Akhir January 2009
Semua berawal dari sebuah telephone yang saya terima beberapa hari
setelah acara Kick Andy itu ditayangkan, suara pria yang cemas
menceritakan tentang kondisi kemenakannya. Saya Masih ingat, ketika itu
saat menerima telephone dalam kondisi sangat tidak konsentrasi karena
sedang berada di atas motor, di bonceng oleh teman pulang menonton
pertunjukkan di Taman Ismail Marzuki.
Dari suara yang berhasil di dengar dan dapat mengerti karena bising
oleh jalanan Jakarta, di ceritakan bahwa ada anak yang berstatus
keponakan sedang terbaring sakit karena menderita Leukemia, penyakit
yang membawa saya kepada acara TV itu dan perkenalan ini. Lalu, karena
pertimbangan untuk penguatan mentalnya agar bertemu dengan orang yang
pernah mengalaami hal yang sama, maka sang paman yang kemudian saya
kenal bernama Tachir, meminta saya untuk menengok anak tersebut.
Saya menyanggupi, karena Insya Allah saya memang meniatkan agar
kehadiran saya dapat memberikan semangat dan meringankan beban, walau
saya tau bukan menyembuhkan. Faktor semangat dan daya juang untuk
bertahan hidup sangat berkorelasi dengan proses kesembuhan seorang
penderita kanker. Bertolak dari kesadaran tersebutlah saya
menyanggupinya. Di buatlah janji unuk bertemu dan berangkat sabtu esok
harinya.
Awal February 2009
Siang itu, ketika Jakarta sedang panas panasnya, saya berjalan di
trotoar tepat di depan kedubes Australia, lagi telephone saya berbunyi,
kali ini permohonan maaf dan maklum, karena janji untuk pergi ke
Rawamangun *tempat ponakan Mas Tachir tinggal* untuk minggu ini di
tunda. Saya menanyakan alasannya, dan di katakan ini karena permintaan
Khalif *nama anak yang sakit tersebut sendiri*.
Hmm, sejenak saya bingung, namun akhirnya saya sadar bahwa saya lupa,
yang sakit itu adalah anak kecil, masih usia Sekolah Dasar, mempunyai
cara pandang dan pola piker yang berbeda dengan kita manusia dewasa.
Dari apa yang di tuturkan oleh mas tachir saya menangkap alasan
keberatan atas kedatangan saya karena Khalif belum bisa menghadapi
orang asing, apalagi yang dterima olehnya adalah orang asing yang
menengok karena pernah bernasib yang sama.
Saya Sangat dapat memahaminya.
Antara April dan Mei 2009
Selang beberapa bulan setelah komunikasi yang terakhir, saya
mendapatkan telephone lagi, kali ini berita gembira. Khalif sudah
mengalami perbaikan, kondisi badannya cenderung stabil, walau belum
pernah melihat sosoknya, namun saya langsung membayangkan teman
kemotherapi saya yang dulu juga berusia Sekolah Dasar, yang kemudian
bisa ceria dengan kepala gundulnya, Ahh..semoga Khalif membaik seperti
teman Saya itu dulu.
Saya tersenyum, berita ini saya anggap pertanda baik, karena motivasi
dan semangat adalah obat terampuh untuk melawan kanker selain
kemotherapi.
Semoga ya Allah…
Setelah berita yang menyenangkan itu, nyaris tak ada sama sekali
informasi tentang Khalif, mas Tachir yang dulu sering mengabarkan
kepada saya kondisinya kini tak lagi ada khabarnya. Saya sendiri pun,
sibuk dalam irama kerja serta semua hal dalam hidup yang menjadi
tanggung jawab membuat saya juga tidak sering mengecek kondisinya.
Pernah satu kali seingat saya, berusaha untuk menelphone, namun nomer
CDMA satu satunya yang di pakai oleh pamannya Khalif untuk menelephone
saya dari pertama tersebut tidak aktif, setelah itu tak ada lagi berita
dan usaha saya.
Sampai malam ini…
25 September 2009 pukul 22.34
Libur lebaran saya berada dirumah ibu di Serang, setelah kembali ke
kamar saya yang selesai d semproti obat anti nyamuk dari sejam yang
lalu, seusai menunaikan shalat isya dan sempat *ada hubungannya atau
tidak* menonton Kick Andy Episode Korban Lapindo, saya mencek HP yg
tertinggal d kantong celana di dalam kamar , lalu mendapatkan SMS dari
mas Tachir berbunyi demikian:
“Mas keponakan saya sudah gak ada, Terimakasih atas saran saranya dan mohon doanya untuk Khalif Khaelani.Thx.Tahir.”
Saya kaget, terdiam sejenak, dan hanya bisa menuliskan
Innalillahi….pada kolom kosong reply sms, tanpa tau apa yang harus saya
tuliskan lagi. Cukup lama kursor di layer HP ber kedip kedip tanda
meminta jawaban dan apa yang saya fikirkan…akhirnya saya
menyampaikan maaf yang sebesar besarnya karena tidak bisa maksimal membantu.
Teriring doa saya untuk Khalif, anak yang tak pernah saya lihat
wajahnya, rekan saya yang akhirnya di panggil sang Khalik dan sudah
menunaikan tugasnya di dunia,
“semoga Khalif menjadi syuhada yang sebenar benarmya, berdiri dan
berdiam di mimbar Illahi bersama para syuhada pendahulu, menjadi warga
penghias syurga dan menunggu saatnya berkumpul bersama orang tua dan
keluarga nya nanti.”<i/i>
Amienn..
PS: Mohon doa nya untuk rekan kerja saya Saudara Tia Andra Wibawa
yang sudahlebih dari satu minggu ini dirawat d ruang steril RS Kanker
Dharmais karena leukemia.
Andra Ini adalah teman saya yang kita sempat bersama sama ke Bali
kemarin, bertemu saat Andra liburan bulan madu merayakan pernikahannya.
Semoga kesembuhan kembali menjadi milik Andra.
Amienn
Kamu tau kira kira apa isi otak orang yang meledakkan bom itu, apa
yang mereka fikirkan ketika berniat untuk membuat sebuah gedung hancur
dan orang yang tak tau menahu menjadi korbannya??
Tadi siang ketika mengikuti shalat Jumat Khatib yang menyampaikan
khotbah sampai menangis, mengekspresikan keprihatinannya akan kondisi
ini, beliau mengatakan bahwa setiap terjadinya peledakaan bom selalu
akan diidentikkan dengan Islam, dan itu yang sangat sakit dirasakan
oleh sebagian besar umatnya, disalahkan dan kemudian juga menjadi
korban atas perbuatan orang orang yang mengtasnamakan agama nya
sendiri., jadi korban sekaligus terdakwa.
Sebagai umat terbesar di negeri ini pasti kita akan merasa geram
terhadap orang orang yang mengatasnamakan agama kita dengan
menghancurkan tempat dan membunuhi orang tak bersalah yang mungkin pada
hari jumat tadi korban yang terbunuh juga berniat shalat jumat di siang
hari nya, tapi niat mereka tak pernah tersampaikan lagi karena sudah di
cabut oleh tangan saudara mereka sendiri yang membunuh mereka dengan
atas nama agama yang juga mereka yakini. Ironi!!
Apakah ada yang yang tau, paham sesat apa yang sudah merasuki otak
orang orang iu, didikan seperti apa yang di cekoki kedalam otaknya
sehingga tega membunuhi saudara saudaranya sendiri???
Sknario Tuhan di jumat pagi itu, menjadikan saya saksi kebiadaban itu,
saya terbengong sendiri di tengah hiruk pikuk dan kepanikan orang.
Deringan sirene, dan raungan klaksonAmbulance yang bolak balik membawa
korban, tak terbayangkan perih rasanya jika yang berada dalam ambulance
itu adalah salah satu dari Suami, istri,kekasih,orag tua, kakak, adik ,
kekasih,,sahabat , teman , tetannga, kolega kita sendiri…
Saya yang ada keperluan untuk datang kesalah satu gedung dekat lokasi,
menjadi terkejut dan bingung, mencerna apa yang sedang terjadi. Lalu
terdiam kaku ketika sadar apa yang baru saja terjadi beberapa menit
berselang.
Apakah mereka, yang melakukan ini pernah membayangkan, jika yang ada
didalam tempat yang mereka bom itu masih bertalian darah dengan mereka,
bertalian emosi, lalu di kemanakan hadis dari Rasul Agung bahwa sesama
muslim kita adalah bersaudara. Apakah sudah hilang semua itu karena
tergerus oleh doktrin doktrin sesat dan menyesatkan atas nama Jihad
salah kaprah yang mereka yakini sebagai kebenaran.
Jihad adalah ketika kita berjibaku didalam pekerjaan kita dengan sebaik
baiknya demi mencari nafkah bagi keluarga, Jihad adalah ketika kita
bisa menjadi bermanfaat dengan ilmu, amal dan harta bagi orang orang di
sekeliling kita. aSama sekali bukan jihad apabila itu dilakukan dengan
membunuhi siapa saja dengan sengaja…
Islam tak pernah dan tak akan pernah mengajari penganutnya berbut sedemikian itu…
Wallahualam bissawab…
Untuk Keluarga korban, bersabarlah karena kemenangan akan datang untuk pihak yang dapat bersabar dari cobaan besar.
*Innalillahi wa innaillahi Rojiun, semua berasal dari yang Kuasa dan akan kembali kepada Nya*
Kamu tau hidup di kota besar terkadang ada bagian diri yang merasa di abaikan, kamu bisa merasakan ada kekeringan yang susah untuk didefenisikan namun sesaat kadangrasa itu meletup keluar dan kita merasakan ketidaknyamanan dalam hidup.
Kalau kamu tidak merasa, mungkin ini hanya symptom kota besar yang hanya saya saja merasakannya. Saya menamakan itu "kekeringan Ruhiyah"sebuah keadaan yang timbul karena 99 % dari hati dan fikiran kita hanya tertuju kepada pemujaan terhadap benda dan harta. Kondisi yang timbul apabila nilai Illahiah sudah menjauh dan dia memanggil manggil dari dalam diri untuk di kembalikan.
Kamu tau…sebetulnya manusia dilahirkan adalah suci, dan setiap dari kita adalah insan yang mulia, makhluk terbaik ciptaannya. Kamu pasti meng-iya-kan apabila ternyata manusia tidak selama nya baik, namun harfiah alias sejatinya seorang manusia tidaklah demikian. Dia menjadi jahat karena banyak faktor dan latar belakang yang menyebabkan dia berubah menjadi sedemikin , salah satu fator terbesarnya adalah lingkungan.
Karena faktor terbesar dalam merubah pribadi dari seoragn anak manusia adalah lingkungan, dan kota besar adalah lingkungan tempat saya hidup saat ini, maka saya tidak inginfikiran dan isi otak saya menjadi berubah tidak benar hanya gara gara saya tinggal dikota besar.
Dalam tulisan ini saya tidak sedang mencaripembenaran darisebuah analisa awam bahwa lingkungan di kota besar dapat merubah isi otak manusia, hanya saya mencoba berfikir dan merenungkan bahwa ternyata dari apa yang saya alami, kesibukan dan semuarutinitas di kota besar sangat berperan sekali menjauhkan manusia dari diri nya sendiri dan menjauhkan dirinya dari pencipta nya.
Memang benar, yang jahat tetap akan jahat dimanapun dia tinggal, pencuri mungkin saja ada di dalam pesantren, namun orang berhati mulia mungkin juga saat ini sedang terpuruk didalam penjara, namun sekali lagi dari apa yang saat ini di alami, kesimpulannya didapat adalah lingkungan dapat merubah pribadi dari yang baik menjadi jahat atau sebaliknya.
Keterasingan diri saya dari diri saya sendiri dan Tuhan kadang tanpa saya sadari, lalu pemberontakkan pemberontakan kecil akan aturan Tuhan saya fikirkan dan kemudian di lakukan, sebagai seorang Muslim Tuhan akan memaklumi saya untuk tidak shalat Isya karena saya sudah capek bekerja seharian dan baru pulang setelah larut malam, demikian salah satu contohnya.
Pemberontakkan yang kemudian menjadi rutinitas adalah habit saya untuk susah bangun pagi lalu subuh saya terlewatkan. Itu pemberontakkan saya yang lainnya, dan akan banyak lagi kalau tidak saya segera hentikan.
Pemberontakkan pemberontakan itu takutnya menjadi sebuah pembenaran atas sebuah kesalahan, dan lebih menakutkan lagi menjadis ebuah awal dari pemberontakkan yang lebih besar,naudzubillah.
Padahal kalau di fikir fikir, apa hak saya sampai berani berani nya memberontak kepadaDzat yang sesungguhnya tidak butuh dengan semua shalat saya itu, bukankah kewajiban shalat itu sesungguhnya adalahhak saya untuk berdialog dengan Pencipta, Sesuatu yang menciptakann saya, sebuah hak yang istimewa namun saya abaikan malah berangapan itu adalah sebuah beban.
Manusia apabiila dilihat dari langitketika di atas pesawat sangat tidak adaapa apanya, bahkan dia seperti amuba yang melat lata di atas permukaan luas bumi, benar kata Sang pencipta, manusia hanya bagai debu yang diterbangkan. Sangat tidak punya daya upaya, karena ketika kata "Kun" di ucapkan maka "Fayakun" akan terjadilah apa yang terjadi dan menjadi takdirnya. Hidup dan mati manusia bisa terjadi sekejap ibarat membalikkan telapak tangan saja.
Saya merasa sangat sombong saat ini, ketika menyadari telah melakukan pemberontakan pemberontakkan tidak penting itu setiap hari. Sombong karena ada rasa di hati bahwa Tuhanlah yang buth akan tunggang tungging saya dalam shalat bukan diri saya, yang maka Kuasa tidak lah membutuhkannya. Sekali lagi , sesungguhnya saya adalah manusia yang membutuhkannya.
Sangat tidak pantas untuk di tiru dan sangat sangat sebuah produk dari keadaan diri yang tumbuh di dalam masyarakat hedonmetropolitan. Sebaik baiknya manusia adalah yang bisa tumbuh berkembang di dalam kolam apapun namun tidak mengikuti arus deras menuju kesesatan di sekitarnya namun tetap mempunyai prinsip diri dalam menjalani hidup sebagai pribadi yang utuh, sebagai dirinya sendiri, makhluk Tuhan yang sudah sepantasnya hidup untuk menghamba kepada sang penciptanya.
Ini adalah kontemplasi untuk diri saya, namun semoga bisa bermakna bagi semua.
"Tulisan diatas Sajadah "
Palmerah Minggu 14 Juni 2009 antara Maghrib dan Isya
Aku memilih TIDAK menjadi
INSAN BIASA, memang hak-ku untuk menjadi LUAR BIASA. Aku mencari
KESEMPATAN bukan PERLINDUNGAN. Aku tidak ingin menjadi warga yang
terkungkung, rendah diri dan terpedaya kerena dilindungi oleh pihak
BERKUASA.
Aku siap untuk menghadapi RESIKO TERENCANA, berangan - angan dan membina untuk GAGAL dan SUKSES.
Aku
MENOLAK menukar INSENTIF dengan DERMA. Aku memilih TANTANGAN HIDUP dari
pada DERMA. Aku memilih tantangan hidup dari pada kehidupan yang
terjamin, kenikmatan mencapai sesuatu, bukan utopia yang basi.
Aku TIDAK AKAN menjual KEBEBASANKU, tidak juga KEMULIAANKU untuk mendapatkan DERMA.
Aku
tidak akan MERENDAHKAN DIRI. Pada sembarang ATASAN dan ANCAMAN. Sudah
menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah dan berani. Untuk BERFIKIR
dan BERTINDAK untuk diri sendri. Untuk meraih segala KEUNTUNGAN hasil
kerja sendiri, dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata "
INI TELAH KULAKUKAN !" Segalanya ini memberikan MAKNA SEORANG INSAN
So many "last think" for today, sit on this chair inside my room.
May last day as an employee and last day to here as a person
in charge for all kind of business related to me.
Hmmmhh…my ten years as an employee ended today, and tomorrow
when the sun raise at 1st may everything will change, Ill wake up
and going to another place, read my own journey as a self employee , people who
have his own business and his own responsibilities.
For tomorrow, my life on my own hand, better or worst, sound
quite spooky but that’s like a challenge to proof it especially for my own, how
high that I could reach my own dreams.
For better future.. I was choose to leave everything here
with so comfort situation inside, the comfort thing that would be kill me ifI choose to lets stay here.
This is an option that I am choosing with 100 % conscious
mind. Just let’s give a time for me to work harder and smarter than before, and after
that will more success than before. Amin
Silence farewell today, just me and this empty room,
Dalam jiwa manusia ada sebuah tempat untuk mengedepankan
rasa, dan me-nomordua-kan logika, tempat yang memberikan waktu bagi diri
manusia tersebut melakukan kontemplasi , merenungkan tentang hakikat dirinya,
menikmati hal yang indah bersifat seni dan disukainya, merasakan pedih yang ingin
di kenang, merasakan memory yang sudah lama lepas dari bayangan.
Setelah lama hidup di kota
besar dan selalu mengedapankan logika untuk bertahan hidup, keinginan
mendengarkan suara hati dari sudut yag lain itu kadang mengemuka,terkadang bukan karena tidak mempunyai waktu
namun karena waktu yang tersedia tidak selalu tepat untuk mendengarkan suara
hati tersebut.
Waktu yang bagi saya sebut sebagai “Menari sendiri”.
*Penamaan untuk
suasana seperti itu terinspirasi dari lagunya Sting “They Dance Alone”*
Waktu special milik diri kita pribadi tanpa campur tangan
pihak manapun dan kita bebas memikirkan apa yang ingin di fikirkan, berandai
andai, mengingat ingat lalu merenungkan semua yang ada lalu bagi saya
menuliskannya dengan lancar , tulisan itu mengalir deras seperti air sungai
mengalir mengikuti arusnya.
Saat seperti itu juga akan membuat kita merasa lebih dekat
dengan Tuhan, bentuk lain dari sebuah tahajjud, jika dalam tahajud ada gerak
rakaat yang harus di implementasikan namun yang ini bagai sebuah doa setelah
tahajjud, moment ini adalah saat Tuhan dan penciptanya begitu dekat, bisa
berkomunikasi dengan segala cara, dapat berkeluh kesah dan mengadukan semua
yang ingin di kadukan unuk kemudian mendapatkan pencerahan serta semangat baru
kembali
Tanpa disadari jaman menjauhkan manusia dari dirinya sendiri,
semua tuntutan dan keadaan yang di kondisikan agar dapat di penuhi sesegera dan
secepat mungkin membuat manusia pontang panting untuk memenuhinya, lari
secepatnya sehingga dapat membuat dirinya lari dari nilai kemanusiaan yang
seharusnya tidak ikut di tinggalkannya.
Kemanusiaan itu kembali mengemuka justru ketika disaat
manusia tersebut terjatuh atau gagal, dia akan kembali kepada diri dan kepada
penciptanya, berkeluh kesah dan menyalahkan apapun yang mungkin jadi penyebab
situasi yang tidak menguntungkan tersebut, sebaliknya apabila sukses, dirinya
akan semakin ditinggalkan, dan juga sang Pencipta yang menjadi penentu
terlupakan, seakan tangan Tuhan tak bermain dalam percaturan hidupnya.
Demikianlah hidup, nilai nilai kemanuisaan kadang sedikit
terpaksa harus kita hidupkan kembali, untuk sekedar mengingatkan bahwa diri
kita adalah manusia. Manusia yang tidak hanya membutuhkan kepuasaan dunia
sebagai sumber pemuas dahaga satu satunya namun juga dahaga bathin yang harus mendapatkan porsinya, sebelum hakikat
kita sebagai makhluk ikut terserabut.
One day before election....masih bingung...milih ...enggak ..milih...enggak...
Jangan
sampai kita mencontreng jadi malah mencoreng perbedaan hanya adanya
hurup (NTR) dalam mencontreng berakibat fatal, pilihan yang aku
contreng malah mencoreng muka kelakuannya dalam lima tahun ke depan... Hmm.......
One
day before election...masih juga belum tergambar siapa yang akan di
contreng tanpa akan mencoreng nantinya...bingung..bingun ku memikirnya * di baca dengan nada lagu kasidah perdamaian ..perdamaian..*
One day before election...oiw yess...inikan election ya? Bukan one day before erection..jadi ga usah minum obat kuat segala lah untuk persiapannya.
Cukup spidol tapi tetep kudu pake pikiran asal jangan yang kotor...Ingat ini Election bukan Erection...
Sosok Raymond Simatupang pertama kali saya lihat di ruang kubikal kecil kantor GMS (General Medical Site) pada bulan Agusus di tahun 2001 sebuah divisi Medical site yang mengurusi penempatan dokter dan paramedic diluar daerah, namun tidak pernah berkenalan secara resmi, karena waktu itu saya bukan dibawah divisinya.
Raymond yang kemudian akrab disapa Abang, ketika itu membawahi paramedic yang ditugaskan ke project Oil and Gas, untuk anak baru seperti saya oil and gas adalah sebuah kemewahan, saya cukup bekerja di project explorasi di tengah hutan yang malah kemudian cenderung saya sukai. Walau tidak pernah berhierakhi langsung dalam sebuah hubungan kerja, si abang dan saya akhirnya kenal dalam lingkup kerja besar yaitu SOS international.
Anak baru seperti saya ketika itu melihat sosok seperti si abang sebagai sebuah sosok kesuksesan, sebagai seorang yang juga mempunyai backgrounds Paramedic namun beliau saya lihat pertama kali dengan wujud yang berbeda bagi kebanyakan teman medical saya dengan dasi dan baju serta pakaian yang necis, esmud mungkin istilah saat ini. Pernah berandai andai, kapan saya seperti itu, walau kemudian saya harus segera sadarkan diri karena saat itu diri ini berada dalam hierakhi terrendah dalam sebuah strata kelas pekerja di perusahaan itu.
Sampi akhirnya saya pindah setelah 3 tahun satu perusahaan dengan bang Raymond, tak pernah lagi kontak dan tak pernah lagi ada berita. Setelah kemudian dengan bantuan kebaikan Tuhan, ternyata rasa mengandai andai agar menjadi sosok seperti si abang mendekati juga kepada garis nasib saya, pekerjaan "mirip" si abang yang menjadi Liasion Officer alias orang yang menjembatani kepentingan paramedic dan dokter dan lapangan dengan perusahaan menjadi tanggung jawab saya, di perusahaan baru tempat saya bekerja yang kemudian mempertemukan lagi saya dan si abang, tak ingat bulannya hanya itu terjadi di tahun 2007,kurang lebih 4-5 tahun setelah tak lagi pernah bertemu, saya surprised karena ternyata si abang jadi karyawan di perusahaan yang juga adalah client saya. Waktu itu saya sedang mengantarkan kandidat paramedic untuk di tempatkan di client, lalu terjadi obrolan membahas kekagetan kita masing masing. Intinya adalah "Kenapa lo ada disini, dan lo juga kenapa dsini".
Dalam percakapan yang cukup panjang ketka kami bertemu reuni un expected itu, beliau bertanya" Jadi marketing lo sekarang", saya menjawab. " Iyah nih bang, yaaa sambil belajar lah...." Lalu dia katakan lagi " Oh gitu, ya asal bener bener aja, jangan kayak yang lain, jadi maketing tapi akhirnya malah di reject-in sana sini" Saya menanggapinya seperti sebuah nasehat, bahwa dia ingin melihat saya berhasil, karena ada beberapa teman dan kakak angkatan yang juga banting stir sebagai marketing namun tidak bisa fight. Nasehatnya saya jawab" Ya, saya usahakan engak lah bang, lagian emang gw suka dengan kerjaannya".
Abang sosok yang humble, dekat dengan paramedic se kroco apapun, mengingat nama dan menghargai setiap individu di sekelilingnya, saya masih inget, dari sekian banyak orang di perusahaan lama yang mengurus tenaga lapangan, mungkin beliau yang paling jarang berkonflik, atau mungkin saya yang tidak pernah dalam jajarannya. Itu pengamatan saya.
Lalu obrolan panjang itu berlanjut membahas kenapa juga dia ada d perusahaan ini, yang kemudian saya tau beliau baru saja di hire langsung oleh perusahaan minyak itu lalu kembali menjadi paramedic.
Perputaran nasib dan garis tangan manusia tak akan pernah ada yang tau, setelah sempat bertemu lagi sekian bulan kemudian di tempat yang sama di sebuah gedung di senayan, saya tak lagi pernah mendengar khabarnya, sampai SMS yang masuk siang tadi, dari bang Sigit senior saya di SOS juga, yang isi nya " Saya mendapakan berita dari Sosmatrides *rekankita juga* bahwa
"Raymond Simatupang telah meninggal dunia,hari ini jenazah akan diterbangkan ke Jakarta untuk kemudian di makamkan di Bandung"
Saya langsung mengontak Ibu Dwi yang bekerja di perusahan yang sama dengan si abang, namun beritanya belum jelas, tapi beberapa jam setelah itu ternyataberita itu benar, bang Raymond memang sudah tidak ada.
Begitulah sebuah cerita tentang sosok senior bernama Raymond Simatupang dalam benak saya, bagi rekan rekan yang kebetulan mengenal beliau, mari kita doakan semoga amal dan jasa baik beliau melapangkan jalan bagi almarhum kembali ke sisi Tuhan YME. Bagi keluarga yang di tinggalkan semoga di beri ketabahan dalam menghadapi keadaan duka ini.
Kita akan tetap mengenang sosok almarhum sebagai teman, sahabat dan senior yang rendah hati, dan selalu memberikan motivasi dengan caranya sendiri. Doa kita untuk beliau.
Baru pulang dari acara nya dan baru lepas dari
ke-Exciting-annya, sekaligus perasaan “Pertama
kali” lainnya.
Hari ini untuk pertama kali nya saya berbicara di depan
sekian puluh orang, ga menghitung tepatnya mungkin audiend nya sekitar 200 orang.
Dan bukan sembarangan audiens karena mereka yang teruta,a duduk di barisan
belakang adalah para senior dan leader yang nota bene pasti lebih pinter dan
expert di bidang ini.
PAgi ini saya jadi pembicara di acara Monday Motivation dan topic
yang saya “harus” bawakan adalah Syariah Selling Concept, penawaran ini
setengah terpaksa, karena tiba tiba dua minggu yang lalu masuk sms forward dari
mbak Endang yang meminta kepada mas Uud, agar saya jadi pembicara dalam acara
itu, kaget pertama kali dan sempet berniat untuk protes tapi seketika saya
berubah fikiran, “inikan sebuah tantangan” kenapa saya tidak coba untuk
menjawabnya sekaligus pembuktian apakah saya memang pantas ada di depan
khalayak banyak dan pantas untuk didengarkan.
Waktu ternyata berjalan cepat, dua minggu terlewati dan
belum juga saya buat power point untuk bahan presentasi Syariah Selling
tersebut, dengan semua keisbukan saya dan sifat deadline yang sudah dalam
tahapan akut (sifat deadline adalah sifat yang baru bisa mengerjakan sesuatu
disaat saat genting waktu-tidak pantas ditiru-red).
Tadi malam saya ada di bekasi, mulai jam 4 sore menemani
teman baru saya yang bergabung dalam group penjualan untuk melakukan presentasi
dengan teman temannya, acara itu ternyata berjalan mulur, sampai jam 11 malam
ternyata baru selesai, karena mereaka sepertinya ber-reuni jadi banyak sekali
cerita cerita masa lalu sehingga sessi saya untuk berbicara jadi agak larut,
setelah makan di bekasi, saya pulang dan
teringat PR berat yang belum juga tuntas, sementaar acara nya sudah akan
berlangsung kurang dari 10 jam ke depan.
Sesampai dirumah jam 12 malam, segera mengumpulkan semua
tulisan lalu mulai membuat materinya, malam itu untung ada yangbaik hati, mau
di bangunin malam malam dan membuatkan Sunday punch * presentasi singkat
tentang profile pembicara*.
Mengerjakannya sampai pinggang terasa panas, dan Alhamdulillah
kelar juga, kira kira jam setengah 3 dini hari saya baru bisa beristirahat, dan
jam 6 sudah harus bangun lagi untuk mengedit hasil kerja semalam.
Show time
Saya sudah berpakaian lengkap, kemeja, celana, dasi dan jas sudah
lengkap, laptop dan USB berisitri materi prsentasi sudah di bawa juga, dan tibalah
saya di Menara duta.
Melakukan check ulang semua data dan memberikan USB materi prsentasi
kepada panitia.
Peserta sudah memasuki ruangan dan saya duduk didepan, sengaja
tidak melihat kebelakang karena saya tidak mau bertambah gugup melihat peserta yang
ada.
Acara pembukaan dan acara acara lainnya berjalan, sampai kepada
acara inti yaitu prsentasi yang akan saya bawakan, kerongkongan kering walau sudah
di basahi berkali kali, dan akhirnya saya pun di persilahkan maju untuk mengisis
acara….
On that time.
Awalnya tegang sekali saya rasakan, berusaha mencairkannya dengan
mengatakan bawaha banyak yanglebih pantas ada did epan sini dan berbicara karena
saya masih terhitung baru di bisnis ini, tapi terimakasih atas kepercayaannya, Mulai saya masukki
slide demi slide ang saya buat semalam, perjalanannya mulai lancer, masuk ke materi
Cash Flow juga alhamdulillah berjalan lanacr, semua yang saya berikan tidak membuat
peserta bosan atau meninggalkan tempatnya, ruangan tetap penuh.
Setelah selesai acara tanya jawab berlangsung, beberapa peserta
menanykan kesulitan kesulitannya dalam melakukan penjualan produk Syariah, satu
demi satu pertanyaan tersebut dapat di selesaikan * semoga yang bertanya terpuaskan*
Lalu akhirnya sampai kepada penanya terakhir, dan gust what..again
acara Kick andy tentang cancer survover alias menjemput maut itu legi lagi jadi
bahasan, sharing tentang bagaimana saya melewati semua hal itu kembali harus saya
ceritakan, peruangan dan usaha untuk dapat bebas dari penyakit mematikan itu semoga
jadi motivasi untuk teman teman yang pada waktu itu mendengarkan.
Setelah selesai , saya dan panitia bersalaman diiringi tepukan
semu ahadirin, dan saat itu saya bagai tak menjejak kaki di lantai, bukan girang
tapi rasa unbelieveable, saya bisa melakukan semua yang baru saja saya lakukan.
Terimkasih buat Allah SWT yang sudah baik sekali dengan saya,
lalu dengan orang yang sudah Bantu buatin materi prsentasi, buat teman group yang
sudah datang Unggul dan Mba Darti, Mbak febby
Teman teman di menara Duta yangsudah mempercayai, leader yang
baik hati Christian hartojo, Mas Uud, Mas Tunggul dan terutamaa leader tercinta
mbak Endang yang tidak sempat datang karena ada kesibukan di luar, buat teman teman
ingin memiliki materi syariah Selling concept
ini silahkan kirim email nya ke nasrun.yusuf@gmail.com
dan Insya Allah saya akan kirimkan attachment materinya.