Hari ini hari
Jumat dan matahari sedang panas panasnya sedari siang.
Bulan Ramadhan saat ini dan sudah masuki awal minggu kedua.
Ada
banyak beda di Ramadhan ini, begitu banyak nya sehingga lupa untuk
menuliskannya.
Beda rumahnya, beda mushalla nya, beda temannya, beda lingkungannya.
Yang sama adalah Ramadhan kembali datang dengan nuansa yang
tak jauh berbeda.
Hmm….
Saat ini saya sedang belajar menulis lagi setelah jari tak
lagi bersentuhan dengan keyboard di computer untuk menuliskan apa yang ada di
benak.
Sudah absent lama
moment indah itu, berbulan bulan….
Cukup sekian dulu
sebagai tulisan permulaan ini.
Ahlan Wassahlan Ya Ramadhan, walau seminggu terlambat tapi
yakinlah, tak akan ada yang berbeda di hati saya, Yakni, saya akan selalu
senang menyambut kedatangan bulan penuh rahmat ini dengan hati gembira..:).
Duduk disini, didalam masjid setegah jadi diriku dan Tuhan hadap hadapan Duduk disini, menunggu hujan berhenti penyebab dari alam, sehingga aku dan Tuhanku duduk hadap hadapan
Tak seorangpun mau menyapaku Tak juga ada yang mau menemaniku Satu persatu pergi, hingga akhirnya tinggallah aku dan Tuhanku hadap hadapan
Tuhanku hanya diam, dan aku pun duduk terdiam Kami tak sedang bermusuhan hanya tak akrab seperti yang dulu dilakukan
Hujan diluar seakan Dia gelontorkan agar langkahku terhambat untuk menghindar karena biasanya, pertemuan dengan-Nya sekejap bahkan terkadang sengaja aku batalkan. kali ini....aku harus berhadap hadapan aku harus berpanjang panjang
Aku masih diam, namun dadaku seakan ingin meledak menahan sesak tertahan Tuhan, terlalu banyak yang ingin aku kadukan Namun lidahku tercekat karena karena selama ini kerap membangkang
Aku dan Tuhanku duduk hadap hadapan tanpa sepatah kata pun terucapkan...
Pagi ini, pagi terakhir di 2009,sebelum berpisah seperti tahun tahun sebelumnya saya biasanya membuat catatan tentang apa yang sudah terjadi di tahun yang akan segera berkahir ini. Mirip kayak acara TV, kalau mereka bilang kaleidoskop kalau saya katakan ini adalah catatan akhir tahun . Tahun 2009 yang sudah sama sama kita jalani.
Berikut catatannya:
January 2009
Bulan euphoria saya, karena setelah berjuang dengan maksimal di 2008 saya mendapatkan promosi dari usaha sampingan yang awalnya tak terbayangkan akan bergerak cepat dan menjadi pekerjaan saya sepenuhnya. Di January 2009 saya dan teman teman di satu group penjualan mengadakan Goal Setting dan kita memilih Gunung Geulis Puncak sebagai lokasinya. Di bulan ini pula akhirnya group Mommy resmi terpecah dan saya mempunyai selling group sendiri. Akhirnya.
February 2009
Pengukuhan saya menjadi Unit Manager, acara kick off dan Inagurasinya di Kemayoran Expo, dan datang juga teman agent saya dari Jogja dan Jakarta, kita mengikuti acara ini selama tiga hari. Menjadi panitia kecil di Jakarta bertugas menyediakan akomodasi dan sempat mentediakan hotel bagi mereka di jalan Jaksa.
Bulan bingung karena banyak aktivitas baru yang saya gak pernah bayangkan, Jadi pembicara di seminar keuangan yang diadakan kantor, jadi Trainer buat mereka yang baru bergaung dan aya di percaya membawakan materi product knowledge tentang Insurance, menjadi tempat bertanya tentang Insurance in syaria perspective ways, dari ilmu saya yang belum seberapa, bahkan juga jadi MC.
Im quite shocking with my brand new activity…*happily shocking actually*
Maret 2009
Tidak banyak yang berubah, dan saya harus segera bangun dari gegap euphoria, produksi penjualan group tidak maksimal dan saya limbung dengan kondisi baru serta banyak hal yang berubah. Pekerjaan di bidang kesehatan pelan pelan saya kurangi dan masa membuat pilihan dengan banyak sekali ke khawatiran.
Mencari pengganti alias replacer untuk posisi yang selama ini di perusahaan kesehatan dan akhirnya dapatlah teman lama sebagai pengganti. Bullan ini saya masih bekerjasebagai karyawan dan masih ada dua pemasukkan yang membuat saya masih tidur di awan.
April 2009
Bulan terkahir saya sebagai karyawan di perusahaan kesehatan tempat saya 2 tahun terakhir bekerja, setelah melakukan training dan melakukan negosiaasi dengan teman saya tersebut, maka dia putuskan untuk masuk kerja di bulan depannya.
Bulan ini adalah masa persiapan mental menghadapi banyak perubahan lagi yang jauh lebih signifikan. Mulai Hunting tempat fitness sebagai pengganti aktivitas pagi saya yang nanti akan sedikit berkurang.
May 2009
Saatnya saya mencopot gelar Bangsawan atau bangsa karyawan. Dengan Bismillah saya memulai hidup baru dan membeli kemerdekaan diri. Alhamdulillah mulai terlihat hasil dari focus kerjaan, Seperti yang di nasehatkan bahwa akan ada masa masadimana akan sedikit terpuruk dulu dari sisi keuangan namun itu sementara, dan ternyata mommy benar. Badai pasti berlalu, in fact, She is always right…..:)
Juni 2009
Masalah keuangan saya ternyata aman, karena sudah mengantasipisainya secara tidak langsung, dengan cara simple yang penting tidak ada kewajiban cicilan atau utang. Dan memang tidak ada kecuali satu apartement. Untuk apartmenet itu cicilan nya bisa masih di tanggulangi dengan cas flow yang sudah saya persiapkan. Di bulanJuni hasil group belum maksimal dan baru bertemu dengan satu agent ajaib bernama Aminah Khu yang masuk melalui jalur tak terduga dan membawa khabar gembira. Closingan terbesar nya.
July 2009
Saya pulang ke padang, uni saya satu satunya yang belum menikah akhirnya mendapatkan jodohnya di kota payamkumbuh, selama disana saya memantau perkembangan group dan berita gembira yang di dapatkan adalah group saya mendapatkan peringkat tiga penjualan di bulan itu. Alhamdulillah.
Pulang dari padang, membawa berita gembira dengan adanya closingan dari beberapa saudara saya, akhirnya ada juga saudara saya yang sadar akan manfaatnya. Saudara saya di padang terutama yang anak ke tiga dari bapaknya yang berstatus PNS masuk semua dan saudara yang berprofesi sebagai wirausahawan masuk sebagai client saya.
Agustus 2009
Di Agustus 2009 tepatnya tangggal 17 saya dan momy merayakannya di Bali. Akhirnya Kuta dan sekitarnya bisa di jejaki juga. Setelah sebelumnya hanya bisa transit di pulau dewata. Saya mendatangi sahabat saya tercinta TJ disana, dan mendapatkan kesempatan bersama keluarga Anis mengikuti upacara Mukur sebagai bentuk pelepasan arwah halus bapak Anis yang meninggal dan di Ngaben beberapa waktu yang lalu.
September 2009
Bulan puasa,sibuk bekerja dan menjadikan puasa ini malah tidak ada yang di lewatkan drumah. Oiya, puasa ini juga bisa membuat saya menemukan tempat makan yang aneh dan lezat sekitaran Binus berkat kedekatan saya dengan tetangga kost yang sama sama sahur di luar. Bulan Puasa yang berjalan cepat, setelah episode masjid Muhamadiyah dan safarai taraweh ala saya sendiri lakukan, akhirnya menjelang ramadhan usai saya bisa pulang kampung. Lebaran di Ciomas seperti biasa, dan jalan jalan setelah shakat ied ke kelapa tujuh sekeluarga.
Oktober 2009
Setelah berlebaran, beberapa minggu kemudian musibah melanda Sumatera Barat. Berita gempa yang saya tidak tau sebelumnya, dapat pertanyaan dari teman yang asal Sumbar tentang kondisi keluarga saya, dan dengan becanda saya bilang keluarga aman saja, namun setelah buka situs berita…Wah…parahnya. Ambacang Hotel hamper rata dengan tanah. Bulan ini semua bangsa Indonesia menjadi prihatin, mirip dengan kondisi aceh dan Jogja pengumpulan dana di mana mana.
Keluraga di padang bisa saya hubungi 2 jam pasca gempa melalui telephone rumah dan alhamdulillah tidaka da korban jiwa hanya rumah retak namun tak ada yang sangat berarti kerusakaanya.
Saya bulan ini melakukan tour ke jawa lagi. Menemui teman saya yang menjadi klient atau mereka yang dulu sempat akrab baik selama di SOS atau ketika saya bekerja dluar kota, Sragen, Sukoharjo, Solo dan Jogja. Berbekal tiket ajaib harganya dari Air Asia kurang lebih seminggu saya di keliling jawa tengah dan Jogja.
November 2009
Bulan favorit saya sepanjang tahun, musim hujan namun tidak banjjir, produksi group saya memasuki tahap aman, seorang lagi agent terbaik saya sudah mulai berproduksi anak muda bintang masa depan, yang saya temukan karena refferensi dari teman blog yang awalnya saya tawarkan pekerjaan ini. Rizky memberikan nomer kontak Mahendra lalu beberapa waktu kemudian dia sudah bisa menunjukkan kwalitasnya, November 10 case sudah di dapatkannya. Banyak rintangan di awal awal namun dengan kedewasaaannya mahe bisa melewatinya. Makasih buat Rizky yang sudah menjadi perpanjangan tangan keajaiban itu.Mahe akan d wisuda dua kali di 2010 seperti janjinya. Wisuda kampus danWisuda di Pru.
Desember 2009
Masih fresh….banyak peristiwa sepertiNonton Jiffest, nonton konser musik, dan jalan jalan,banyak senang, banyak baca buku lagi karena target sudah di penuhi.Walau bukan target promosi setidaknya posisi produksi saya masih aman di tahun ini. Saya banyakmencari channel baru dengan bertemu dengan orang orang baru dari lingkungan yang juga baru. Melalui hadir di banyak acara sosial. Setelah hasil yang kurang signifikan di Serang yang saya rintis dari pertengahan tahun akhirnya saya mendapatkan team baru di group, di bulan ini sibuk dengan coaching orang baru dan mendaftarkan mereka ke kantor pusat. Hasilnya hampir 10 orang tenaga baru sekarang mengisi formasi d group . Sebagai penopang buat Unggul dan Mahendra yang akan menggantikan posisi saya di tahun depan.
Formasinya sudah siap dan semoga hasilnya juga kuat dan mantap.
Akhir January 2009
Semua berawal dari sebuah telephone yang saya terima beberapa hari
setelah acara Kick Andy itu ditayangkan, suara pria yang cemas
menceritakan tentang kondisi kemenakannya. Saya Masih ingat, ketika itu
saat menerima telephone dalam kondisi sangat tidak konsentrasi karena
sedang berada di atas motor, di bonceng oleh teman pulang menonton
pertunjukkan di Taman Ismail Marzuki.
Dari suara yang berhasil di dengar dan dapat mengerti karena bising
oleh jalanan Jakarta, di ceritakan bahwa ada anak yang berstatus
keponakan sedang terbaring sakit karena menderita Leukemia, penyakit
yang membawa saya kepada acara TV itu dan perkenalan ini. Lalu, karena
pertimbangan untuk penguatan mentalnya agar bertemu dengan orang yang
pernah mengalaami hal yang sama, maka sang paman yang kemudian saya
kenal bernama Tachir, meminta saya untuk menengok anak tersebut.
Saya menyanggupi, karena Insya Allah saya memang meniatkan agar
kehadiran saya dapat memberikan semangat dan meringankan beban, walau
saya tau bukan menyembuhkan. Faktor semangat dan daya juang untuk
bertahan hidup sangat berkorelasi dengan proses kesembuhan seorang
penderita kanker. Bertolak dari kesadaran tersebutlah saya
menyanggupinya. Di buatlah janji unuk bertemu dan berangkat sabtu esok
harinya.
Awal February 2009
Siang itu, ketika Jakarta sedang panas panasnya, saya berjalan di
trotoar tepat di depan kedubes Australia, lagi telephone saya berbunyi,
kali ini permohonan maaf dan maklum, karena janji untuk pergi ke
Rawamangun *tempat ponakan Mas Tachir tinggal* untuk minggu ini di
tunda. Saya menanyakan alasannya, dan di katakan ini karena permintaan
Khalif *nama anak yang sakit tersebut sendiri*.
Hmm, sejenak saya bingung, namun akhirnya saya sadar bahwa saya lupa,
yang sakit itu adalah anak kecil, masih usia Sekolah Dasar, mempunyai
cara pandang dan pola piker yang berbeda dengan kita manusia dewasa.
Dari apa yang di tuturkan oleh mas tachir saya menangkap alasan
keberatan atas kedatangan saya karena Khalif belum bisa menghadapi
orang asing, apalagi yang dterima olehnya adalah orang asing yang
menengok karena pernah bernasib yang sama.
Saya Sangat dapat memahaminya.
Antara April dan Mei 2009
Selang beberapa bulan setelah komunikasi yang terakhir, saya
mendapatkan telephone lagi, kali ini berita gembira. Khalif sudah
mengalami perbaikan, kondisi badannya cenderung stabil, walau belum
pernah melihat sosoknya, namun saya langsung membayangkan teman
kemotherapi saya yang dulu juga berusia Sekolah Dasar, yang kemudian
bisa ceria dengan kepala gundulnya, Ahh..semoga Khalif membaik seperti
teman Saya itu dulu.
Saya tersenyum, berita ini saya anggap pertanda baik, karena motivasi
dan semangat adalah obat terampuh untuk melawan kanker selain
kemotherapi.
Semoga ya Allah…
Setelah berita yang menyenangkan itu, nyaris tak ada sama sekali
informasi tentang Khalif, mas Tachir yang dulu sering mengabarkan
kepada saya kondisinya kini tak lagi ada khabarnya. Saya sendiri pun,
sibuk dalam irama kerja serta semua hal dalam hidup yang menjadi
tanggung jawab membuat saya juga tidak sering mengecek kondisinya.
Pernah satu kali seingat saya, berusaha untuk menelphone, namun nomer
CDMA satu satunya yang di pakai oleh pamannya Khalif untuk menelephone
saya dari pertama tersebut tidak aktif, setelah itu tak ada lagi berita
dan usaha saya.
Sampai malam ini…
25 September 2009 pukul 22.34
Libur lebaran saya berada dirumah ibu di Serang, setelah kembali ke
kamar saya yang selesai d semproti obat anti nyamuk dari sejam yang
lalu, seusai menunaikan shalat isya dan sempat *ada hubungannya atau
tidak* menonton Kick Andy Episode Korban Lapindo, saya mencek HP yg
tertinggal d kantong celana di dalam kamar , lalu mendapatkan SMS dari
mas Tachir berbunyi demikian:
“Mas keponakan saya sudah gak ada, Terimakasih atas saran saranya dan mohon doanya untuk Khalif Khaelani.Thx.Tahir.”
Saya kaget, terdiam sejenak, dan hanya bisa menuliskan
Innalillahi….pada kolom kosong reply sms, tanpa tau apa yang harus saya
tuliskan lagi. Cukup lama kursor di layer HP ber kedip kedip tanda
meminta jawaban dan apa yang saya fikirkan…akhirnya saya
menyampaikan maaf yang sebesar besarnya karena tidak bisa maksimal membantu.
Teriring doa saya untuk Khalif, anak yang tak pernah saya lihat
wajahnya, rekan saya yang akhirnya di panggil sang Khalik dan sudah
menunaikan tugasnya di dunia,
“semoga Khalif menjadi syuhada yang sebenar benarmya, berdiri dan
berdiam di mimbar Illahi bersama para syuhada pendahulu, menjadi warga
penghias syurga dan menunggu saatnya berkumpul bersama orang tua dan
keluarga nya nanti.”<i/i>
Amienn..
PS: Mohon doa nya untuk rekan kerja saya Saudara Tia Andra Wibawa
yang sudahlebih dari satu minggu ini dirawat d ruang steril RS Kanker
Dharmais karena leukemia.
Andra Ini adalah teman saya yang kita sempat bersama sama ke Bali
kemarin, bertemu saat Andra liburan bulan madu merayakan pernikahannya.
Semoga kesembuhan kembali menjadi milik Andra.
Amienn
Kamu tau kira kira apa isi otak orang yang meledakkan bom itu, apa
yang mereka fikirkan ketika berniat untuk membuat sebuah gedung hancur
dan orang yang tak tau menahu menjadi korbannya??
Tadi siang ketika mengikuti shalat Jumat Khatib yang menyampaikan
khotbah sampai menangis, mengekspresikan keprihatinannya akan kondisi
ini, beliau mengatakan bahwa setiap terjadinya peledakaan bom selalu
akan diidentikkan dengan Islam, dan itu yang sangat sakit dirasakan
oleh sebagian besar umatnya, disalahkan dan kemudian juga menjadi
korban atas perbuatan orang orang yang mengtasnamakan agama nya
sendiri., jadi korban sekaligus terdakwa.
Sebagai umat terbesar di negeri ini pasti kita akan merasa geram
terhadap orang orang yang mengatasnamakan agama kita dengan
menghancurkan tempat dan membunuhi orang tak bersalah yang mungkin pada
hari jumat tadi korban yang terbunuh juga berniat shalat jumat di siang
hari nya, tapi niat mereka tak pernah tersampaikan lagi karena sudah di
cabut oleh tangan saudara mereka sendiri yang membunuh mereka dengan
atas nama agama yang juga mereka yakini. Ironi!!
Apakah ada yang yang tau, paham sesat apa yang sudah merasuki otak
orang orang iu, didikan seperti apa yang di cekoki kedalam otaknya
sehingga tega membunuhi saudara saudaranya sendiri???
Sknario Tuhan di jumat pagi itu, menjadikan saya saksi kebiadaban itu,
saya terbengong sendiri di tengah hiruk pikuk dan kepanikan orang.
Deringan sirene, dan raungan klaksonAmbulance yang bolak balik membawa
korban, tak terbayangkan perih rasanya jika yang berada dalam ambulance
itu adalah salah satu dari Suami, istri,kekasih,orag tua, kakak, adik ,
kekasih,,sahabat , teman , tetannga, kolega kita sendiri…
Saya yang ada keperluan untuk datang kesalah satu gedung dekat lokasi,
menjadi terkejut dan bingung, mencerna apa yang sedang terjadi. Lalu
terdiam kaku ketika sadar apa yang baru saja terjadi beberapa menit
berselang.
Apakah mereka, yang melakukan ini pernah membayangkan, jika yang ada
didalam tempat yang mereka bom itu masih bertalian darah dengan mereka,
bertalian emosi, lalu di kemanakan hadis dari Rasul Agung bahwa sesama
muslim kita adalah bersaudara. Apakah sudah hilang semua itu karena
tergerus oleh doktrin doktrin sesat dan menyesatkan atas nama Jihad
salah kaprah yang mereka yakini sebagai kebenaran.
Jihad adalah ketika kita berjibaku didalam pekerjaan kita dengan sebaik
baiknya demi mencari nafkah bagi keluarga, Jihad adalah ketika kita
bisa menjadi bermanfaat dengan ilmu, amal dan harta bagi orang orang di
sekeliling kita. aSama sekali bukan jihad apabila itu dilakukan dengan
membunuhi siapa saja dengan sengaja…
Islam tak pernah dan tak akan pernah mengajari penganutnya berbut sedemikian itu…
Wallahualam bissawab…
Untuk Keluarga korban, bersabarlah karena kemenangan akan datang untuk pihak yang dapat bersabar dari cobaan besar.
*Innalillahi wa innaillahi Rojiun, semua berasal dari yang Kuasa dan akan kembali kepada Nya*
Kamu tau hidup di kota besar terkadang ada bagian diri yang merasa di abaikan, kamu bisa merasakan ada kekeringan yang susah untuk didefenisikan namun sesaat kadangrasa itu meletup keluar dan kita merasakan ketidaknyamanan dalam hidup.
Kalau kamu tidak merasa, mungkin ini hanya symptom kota besar yang hanya saya saja merasakannya. Saya menamakan itu "kekeringan Ruhiyah"sebuah keadaan yang timbul karena 99 % dari hati dan fikiran kita hanya tertuju kepada pemujaan terhadap benda dan harta. Kondisi yang timbul apabila nilai Illahiah sudah menjauh dan dia memanggil manggil dari dalam diri untuk di kembalikan.
Kamu tau…sebetulnya manusia dilahirkan adalah suci, dan setiap dari kita adalah insan yang mulia, makhluk terbaik ciptaannya. Kamu pasti meng-iya-kan apabila ternyata manusia tidak selama nya baik, namun harfiah alias sejatinya seorang manusia tidaklah demikian. Dia menjadi jahat karena banyak faktor dan latar belakang yang menyebabkan dia berubah menjadi sedemikin , salah satu fator terbesarnya adalah lingkungan.
Karena faktor terbesar dalam merubah pribadi dari seoragn anak manusia adalah lingkungan, dan kota besar adalah lingkungan tempat saya hidup saat ini, maka saya tidak inginfikiran dan isi otak saya menjadi berubah tidak benar hanya gara gara saya tinggal dikota besar.
Dalam tulisan ini saya tidak sedang mencaripembenaran darisebuah analisa awam bahwa lingkungan di kota besar dapat merubah isi otak manusia, hanya saya mencoba berfikir dan merenungkan bahwa ternyata dari apa yang saya alami, kesibukan dan semuarutinitas di kota besar sangat berperan sekali menjauhkan manusia dari diri nya sendiri dan menjauhkan dirinya dari pencipta nya.
Memang benar, yang jahat tetap akan jahat dimanapun dia tinggal, pencuri mungkin saja ada di dalam pesantren, namun orang berhati mulia mungkin juga saat ini sedang terpuruk didalam penjara, namun sekali lagi dari apa yang saat ini di alami, kesimpulannya didapat adalah lingkungan dapat merubah pribadi dari yang baik menjadi jahat atau sebaliknya.
Keterasingan diri saya dari diri saya sendiri dan Tuhan kadang tanpa saya sadari, lalu pemberontakkan pemberontakan kecil akan aturan Tuhan saya fikirkan dan kemudian di lakukan, sebagai seorang Muslim Tuhan akan memaklumi saya untuk tidak shalat Isya karena saya sudah capek bekerja seharian dan baru pulang setelah larut malam, demikian salah satu contohnya.
Pemberontakkan yang kemudian menjadi rutinitas adalah habit saya untuk susah bangun pagi lalu subuh saya terlewatkan. Itu pemberontakkan saya yang lainnya, dan akan banyak lagi kalau tidak saya segera hentikan.
Pemberontakkan pemberontakan itu takutnya menjadi sebuah pembenaran atas sebuah kesalahan, dan lebih menakutkan lagi menjadis ebuah awal dari pemberontakkan yang lebih besar,naudzubillah.
Padahal kalau di fikir fikir, apa hak saya sampai berani berani nya memberontak kepadaDzat yang sesungguhnya tidak butuh dengan semua shalat saya itu, bukankah kewajiban shalat itu sesungguhnya adalahhak saya untuk berdialog dengan Pencipta, Sesuatu yang menciptakann saya, sebuah hak yang istimewa namun saya abaikan malah berangapan itu adalah sebuah beban.
Manusia apabiila dilihat dari langitketika di atas pesawat sangat tidak adaapa apanya, bahkan dia seperti amuba yang melat lata di atas permukaan luas bumi, benar kata Sang pencipta, manusia hanya bagai debu yang diterbangkan. Sangat tidak punya daya upaya, karena ketika kata "Kun" di ucapkan maka "Fayakun" akan terjadilah apa yang terjadi dan menjadi takdirnya. Hidup dan mati manusia bisa terjadi sekejap ibarat membalikkan telapak tangan saja.
Saya merasa sangat sombong saat ini, ketika menyadari telah melakukan pemberontakan pemberontakkan tidak penting itu setiap hari. Sombong karena ada rasa di hati bahwa Tuhanlah yang buth akan tunggang tungging saya dalam shalat bukan diri saya, yang maka Kuasa tidak lah membutuhkannya. Sekali lagi , sesungguhnya saya adalah manusia yang membutuhkannya.
Sangat tidak pantas untuk di tiru dan sangat sangat sebuah produk dari keadaan diri yang tumbuh di dalam masyarakat hedonmetropolitan. Sebaik baiknya manusia adalah yang bisa tumbuh berkembang di dalam kolam apapun namun tidak mengikuti arus deras menuju kesesatan di sekitarnya namun tetap mempunyai prinsip diri dalam menjalani hidup sebagai pribadi yang utuh, sebagai dirinya sendiri, makhluk Tuhan yang sudah sepantasnya hidup untuk menghamba kepada sang penciptanya.
Ini adalah kontemplasi untuk diri saya, namun semoga bisa bermakna bagi semua.
"Tulisan diatas Sajadah "
Palmerah Minggu 14 Juni 2009 antara Maghrib dan Isya
Aku memilih TIDAK menjadi
INSAN BIASA, memang hak-ku untuk menjadi LUAR BIASA. Aku mencari
KESEMPATAN bukan PERLINDUNGAN. Aku tidak ingin menjadi warga yang
terkungkung, rendah diri dan terpedaya kerena dilindungi oleh pihak
BERKUASA.
Aku siap untuk menghadapi RESIKO TERENCANA, berangan - angan dan membina untuk GAGAL dan SUKSES.
Aku
MENOLAK menukar INSENTIF dengan DERMA. Aku memilih TANTANGAN HIDUP dari
pada DERMA. Aku memilih tantangan hidup dari pada kehidupan yang
terjamin, kenikmatan mencapai sesuatu, bukan utopia yang basi.
Aku TIDAK AKAN menjual KEBEBASANKU, tidak juga KEMULIAANKU untuk mendapatkan DERMA.
Aku
tidak akan MERENDAHKAN DIRI. Pada sembarang ATASAN dan ANCAMAN. Sudah
menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah dan berani. Untuk BERFIKIR
dan BERTINDAK untuk diri sendri. Untuk meraih segala KEUNTUNGAN hasil
kerja sendiri, dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata "
INI TELAH KULAKUKAN !" Segalanya ini memberikan MAKNA SEORANG INSAN
So many "last think" for today, sit on this chair inside my room.
May last day as an employee and last day to here as a person
in charge for all kind of business related to me.
Hmmmhh…my ten years as an employee ended today, and tomorrow
when the sun raise at 1st may everything will change, Ill wake up
and going to another place, read my own journey as a self employee , people who
have his own business and his own responsibilities.
For tomorrow, my life on my own hand, better or worst, sound
quite spooky but that’s like a challenge to proof it especially for my own, how
high that I could reach my own dreams.
For better future.. I was choose to leave everything here
with so comfort situation inside, the comfort thing that would be kill me ifI choose to lets stay here.
This is an option that I am choosing with 100 % conscious
mind. Just let’s give a time for me to work harder and smarter than before, and after
that will more success than before. Amin
Silence farewell today, just me and this empty room,