunggui ibu di Rumah sakit kemarin.

Ada beberapa hal yang membuat saya seperti tersentakkan dengan budaya kerja dan budaya sopan santun berinteraksi  dengan SESAMA  manusia.

Mengapa saya memberikan tekanan pada kata sesama manusia, karena ketika di Rumah sakit itu saya yang “hanya” penunggu pasien menjadi seorang yang berkedudukan lebih rendah dari pada petugas karena harus siap mendengar bentakkan atapun jawaban dengan nada sinis ketika saya menannyakan sesuatu.

Dan celakanya semua ketidaknyamanan itu saya dapat dari seorang co-ass dan siswa yang nota bene adalah penerus dari semua layanan kesehatan dimasa depan.

Sebagai seorang yang bekerja dibidang kesehatan dan bergerak di dalam sektor jasa juga, saya merasakan sekali efek dan pentingnya sebuah pelayanan.

Efek dari keramahan layanan bukan  hanya untuk tetap menghidupkan periuk nasi saja namun memang dalam bidang  jasa  sebuah pelayanan adalah ujung tombak setelah itu baru service serta keunggulan produk kita yang dijual.

Namun ada satu hal yang membedakan antara iklim kerja saya dan mereka, saya bekerja di institusi Swasta dan ibu saya di rawat di Rumah Sakit Negeri.

Di sebuah Institusi negeri mungkin hal itu tak berlaku, mereka akan tetap di gaji sama seramah apapun layanan mereka, pasien dijamin tidak akan berkurang karena lebih banyak orang yang membutuhkan dan tidak perlu takut untuk kehilangan pelanggan.

Perubahan zaman ternyata belum mampu merubah paradigma dan cara pikir seseorang dalam melayani pasien.

Bahwa sebenarnya keadaan sakit bagi seorang pasien bukan hanya fisiknya tapi juga mental.

Bahwa  didalam merawat pasien ada  hal hal tertentu yang membuat seseorang menjadi lebih cepat sembuh atau malah sebaliknya.

Juga, kenyataan bahwa yang akhirnya ikut berfikir untuk kesembuhan si pasien bukan hanya pihak medis dari Rumah Sakit tapi juga keluarga dan mereka mempunyai beban tambahan selain itu, dana lebih yang keluar dan terutama menahan emosi dan tekanan rasa sedih melihat anggota keluarga yang dicintai terkulai lemah di tempat tidur rumah sakit.

Sebuah layanan tetap merupakan sebuah layanan, dan pasien tetap juga seorang pasien, manusia yang sedang sakit dan  tidak peduli dia terbaring di ranjang rumah sakit swasta atau negeri.

Semoga kejadian ini bisa jadi pembelajaran buat kita semua.

 

Note: Alhamdulillah ibu sudah pulang dan sekarang dirawat oleh keluarga di rumah, Terimakasih buat semua dukungan dan do`anya.

  

Posted at 09:29 am by alnash

Neng nana
May 2, 2006   09:03 PM PDT
 
emang sekarang gt kan keadaannya? keramahan susah bgt dicari...
orientasinya soalnya udah uang aja. pdhl klo berhubungan ama jasa org lain, penting bgt tuh...

btw, lam kenal juga ya mas Aal...
hihihi aku mah bukan koki masa depan.. tp koki yg doyan makan :P

salam ya buat ibunya mas.. aku doain biar cepet pulih lagi.
thuns
May 1, 2006   01:17 AM PDT
 
pertama, alhamdulillah ibunya dah baikan :D

kedua, hemmm... susah deh kalo mo komen ttg pelayanan RS! msh sedih gara2 satpam di kampusku meninggal di RS Pertamina, gara-gara dokter gak mau operasi karna ga ada uang muka untuk operasi! :(( nyawa memang sudah tak berharga! semoga dokter2 itu sadar! terutama pihak manajemen RS-nya.

*bangsat semua oknum seperti ini*
OOOPS...
unai
April 29, 2006   12:30 PM PDT
 
Al..aku link ya..
tuh puisimu bagus bagus...aku suka..jangan bosen mampir ok
dQ
April 29, 2006   11:31 AM PDT
 
hah... seorang aal dibentak???

elonya aja kali yg rese duluan al...
*haiks...ngibrit*

syukur deh kalo ibu dah balik k rmh, moga cepet pulih

mana sbmoe?
tobey
April 27, 2006   02:46 PM PDT
 
baik baik aja...dan masih dengan pekerjaan dulu...
OnE
April 27, 2006   01:55 PM PDT
 
Saat ini, kebanyakan tindakan tuh bersumber pada UUD**Ujung Ujungnya Duit**
So banyak pekerja terutama dalam pokok bahasan ini adalah perawat n sejawatnya melakukan keramahtamahan karena di perintah ato karena peraturan tanpa adanya kesadaran bahwa orang lain(pasien&penjaga pasien) dalam posisi kelompok yang panik n butuh ketenangan & mengharapkan keramahan mereka dalam melayani pasien maupun memberikan keterangan segamblang mungkin tentang pasien.
Karena Swasta memang lebih mahal & sebagian besar pasien dari keluarga berduit makanya mereka melakukan servis dgn ramah, nah kalo di Negeri/umum kan strata pasien berbeda, untuk yang kelas 1-2 mereka pasti ramah tapi untuk kelas 3 semua langsung berubah....
mysyam
April 27, 2006   08:51 AM PDT
 
seharsnya negeri lah yang memberi contoh untuk pelayanan public yang baik dan ramah...
Semoga ibu mu cepat sembuh ;)
Mike
April 27, 2006   12:13 AM PDT
 
Sama-sama
tobey
April 26, 2006   03:04 PM PDT
 
YUHUUUUU.....

dah lama ndak kesini...
sam words
April 26, 2006   01:16 PM PDT
 
wah seru tulisannya
kere kemplu
April 25, 2006   06:31 PM PDT
 
waks!

kalo kita pake kelas rendah, akan dibilang, "uh bayar murah maunya renyah."

kalo kita bayar mahal, akan digerundeli, "uh mentang2 punya duit".

dulu, waktu dirawat inap di rs, saya ditanya punya usul apa. saya bilang, "rumah sakit kudu sediakan konselor supaya pasien cepat sembuh" :D
rio
April 25, 2006   03:57 PM PDT
 
Hmm... emang secara umum pelayanan RS, apalagi negeri, emang masih hancur ya:(.

Mudah2an ibunya cepet pulih. Amin.
unai
April 25, 2006   03:12 PM PDT
 
ugh emang deh kadang menyebalkan juga mendapati pelayanan jasa kesehatan yang notabene ngurusin NYAWA nya orang...kadang mereka terlalu meremehkan, berbeda dengan layanan swasta... Syukurlah ibu sudah sembuh.
boelandoea
April 25, 2006   02:48 PM PDT
 
Kasih contoh soal duong ..
Name
April 25, 2006   01:35 PM PDT
 
Alhamdulilah...Ibu udah pulang ya Aal. Mudah2an cepat sembuh yaa..
eniwei, ngomongin masalah pelayanan kesehatan, aku juga pernah ngalamin kejadian gak bgt tuh..dokter di RSUD yg salah diagnosa smpe salah kasih obat yg aku alergi !! bete :(
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry