Photobucket - Video and Image Hosting




Just an Ordinary Human



PENGUMUMAN:
Jakarta daily Schedulle: Monday 2 Friday from Nine 2 Five.
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from albaransyah. Make your own badge here.


My FB

Muhamad Nasrun Albaransyah Yusuf | Create Your Badge

My Webs

My blogspot(Poem&fiction)!

My Personal Multiply!

My Business Multiply!!


Add blog ini ke Kinja kamu

Add http://alnasdays.blogdrive.com to your Kinja digest

Jalan Pintas ke Cerita lalu

Teman di blog

Blognya Rudy!
Blognya Luigi!
Blognya Beny!
Blognya Bang Enda-Guru blog!
Blognya Helly!
Blognya Ocan!
Blognya Rommy!
Blognya Rio!
Blognya Imponk!
Blognya Sist.Arida!
Blognya Mba Na!
Blognya FaNNie!
Blognya Kang Ide!
Blognya Wawan!
Blognya Kere Kemplu!
Blognya Adhy!
Blognya Ubuy!
Blognya ruli!
Blognya Kang dadan!
Blognya mas Wisa!
Blognya V-cemol!
Blognya Doel-NZ!
Blognya Isna!
Blognya Dika-Londo!
Blognya Supri!
Blognya Nauval-S`pore!
Blognya Linda!
Blognya Ben!
Blognya Mel-Singaparna!
Blognya Ipe!
Blognya Tobby!
Blognya Siberia!
Blognya Ficano!
Blognya Ifan-Serang!
Blognya Alid!
Angga.net!
Blognya Bram Qinkqonk
Blognya Bradley
Blognya Ullie Pohan
Blognya Yaya
Blognya Yoenoez
Blognya Momon
Blognya DQ Narcisst
Blognya Bunga
Blognya Jeng Lucy
Blognya Jeng Unai
Blognya Adek Nabilla
Blognya Apey
Blognya Ali
Blognya Hiking
Blognya Rani Jogja
Blognya Bagus!
Blognya Arik-Solo!

Recent Post

Photo Perjalanan

My Photobucket
Lido`s outbound and rafting
Field at night
My Team
Dibawah Tanker::The Picture::
Dari Sabang sampai Merauke

Blog ini listing di:

Listed on Blogwise
PT.Alnasdays TBK


"Terimakasih atas kunjungannya"


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Monday, September 28, 2009
Khalif Khaelani

Akhir January 2009
Semua berawal dari sebuah telephone yang saya terima beberapa hari setelah acara Kick Andy itu ditayangkan, suara pria yang cemas menceritakan tentang kondisi kemenakannya. Saya Masih ingat, ketika itu saat menerima telephone dalam kondisi sangat tidak konsentrasi karena sedang berada di atas motor, di bonceng oleh teman pulang menonton pertunjukkan di Taman Ismail Marzuki.

Dari suara yang berhasil di dengar dan dapat mengerti karena bising oleh jalanan Jakarta, di ceritakan bahwa ada anak yang berstatus keponakan sedang terbaring sakit karena menderita Leukemia, penyakit yang membawa saya kepada acara TV itu dan perkenalan ini. Lalu, karena pertimbangan untuk penguatan mentalnya agar bertemu dengan orang yang pernah mengalaami hal yang sama, maka sang paman yang kemudian saya kenal bernama Tachir, meminta saya untuk menengok anak tersebut.

Saya menyanggupi, karena Insya Allah saya memang meniatkan agar kehadiran saya dapat memberikan semangat dan meringankan beban, walau saya tau bukan menyembuhkan. Faktor semangat dan daya juang untuk bertahan hidup sangat berkorelasi dengan proses kesembuhan seorang penderita kanker. Bertolak dari kesadaran tersebutlah saya menyanggupinya. Di buatlah janji unuk bertemu dan berangkat sabtu esok harinya.

Awal February 2009
Siang itu, ketika Jakarta sedang panas panasnya, saya berjalan di trotoar tepat di depan kedubes Australia, lagi telephone saya berbunyi, kali ini permohonan maaf dan maklum, karena janji untuk pergi ke Rawamangun *tempat ponakan Mas Tachir tinggal* untuk minggu ini di tunda. Saya menanyakan alasannya, dan di katakan ini karena permintaan Khalif *nama anak yang sakit tersebut sendiri*.

Hmm, sejenak saya bingung, namun akhirnya saya sadar bahwa saya lupa, yang sakit itu adalah anak kecil, masih usia Sekolah Dasar, mempunyai cara pandang dan pola piker yang berbeda dengan kita manusia dewasa. Dari apa yang di tuturkan oleh mas tachir saya menangkap alasan keberatan atas kedatangan saya karena Khalif belum bisa menghadapi orang asing, apalagi yang dterima olehnya adalah orang asing yang menengok karena pernah bernasib yang sama.
Saya Sangat dapat memahaminya.

Antara April dan Mei 2009
Selang beberapa bulan setelah komunikasi yang terakhir, saya mendapatkan telephone lagi, kali ini berita gembira. Khalif sudah mengalami perbaikan, kondisi badannya cenderung stabil, walau belum pernah melihat sosoknya, namun saya langsung membayangkan teman kemotherapi saya yang dulu juga berusia Sekolah Dasar, yang kemudian bisa ceria dengan kepala gundulnya, Ahh..semoga Khalif membaik seperti teman Saya itu dulu.
Saya tersenyum, berita ini saya anggap pertanda baik, karena motivasi dan semangat adalah obat terampuh untuk melawan kanker selain kemotherapi.
Semoga ya Allah…

Setelah berita yang menyenangkan itu, nyaris tak ada sama sekali informasi tentang Khalif, mas Tachir yang dulu sering mengabarkan kepada saya kondisinya kini tak lagi ada khabarnya. Saya sendiri pun, sibuk dalam irama kerja serta semua hal dalam hidup yang menjadi tanggung jawab membuat saya juga tidak sering mengecek kondisinya.

Pernah satu kali seingat saya, berusaha untuk menelphone, namun nomer CDMA satu satunya yang di pakai oleh pamannya Khalif untuk menelephone saya dari pertama tersebut tidak aktif, setelah itu tak ada lagi berita dan usaha saya.

Sampai malam ini…

25 September 2009 pukul 22.34
Libur lebaran saya berada dirumah ibu di Serang, setelah kembali ke kamar saya yang selesai d semproti obat anti nyamuk dari sejam yang lalu, seusai menunaikan shalat isya dan sempat *ada hubungannya atau tidak* menonton Kick Andy Episode Korban Lapindo, saya mencek HP yg tertinggal d kantong celana di dalam kamar , lalu mendapatkan SMS dari mas Tachir berbunyi demikian:
“Mas keponakan saya sudah gak ada, Terimakasih atas saran saranya dan mohon doanya untuk Khalif Khaelani.Thx.Tahir.”

Saya kaget, terdiam sejenak, dan hanya bisa menuliskan Innalillahi….pada kolom kosong reply sms, tanpa tau apa yang harus saya tuliskan lagi. Cukup lama kursor di layer HP ber kedip kedip tanda meminta jawaban dan apa yang saya fikirkan…akhirnya saya
menyampaikan maaf yang sebesar besarnya karena tidak bisa maksimal membantu.

Teriring doa saya untuk Khalif, anak yang tak pernah saya lihat wajahnya, rekan saya yang akhirnya di panggil sang Khalik dan sudah menunaikan tugasnya di dunia, “semoga Khalif menjadi syuhada yang sebenar benarmya, berdiri dan berdiam di mimbar Illahi bersama para syuhada pendahulu, menjadi warga penghias syurga dan menunggu saatnya berkumpul bersama orang tua dan keluarga nya nanti.”<i/i>
Amienn..

PS: Mohon doa nya untuk rekan kerja saya Saudara Tia Andra Wibawa yang sudahlebih dari satu minggu ini dirawat d ruang steril RS Kanker Dharmais karena leukemia.
Andra Ini adalah teman saya yang kita sempat bersama sama ke Bali kemarin, bertemu saat Andra liburan bulan madu merayakan pernikahannya.
Semoga kesembuhan kembali menjadi milik Andra.

Amienn

Posted at 01:58 am by alnash
Make a comment  

Wednesday, September 16, 2009
Selamat Hari Raya 1 Syawal 1430 H

Ramadhan yg mulia akan berlalu,
Idul Fitri yang agung akan segera tiba. 

Tiada kata yang bisa menggetarkan hati selain takbir akbar yang terucap.

Selamat meraih kemenangan, semoga kembali ke fitrah.


"Taqobbalallahu minna waminkum shiyamana wa shiyamakum

Taqobbalallahu minna wa minkum, Minal Aidin wal Faizin."

dari dalam lubuk hati terdalam saya ucapkan:

Mohon maaf lahir dan bathin

Posted at 01:57 pm by alnash
Make a comment  

Friday, July 17, 2009
Apa isi Fikiran orang orang itu...

Kamu tau kira kira apa isi otak orang yang meledakkan bom itu, apa yang mereka fikirkan ketika berniat untuk membuat sebuah gedung hancur dan orang yang tak tau menahu menjadi korbannya??

Tadi siang ketika mengikuti shalat Jumat Khatib yang menyampaikan khotbah sampai menangis, mengekspresikan keprihatinannya akan kondisi ini, beliau mengatakan bahwa setiap terjadinya peledakaan bom selalu akan diidentikkan dengan Islam, dan itu yang sangat sakit dirasakan oleh sebagian besar umatnya, disalahkan dan kemudian juga menjadi korban atas perbuatan orang orang yang mengtasnamakan agama nya sendiri., jadi korban sekaligus terdakwa.

Sebagai umat terbesar di negeri ini pasti kita akan merasa geram terhadap orang orang yang mengatasnamakan agama kita dengan menghancurkan tempat dan membunuhi orang tak bersalah yang mungkin pada hari jumat tadi korban yang terbunuh juga berniat shalat jumat di siang hari nya, tapi niat mereka tak pernah tersampaikan lagi karena sudah di cabut oleh tangan saudara mereka sendiri yang membunuh mereka dengan atas nama agama yang juga mereka yakini. Ironi!!

Apakah ada yang yang tau, paham sesat apa yang sudah merasuki otak orang orang iu, didikan seperti apa yang di cekoki kedalam otaknya sehingga tega membunuhi saudara saudaranya sendiri???

Sknario Tuhan di jumat pagi itu, menjadikan saya saksi kebiadaban itu, saya terbengong sendiri di tengah hiruk pikuk dan kepanikan orang. Deringan sirene, dan raungan klaksonAmbulance yang bolak balik membawa korban, tak terbayangkan perih rasanya jika yang berada dalam ambulance itu adalah salah satu dari Suami, istri,kekasih,orag tua, kakak, adik , kekasih,,sahabat , teman , tetannga, kolega kita sendiri…
Saya yang ada keperluan untuk datang kesalah satu gedung dekat lokasi, menjadi terkejut dan bingung, mencerna apa yang sedang terjadi. Lalu terdiam kaku ketika sadar apa yang baru saja terjadi beberapa menit berselang.

Apakah mereka, yang melakukan ini pernah membayangkan, jika yang ada didalam tempat yang mereka bom itu masih bertalian darah dengan mereka, bertalian emosi, lalu di kemanakan hadis dari Rasul Agung bahwa sesama muslim kita adalah bersaudara. Apakah sudah hilang semua itu karena tergerus oleh doktrin doktrin sesat dan menyesatkan atas nama Jihad salah kaprah yang mereka yakini sebagai kebenaran.

Jihad adalah ketika kita berjibaku didalam pekerjaan kita dengan sebaik baiknya demi mencari nafkah bagi keluarga, Jihad adalah ketika kita bisa menjadi bermanfaat dengan ilmu, amal dan harta bagi orang orang di sekeliling kita. aSama sekali bukan jihad apabila itu dilakukan dengan membunuhi siapa saja dengan sengaja…

Islam tak pernah dan tak akan pernah mengajari penganutnya berbut sedemikian itu…

Wallahualam bissawab…



Untuk Keluarga korban, bersabarlah karena kemenangan akan datang untuk pihak yang dapat bersabar dari cobaan besar.

*Innalillahi wa innaillahi Rojiun, semua berasal dari yang Kuasa dan akan kembali kepada Nya*

Posted at 11:58 pm by alnash
Comment (1)  

Sunday, June 14, 2009
Palmerah antara Maghrib dan Isya

Photobucket

Kamu tau hidup di kota besar terkadang ada bagian diri yang merasa di abaikan, kamu bisa merasakan ada kekeringan yang susah untuk didefenisikan namun sesaat kadang  rasa itu  meletup keluar dan kita merasakan ketidaknyamanan dalam hidup.


Kalau kamu tidak merasa, mungkin ini hanya symptom kota besar yang hanya saya saja merasakannya. Saya menamakan itu "kekeringan Ruhiyah"  sebuah keadaan yang timbul karena 99 % dari hati dan fikiran kita hanya tertuju kepada pemujaan terhadap benda dan harta. Kondisi yang timbul apabila nilai Illahiah sudah menjauh dan dia memanggil manggil dari dalam diri untuk di kembalikan.


Kamu tau…sebetulnya manusia dilahirkan adalah suci, dan setiap dari kita adalah insan yang mulia, makhluk terbaik ciptaannya. Kamu pasti meng-iya-kan apabila ternyata manusia tidak selama nya baik, namun harfiah  alias sejatinya seorang manusia tidaklah demikian. Dia menjadi jahat karena banyak faktor dan latar belakang yang menyebabkan dia berubah menjadi sedemikin , salah satu fator terbesarnya  adalah lingkungan.


Karena faktor terbesar dalam merubah pribadi dari seoragn anak manusia adalah lingkungan, dan kota besar adalah lingkungan tempat saya hidup saat ini, maka saya tidak ingin  fikiran dan isi otak saya menjadi berubah tidak benar  hanya gara gara saya tinggal dikota besar.


Dalam tulisan ini saya tidak sedang mencari  pembenaran dari  sebuah analisa awam bahwa lingkungan di kota besar dapat merubah isi otak manusia, hanya saya mencoba berfikir dan merenungkan bahwa ternyata dari apa yang saya alami, kesibukan dan semua  rutinitas di kota besar sangat berperan sekali menjauhkan manusia dari diri nya sendiri dan menjauhkan dirinya dari pencipta nya.


Memang benar, yang jahat tetap akan jahat dimanapun dia tinggal, pencuri mungkin saja ada di dalam pesantren, namun orang berhati mulia mungkin juga saat ini sedang terpuruk didalam penjara, namun sekali lagi dari apa yang saat ini di alami, kesimpulannya didapat adalah lingkungan dapat merubah pribadi dari yang baik menjadi jahat atau sebaliknya.

Keterasingan diri saya dari diri saya sendiri dan Tuhan kadang tanpa saya sadari, lalu pemberontakkan pemberontakan kecil akan aturan Tuhan saya fikirkan dan kemudian di lakukan, sebagai seorang Muslim Tuhan akan memaklumi saya untuk tidak shalat Isya karena saya sudah capek bekerja seharian dan baru pulang setelah larut malam, demikian salah satu contohnya.


Pemberontakkan yang kemudian menjadi rutinitas adalah habit saya untuk susah bangun pagi lalu subuh saya terlewatkan. Itu pemberontakkan saya yang lainnya, dan akan banyak lagi kalau tidak saya segera hentikan.

Pemberontakkan pemberontakan itu takutnya menjadi sebuah pembenaran atas sebuah kesalahan, dan lebih menakutkan lagi menjadis ebuah awal dari pemberontakkan yang lebih besar,  naudzubillah.


Padahal kalau di fikir fikir, apa hak saya sampai berani berani nya memberontak kepada  Dzat yang sesungguhnya tidak butuh dengan semua shalat saya itu, bukankah kewajiban shalat itu sesungguhnya adalah  hak saya untuk berdialog dengan Pencipta, Sesuatu yang menciptakann saya, sebuah hak yang istimewa namun saya abaikan malah berangapan itu adalah sebuah beban.


Manusia apabiila dilihat dari langit  ketika di atas pesawat sangat tidak ada  apa apanya, bahkan dia seperti amuba yang melat lata di atas permukaan luas bumi, benar kata Sang pencipta, manusia hanya bagai debu yang diterbangkan. Sangat tidak punya daya upaya, karena ketika kata "Kun" di ucapkan maka "Fayakun" akan terjadilah apa yang terjadi dan menjadi takdirnya. Hidup dan mati manusia bisa terjadi sekejap ibarat membalikkan telapak tangan saja.


Saya merasa sangat sombong saat ini, ketika menyadari telah melakukan pemberontakan pemberontakkan tidak penting itu setiap hari. Sombong karena ada rasa di hati bahwa Tuhanlah yang buth akan tunggang tungging saya dalam shalat bukan diri saya, yang maka Kuasa tidak lah membutuhkannya. Sekali lagi ,  sesungguhnya saya adalah manusia yang membutuhkannya.


Sangat tidak pantas untuk di tiru dan sangat sangat sebuah produk dari keadaan diri yang tumbuh di dalam masyarakat hedon  metropolitan. Sebaik baiknya manusia adalah yang bisa tumbuh berkembang di dalam kolam apapun namun tidak mengikuti arus deras menuju kesesatan di sekitarnya namun tetap mempunyai prinsip diri dalam menjalani hidup sebagai pribadi yang utuh, sebagai dirinya sendiri, makhluk Tuhan yang sudah sepantasnya hidup untuk menghamba kepada sang penciptanya.


Ini adalah kontemplasi untuk diri saya, namun semoga bisa bermakna bagi semua.


"Tulisan diatas Sajadah "

Palmerah Minggu 14 Juni 2009 antara Maghrib dan Isya

Posted at 08:50 pm by alnash
Comment (1)  

Sunday, May 17, 2009
Aku MEMILIH

choosing image
Aku memilih TIDAK menjadi INSAN BIASA, memang hak-ku untuk menjadi LUAR BIASA. Aku mencari KESEMPATAN bukan PERLINDUNGAN. Aku tidak ingin menjadi warga yang terkungkung, rendah diri dan terpedaya kerena dilindungi oleh pihak BERKUASA.

Aku siap untuk menghadapi RESIKO TERENCANA, berangan - angan dan membina untuk GAGAL dan SUKSES.

Aku MENOLAK menukar INSENTIF dengan DERMA. Aku memilih TANTANGAN HIDUP dari pada DERMA. Aku memilih tantangan hidup dari pada kehidupan yang terjamin, kenikmatan mencapai sesuatu, bukan utopia yang basi.

Aku TIDAK AKAN menjual KEBEBASANKU, tidak juga KEMULIAANKU untuk mendapatkan DERMA.

Aku tidak akan MERENDAHKAN DIRI. Pada sembarang ATASAN dan ANCAMAN. Sudah menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah dan berani. Untuk BERFIKIR dan BERTINDAK untuk diri sendri. Untuk meraih segala KEUNTUNGAN hasil kerja sendiri, dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata " INI TELAH KULAKUKAN !" Segalanya ini memberikan MAKNA SEORANG INSAN

Posted at 11:38 am by alnash
Make a comment  

Thursday, April 30, 2009
Silence Farewell

So many "last think" for today, sit on this chair inside my room.

May last day as an employee and last day to here as a person in charge for all kind of business related to me.

 

Hmmmhh…my ten years as an employee ended today, and tomorrow when the sun raise at 1st may everything will change, Ill wake up and going to another place, read my own journey as a self employee , people who have his own business and his own responsibilities.


For tomorrow, my life on my own hand, better or worst, sound quite spooky but that’s like a challenge to proof it especially for my own, how high that I could reach my own dreams.

 

For better future.. I was choose to leave everything here with so comfort situation inside, the comfort thing that would be kill me if  I choose to lets stay here.

This is an option that I am choosing with 100 % conscious mind. Just let’s give a time for me to work harder and smarter than before, and after that will more success than before. Amin

 

Silence farewell today, just me and this empty room,

Here on the empty quite big my *ex* room…

 

Jakarta , April 30, 2009

Posted at 12:42 pm by alnash
Make a comment  

Friday, April 17, 2009
They Dance Alone

    Dalam jiwa manusia ada sebuah tempat untuk mengedepankan rasa, dan me-nomordua-kan logika, tempat yang memberikan waktu bagi diri manusia tersebut melakukan kontemplasi , merenungkan tentang hakikat dirinya, menikmati hal yang indah bersifat seni dan disukainya, merasakan pedih yang ingin di kenang, merasakan memory yang sudah lama lepas dari bayangan.


   Setelah lama hidup di kota besar dan selalu mengedapankan logika untuk bertahan hidup, keinginan mendengarkan suara hati dari sudut yag lain itu kadang mengemuka,  terkadang bukan karena tidak mempunyai waktu namun karena waktu yang tersedia tidak selalu tepat untuk mendengarkan suara hati tersebut.

Waktu yang bagi saya sebut sebagai “Menari sendiri”. 

*Penamaan  untuk suasana seperti itu terinspirasi dari lagunya Sting “They Dance Alone”*

Waktu special milik diri kita pribadi tanpa campur tangan pihak manapun dan kita bebas memikirkan apa yang ingin di fikirkan, berandai andai, mengingat ingat lalu merenungkan semua yang ada lalu bagi saya menuliskannya dengan lancar , tulisan itu mengalir deras seperti air sungai mengalir mengikuti arusnya.

 

    Saat seperti itu juga akan membuat kita merasa lebih dekat dengan Tuhan, bentuk lain dari sebuah tahajjud, jika dalam tahajud ada gerak rakaat yang harus di implementasikan namun yang ini bagai sebuah doa setelah tahajjud, moment ini adalah saat Tuhan dan penciptanya begitu dekat, bisa berkomunikasi dengan segala cara, dapat berkeluh kesah dan mengadukan semua yang ingin di kadukan unuk kemudian mendapatkan pencerahan serta semangat baru kembali

 

Tanpa disadari jaman menjauhkan manusia dari dirinya sendiri, semua tuntutan dan keadaan yang di kondisikan agar dapat di penuhi sesegera dan secepat mungkin membuat manusia pontang panting untuk memenuhinya, lari secepatnya sehingga dapat membuat dirinya lari dari nilai kemanusiaan yang seharusnya tidak ikut di tinggalkannya.

 

    Kemanusiaan itu kembali mengemuka justru ketika disaat manusia tersebut terjatuh atau gagal, dia akan kembali kepada diri dan kepada penciptanya, berkeluh kesah dan menyalahkan apapun yang mungkin jadi penyebab situasi yang tidak menguntungkan tersebut, sebaliknya apabila sukses, dirinya akan semakin ditinggalkan, dan juga sang Pencipta yang menjadi penentu terlupakan, seakan tangan Tuhan tak bermain dalam percaturan hidupnya.

 

    Demikianlah hidup, nilai nilai kemanuisaan kadang sedikit terpaksa harus kita hidupkan kembali, untuk sekedar mengingatkan bahwa diri kita adalah manusia. Manusia yang tidak hanya membutuhkan kepuasaan dunia sebagai sumber pemuas dahaga satu satunya namun juga dahaga bathin yang  harus mendapatkan porsinya, sebelum hakikat kita sebagai makhluk ikut terserabut.

 

Saatnya menari sendiri ...

 

Posted at 04:13 pm by alnash
Comment (1)  

Wednesday, April 08, 2009
One day before election



One day before election....masih bingung...milih ...enggak ..milih...enggak...

Jangan sampai kita mencontreng jadi malah mencoreng perbedaan hanya adanya hurup (NTR) dalam mencontreng berakibat fatal, pilihan yang aku contreng malah mencoreng muka kelakuannya dalam lima tahun ke depan...
Hmm.......

One day before election...masih juga belum tergambar siapa yang akan di contreng tanpa akan mencoreng nantinya...bingung..bingun ku memikirnya
* di baca dengan nada lagu kasidah perdamaian ..perdamaian..*

One day before election...oiw yess...inikan election ya?
Bukan one day before erection..jadi ga usah minum obat kuat segala lah untuk persiapannya.


Cukup spidol tapi tetep kudu pake pikiran asal jangan yang kotor...Ingat ini Election bukan Erection...

Selamat erection...*baca Election*

Posted at 02:14 pm by alnash
Make a comment  

Wednesday, March 25, 2009
Raymond in my mind

Sosok Raymond Simatupang pertama kali saya lihat di ruang kubikal kecil kantor GMS (General Medical Site) pada bulan Agusus di tahun 2001 sebuah divisi Medical site yang mengurusi penempatan dokter dan paramedic diluar daerah, namun tidak pernah berkenalan secara resmi, karena waktu itu saya bukan dibawah divisinya.

Raymond yang kemudian akrab disapa Abang, ketika itu membawahi paramedic yang ditugaskan ke project Oil and Gas, untuk anak baru seperti saya oil and gas adalah sebuah kemewahan, saya cukup bekerja di project explorasi di tengah hutan yang malah kemudian cenderung saya sukai. Walau tidak pernah berhierakhi langsung dalam sebuah hubungan kerja, si abang dan saya akhirnya kenal dalam lingkup kerja besar yaitu SOS international.

Anak baru seperti saya ketika itu melihat sosok seperti si abang sebagai sebuah sosok kesuksesan, sebagai seorang yang juga mempunyai backgrounds Paramedic namun beliau saya lihat pertama kali dengan wujud yang berbeda bagi kebanyakan teman medical saya dengan dasi dan baju serta pakaian yang necis, esmud mungkin istilah saat ini. Pernah berandai andai, kapan saya seperti itu, walau kemudian saya harus segera sadarkan diri karena saat itu diri ini berada dalam hierakhi terrendah dalam sebuah strata kelas pekerja di perusahaan itu.

Sampi akhirnya saya pindah setelah 3 tahun satu perusahaan dengan bang Raymond, tak pernah lagi kontak dan tak pernah lagi ada berita. Setelah kemudian dengan bantuan kebaikan Tuhan, ternyata rasa mengandai andai agar menjadi sosok seperti si abang mendekati juga kepada garis nasib saya, pekerjaan "mirip" si abang yang menjadi Liasion Officer alias orang yang menjembatani kepentingan paramedic dan dokter dan lapangan dengan perusahaan menjadi tanggung jawab saya, di perusahaan baru tempat saya bekerja yang kemudian mempertemukan lagi saya dan si abang, tak ingat bulannya hanya itu terjadi di tahun 2007,kurang lebih 4-5 tahun setelah tak lagi pernah bertemu, saya surprised karena ternyata si abang jadi karyawan di perusahaan yang juga adalah client saya.
Waktu itu saya sedang mengantarkan kandidat paramedic untuk di tempatkan di client, lalu terjadi obrolan membahas kekagetan kita masing masing. Intinya adalah "Kenapa lo ada disini, dan lo juga kenapa dsini".


Dalam percakapan yang cukup panjang ketka kami bertemu reuni un expected itu, beliau bertanya" Jadi marketing lo sekarang", saya menjawab.
" Iyah nih bang, yaaa sambil belajar lah...."
Lalu dia katakan lagi " Oh gitu, ya asal bener bener aja, jangan kayak yang lain, jadi maketing tapi akhirnya malah di reject-in sana sini"
Saya menanggapinya seperti sebuah nasehat, bahwa dia ingin melihat saya berhasil, karena ada beberapa teman dan kakak angkatan yang juga banting stir sebagai marketing namun tidak bisa fight.
Nasehatnya saya jawab" Ya, saya usahakan engak lah bang, lagian emang gw suka dengan kerjaannya".

Abang sosok yang humble, dekat dengan paramedic se kroco apapun, mengingat nama dan menghargai setiap individu di sekelilingnya, saya masih inget, dari sekian banyak orang di perusahaan lama yang mengurus tenaga lapangan, mungkin beliau yang paling jarang berkonflik, atau mungkin saya yang tidak pernah dalam jajarannya. Itu pengamatan saya.

Lalu obrolan panjang itu berlanjut membahas kenapa juga dia ada d perusahaan ini, yang kemudian saya tau beliau baru saja di hire langsung oleh perusahaan minyak itu lalu kembali menjadi paramedic.

Perputaran nasib dan garis tangan manusia tak akan pernah ada yang tau, setelah sempat bertemu lagi sekian bulan kemudian di tempat yang sama di sebuah gedung di senayan, saya tak lagi pernah mendengar khabarnya, sampai SMS yang masuk siang tadi, dari bang Sigit senior saya di SOS juga, yang isi nya " Saya mendapakan berita dari Sosmatrides *rekankita juga* bahwa

"Raymond Simatupang telah meninggal dunia,hari ini jenazah akan diterbangkan ke Jakarta untuk kemudian di makamkan di Bandung"

Saya langsung mengontak Ibu Dwi yang bekerja di perusahan yang sama dengan si abang, namun beritanya belum jelas, tapi beberapa jam setelah itu ternyataberita itu benar, bang Raymond memang sudah tidak ada.

Begitulah sebuah cerita tentang sosok senior bernama Raymond Simatupang dalam benak saya, bagi rekan rekan yang kebetulan mengenal beliau, mari kita doakan semoga amal dan jasa baik beliau melapangkan jalan bagi almarhum kembali ke sisi Tuhan YME.
Bagi keluarga yang di tinggalkan semoga di beri ketabahan dalam menghadapi keadaan duka ini.

Kita akan tetap mengenang sosok almarhum sebagai teman, sahabat dan senior yang rendah hati, dan selalu memberikan motivasi dengan caranya sendiri.
Doa kita untuk beliau.

Selamat jalan bang Raymond.....

Posted at 01:56 pm by alnash
Comment (1)  

Monday, March 16, 2009
First Time Moment



Baru pulang dari acara nya dan baru lepas dari ke-Exciting-annya, sekaligus  perasaan “Pertama kali” lainnya.

 

Hari ini untuk pertama kali nya saya berbicara di depan sekian puluh orang, ga menghitung tepatnya mungkin audiend nya sekitar 200 orang. Dan bukan sembarangan audiens karena mereka yang teruta,a duduk di barisan belakang adalah para senior dan leader yang nota bene pasti lebih pinter dan expert di bidang ini.

 

PAgi ini saya jadi pembicara di acara Monday Motivation dan topic yang saya “harus” bawakan adalah Syariah Selling Concept, penawaran ini setengah terpaksa, karena tiba tiba dua minggu yang lalu masuk sms forward dari mbak Endang yang meminta kepada mas Uud, agar saya jadi pembicara dalam acara itu, kaget pertama kali dan sempet berniat untuk protes tapi seketika saya berubah fikiran, “inikan sebuah tantangan” kenapa saya tidak coba untuk menjawabnya sekaligus pembuktian apakah saya memang pantas ada di depan khalayak banyak dan pantas untuk didengarkan.

 

Waktu ternyata berjalan cepat, dua minggu terlewati dan belum juga saya buat power point untuk bahan presentasi Syariah Selling tersebut, dengan semua keisbukan saya dan sifat deadline yang sudah dalam tahapan akut (sifat deadline adalah sifat yang baru bisa mengerjakan sesuatu disaat saat genting waktu-tidak pantas ditiru-red).

 

Tadi malam saya ada di bekasi, mulai jam 4 sore menemani teman baru saya yang bergabung dalam group penjualan untuk melakukan presentasi dengan teman temannya, acara itu ternyata berjalan mulur, sampai jam 11 malam ternyata baru selesai, karena mereaka sepertinya ber-reuni jadi banyak sekali cerita cerita masa lalu sehingga sessi saya untuk berbicara jadi agak larut, setelah makan di bekasi, saya pulang  dan teringat PR berat yang belum juga tuntas, sementaar acara nya sudah akan berlangsung kurang dari 10 jam ke depan.

 

Sesampai dirumah jam 12 malam, segera mengumpulkan semua tulisan lalu mulai membuat materinya, malam itu untung ada yangbaik hati, mau di bangunin malam malam dan membuatkan Sunday punch * presentasi singkat tentang profile pembicara*.

Mengerjakannya sampai pinggang terasa panas, dan Alhamdulillah kelar juga, kira kira jam setengah 3 dini hari saya baru bisa beristirahat, dan jam 6 sudah harus bangun lagi untuk mengedit hasil kerja semalam.

 

Show time

 

Saya sudah berpakaian lengkap, kemeja, celana, dasi dan jas sudah lengkap, laptop dan USB berisitri materi prsentasi sudah di bawa juga, dan tibalah saya di Menara duta.

Melakukan check ulang semua data dan memberikan USB materi prsentasi kepada panitia.

 

Peserta sudah memasuki ruangan dan saya duduk didepan, sengaja tidak melihat kebelakang karena saya tidak mau bertambah gugup melihat peserta yang ada.

 

Acara pembukaan dan acara acara lainnya berjalan, sampai kepada acara inti yaitu prsentasi yang akan saya bawakan, kerongkongan kering walau sudah di basahi berkali kali, dan akhirnya saya pun di persilahkan maju untuk mengisis acara….

 

 

On that time.

 

Awalnya tegang sekali saya rasakan, berusaha mencairkannya dengan mengatakan bawaha banyak yanglebih pantas ada did epan sini dan berbicara karena saya masih terhitung baru di bisnis ini, tapi  terimakasih atas kepercayaannya, Mulai saya masukki slide demi slide ang saya buat semalam, perjalanannya mulai lancer, masuk ke materi Cash Flow juga alhamdulillah berjalan lanacr, semua yang saya berikan tidak membuat peserta bosan atau meninggalkan tempatnya, ruangan tetap penuh.

 

Setelah selesai acara tanya jawab berlangsung, beberapa peserta menanykan kesulitan kesulitannya dalam melakukan penjualan produk Syariah, satu demi satu pertanyaan tersebut dapat di selesaikan * semoga yang bertanya terpuaskan*

 

Lalu akhirnya sampai kepada penanya terakhir, dan gust what..again acara Kick andy tentang cancer survover alias menjemput maut itu legi lagi jadi bahasan, sharing tentang bagaimana saya melewati semua hal itu kembali harus saya ceritakan, peruangan dan usaha untuk dapat bebas dari penyakit mematikan itu semoga jadi motivasi untuk teman teman yang pada waktu itu mendengarkan.

 

Setelah selesai , saya dan panitia bersalaman diiringi tepukan semu ahadirin, dan saat itu saya bagai tak menjejak kaki di lantai, bukan girang tapi rasa unbelieveable, saya bisa melakukan semua yang baru saja saya lakukan.

 

Terimkasih buat Allah SWT yang sudah baik sekali dengan saya, lalu dengan orang yang sudah Bantu buatin materi prsentasi, buat teman group yang sudah datang Unggul dan Mba Darti, Mbak febby

 

Teman teman di menara Duta yangsudah mempercayai, leader yang baik hati Christian hartojo, Mas Uud, Mas Tunggul dan terutamaa leader tercinta mbak Endang yang tidak sempat datang karena ada kesibukan di luar, buat teman teman  ingin memiliki materi syariah Selling concept ini silahkan kirim email nya ke nasrun.yusuf@gmail.com dan Insya Allah saya akan kirimkan attachment materinya.

 

Terimakasih dan selamat pagii..

 

Posted at 03:42 pm by alnash
Make a comment  

Next Page